Standarisasi posisi tombol membuat perubahan posisi tombol klakson dan sein di motor Honda itu nggak logis dan berbahaya


ardiantoyugo.com barusan posting artikel tentang perubahan posisi tombol klakson dan sein.

Tebakan dari saya kalau AHM menukar posisi kedua saklar tersebut adalah alasan kepraktisan dan keamanan. Menurut saya memang saklar sein lebih banyak digunakan dibandingkan dengan klakson… Menjadi lebih praktis karena mudah dijangkau untuk saklar sein dan juga lebih aman ketika sering mengaktifkan sein

posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-cbr250rr

 

Bila bro ardiantoyugo melihat dari sisi tombol sein menjadi lebih praktis dan lebih aman, maka penulis punya pendapat sebaliknya, yaitu harusnya yang butuh praktis dan aman itu tombol klakson.

Dulu standarnya Honda untuk tombol klakson itu warna kuning dengan posisi dibawah:
posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-supra-x

posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-beat-karbu

 

Sekarang posisi klakson berada di tengah dengan warna yang tidak mencolok, ada yang hitam, ada juga yang warnanya abu abu.

posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-beat-pop

posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-beat-esp-lcd

 

Perubahan ini membuat posisi tombol di motor Honda jadi tidak standar. Tidak sesuai dengan posisi tombol di motor lain.

Sebagai perbandingan, berikut letak tombol sein dan klakson untuk Honda CBR150R
posisi-tombol-klakson-dan-sein-honda-cbr150r-motomazine

 

Suzuki GSX-R150, Yamaha R15, Ninja Mono, TVS Apache RTR, Bajaj Pulsar NS200 dan KTM RC.
posisi-tombol-klakson-dan-sein-suzuki-gsx-r150

posisi-tombol-klakson-dan-sein-yamaha-r15

posisi-tombol-klakson-dan-sein-kawasaki-ninja

posisi-tombol-klakson-dan-sein-tvs-apache-rtr-180

posisi-tombol-klakson-dan-sein-bajaj-200ns

posisi-tombol-klakson-dan-sein-ktm-rc250

 

Mungkin memang benar bahwa tombol sein lebih sering dipakai, namun menurut penulis yang paling mudah diakses harusnya adalah tombol klakson.

Alasannya adalah karena tombol rem butuhnya sering spontan atau mendadak. Butuhnya sering tanpa rencana. Misalkan ada kendaraan di depan belok tidak kasih tanda, kendaraan dari depan menyalip sembarangan, ada orang menyeberang tidak lihat lihat, atau cuma kalau mau menyapa kenalan di jalan. Butuhnya sering cuma sekian detik saja, yang kalau telat nggak ada gunanya lagi ngebel. Butuhnya pada kondisi itu adalah menyalakan klakson, disituasi itu nggak butuh menyalakan lampu belok. Mengapa kok dipersulit menyalakan klaksonnya?

Di layout tombol yang baru, posisi klakson dibuat susah dijangkau. Bahkan juga terkesan dibuat lebih susah dipencet. Sehingga saat butuh, terpaksa harus mencari cari dulu karena posisi tidak gampang diraih. Sering harus dilihat dulu baru bisa tahu.

Sementara itu kebutuhan terhadap lampu sein itu sering tidak butuh mendadak. Seringnya lampu belok dinyalakan karena rencana mau belok. Rasanya jarang sekali ada situasi kaget yang butuh menyalakan lampu belok. Bila butuh seringkali tidak hanya lampu belok saja, tapi harus bisa lihat spion.

 

Dibanding lampu belok, menurut penulis tombol klakson lah yang harus lebih mudah diraih. Penulis setuju dengan komentarnya bro zero di artikel tersebut. Posisi bel yang susah diraih bikin penulis jadi sering tidak bisa memanfaatkan bel selagi dibutuhkan.

Entah logika Honda bagaimana. Tombol memang lebih besar, tapi posisinya menyulitkan kalau butuhnya mendadak dan instan.

Perubahan ini juga dipertanyakan oleh link berikut:

 

Alasan dari Honda dijelaskan di artikel berikut:
Nih, Alasan Honda Pindahkan Tombol Sein ke Posisi Paling Bawah

“Menurut riset kami, posisi tangan di sebelah kiri lebih mudah menjangkau tombol di paling bawah. Oleh karenanya, tombol sein yang dipindahkan ke bawah,” jelas Hadrianus Ary Yuanto, Analyst Safety Riding & Motorsport Department PT Astra Honda Motor (AHM).

“Honda ingin pengendara lebih mudah mengoperasikan tombol sein agar tetap aman saat berkendara,” lanjut pria yang akrab di sapa Ary ini. Ya, tentunya karena sein adalah perangkat vital dalam keselamatan berlalu lintas.

Jadi sepertinya Honda sadar bahwa posisi tombol klakson jadi lebih sulit. Honda sepertinya karena menganggap tombol belok dianggap lebih penting pada situasi darurat daripada lampu belok.

Dari pengalaman pribadi penulis, dalam situasi darurat, menyalakan klakson akan lebih bikin situasi lebih aman daripada menyalakan lampu belok.

