Soal ergonomi, apakah produsen motor benar benar memperhatikan kebutuhan konsumen Indonesia?


Pikiran bahwa pabrikan motor terasa memaksakan desain kembali terbersit setelah melihat video berikut ini:

Disebutkan bahwa: “tinggi joknya juga makin pas untuk posturku, jadi semakin nyaman saat berkendara”.

Tapi bila diperhatikan, terlihat bahwa ridernya pakai sepatu hak tinggi yang jinjit lumayan:
sepatujinijitsaatmenaikihondabeatpopesp

Dibilang pas padahal masih harus jinjit. Jadi sebenarnya motornya masih terlalu tinggi tapi masih dipaksakan dibilang sudah pas. Contoh di video menunjukkan bahwa saat bikin iklan pun Honda pun terpaksa harus mengakali, mungkin diwanti wanti agar bintang iklan tidak boleh kelihatan jinjit.

Sebelumnya juga sudah dibahas bagaimana kebingungan penulis tentang peruntukan motor Vario:
Sebenarnya, ergonomi Honda Vario 150 itu disesuaikan untuk ukuran tubuh bagaimana sih bro?

Juga tentang gaya berkendara:
Motor dengan riding position tegak sudah mulai ditinggalkan produsen motor?

Bila dulu motor Honda yang muncul di Indonesia itu pada pendek pendek, seperti supercup atau Honda CB lama, mengapa kok sekarang pada dibuat tinggi – tinggi ya? Nggak cuma Honda saja, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki juga sama.

Rasanya motor dibuat tinggi bukan karena keterpaksaan, karena desain mesin atau rangka tentu bisa disesuaikan. Apakah takut kalau motornya pendek tidak laku? Apa ini juga yang membuat Honda tidak memasukkan Zoomer?

Kemudian soal daya jangkau ke kemudi dan ketinggiannya, mengapa kok sekarang dipaksakan menjadi lebih jauh juga? Bisa dilihat digambar bahwa lengan pengendara terlihat tidak menekuk, padahal dalam posisi tegak. Pengendara mungkin harus agak menunduk untuk menjulurkan tangan di saat menikung. Bila posisi kemudi lebih ditinggikan atau didekatkan tentu pengendara bisa lebih rileks dan enak.

Seperti contoh berikut:
thevirginnaikHondasupercubc70

8 thoughts on “Soal ergonomi, apakah produsen motor benar benar memperhatikan kebutuhan konsumen Indonesia?

  1. sebagian kecil mendengarkan masukan dari konsumen…
    misal; matic honda yg mentok kena poldur…
    matic yamaha yg ngeden….
    skywave yg dek ga rata….

    dan sebagian kecil krn peraturan….
    misal: auto headlamp on…

    Suka

    • Mungkin juga, tapi mestinya dilakukann survey terbuka karena bila tidak maka yang diterima cuma keluhan utamanya, dan tidak bisa menangkap keinginan secara keseluruhan.

      Suka

    • malu kali om kalo survey terbuka….
      setau ane pabrikan memantau blogger sebagai masukan… dari komentar komentar diartikel… ssstttt…. rahasia om…

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s