 

Entah mengapa divisi “safety” riding Honda mengeluarkan statement seperti itu. Sebelumnya berani bilang CBS bikin matik lebih aman padahal kenyataanya banyak yang celaka gara gara CBS. Mengajari ngawur mengerem harus rem depan dulu padahal banyak yang justru celakanya karena pakai rem depan dulu. Juga mengajari ngawur jari tidak boleh ditaruh tuas rem, padahal tidak bisa meraih tuas rem itu bikin celaka.

Entah ada logika darimana tombol belok dianggap lebih harus mudah terjangkau daripada tombol klakson. Menurut penulis logika Honda itu tidak masuk akal.

Apa mau meniru yang punya BMW seperti berikut, dipikir tombol klakson yang abu abu?
tombol-klakson-banyak-untuk-bmw-f800

Perhatikan posisi tombol merah, itu tombol untuk klakson. Versi sebelumnya seperti berikut ini:
tombol-klakson-merah-untuk-bmw-f800

Yang berikut malah sesuai standar :
tombol-klakson-merah-untuk-bmw-f8002

Jadi yang di BMW sekalipun posisi tombol klakson tetap di yang paling gampang diraih. Entah kenapa kok Honda gemar sekali inovasi teknologi yang bikin motor lebih membahayakan. CBS palsu, lampu LED menyilaukan, lalu yang ini tombol klakson yang dipersulit.

Menurut penulis tombol klakson itu lebih penting untuk keselamatan. Cocok bila warnanya merah atau kuning sehingga mudah kelihatan dan ditempatkan di posisi yang mudah raih.

Update:
Ternyata ada yang lebih ekstrem, info dari bro topman, posisi tombol klakson Xabre:
posisi-tombol-klakson-dan-sein-yamaha-xabre

Peraturan Pemerintah juga ada yang mengharuskan bahwa pemakaian klakson tidak boleh sampai mengganggu konsentrasi pengendara:

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2012:

Pasal 39
Klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf d harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi.

Iklan

65 thoughts on “Standarisasi posisi tombol membuat perubahan posisi tombol klakson dan sein di motor Honda itu nggak logis dan berbahaya

    • Maaf ikut nambahin, saya sudah baca semua komennya, dari komen pemilik blog saya bisa menyimpulkan kalau pemilik blog berkendara secara arogan, mengutamakan klakson daripada sein, prioritas defensive riding ketika panic braking harusnya berhenti dulu tanpa mempedulikan mana klakson mana sein, lalu kalau halangan didepan tidak terlalu mendadak misal ada mobil mau belok, seharusnya tetap sein dulu, kalau ada hazard ya hazard dulu setelah kita menguasai motor, baru boleh tu mau bunyikan klakson, kalau rider memang ga arogan ya harusnya ngalah sedikit, ada mobil didepan sein kanan, ya kita sein kiri sambil liat spion

      Masalah cbs juga sama, walaupun ada cbs, apa kita harus langsung rem depan dulu baru rem belakang? Tidak kan? Walaupun ada cbs ya tetep pake rem belakang dulu baru rem depan, cbs cuma membantu misalnya kita spontan ngerem langsung depan yg belakang ikut ngerem, coba kalau tanpa cbs langsung ren depan?

      Teknologi harusnya mempermudah manusia, kalau teknologi disalahkan mungkin manusianya yang tidak mau dimudahkan, salam satu aspal

      Suka

      • Kok yakin sekali ajaran safety riding itu benar? pakai dasar apa? Menurut saya ajaran itu ngawur.

        Dari pengalaman saya mengemudi, ada banyak menjumpai kasus dimana klakson lah yang menjadi faktor penyelamat, karena ngerem sebagus apapun tidak akan sempat. Bagi saya, ada saat dimana kita harus menekan bel bersamaan dengan mengerem. Posisi klakson Honda membuat kita susah melakukan itu.

        Dalam kejadian diatas, ada mobil belok mendadak, maka saya akan klakson dulu, baru lampu belok. Rem dan menghindar tergantung keperluan.

        Soal, CBS, sepertinya masih belum paham maksud saya. CBS itu akan juga menekan rem depan. waktu kita tekan rem belakang di motor CBS, maka seringnya rem depan dulu yang akan bekerja. Di CBS motor cc besar, ada delay valve yang memastikan bahwa rem depan akan bekerja lebih lambat dari rem belakang.

        Suka

    • kebanyakan pengendara Honda bila mau mendahului pengendara lain di depan pasti bunyikan klakson, mereka kalo mau belok tidak bisa menyalakan sein, mereka cuma bisa membunyikan klakson doang, hasilnya mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain, apalagi klaksonnya diganti bunyi klakson mobil…………….. ini harus diusut dengan undang – undang

      Suka

  1. Kok benci sekali dgn honda, kalo punya pendapat sendiri, ya jgn balas artikel orng lain, kalo sy baca blogger ini blogger penyebar kebencian, tingkatannya masih kelas bawang, maunya jd seperti orang yg paling paham dan otaknya ngalahin profesor, yg celaka istrinya pake rem CBS krn salahnya sendiri, tp justru nyalahin motornya, sama aja kalo penulis d lahirkan jelek, terus nyalahin yg buat…pebulis ini payah sekali, komen sy aja d baca langsung d hapus, dan sy yakin tulisan anda tidak pernah ada yg bagus dan netral, semuanya nyalahin merek honda, kalo nggak bisa beli motor, buat sendiri motor yg bagus ya….selamat anda sdh memelihara penyakit darah tinggi, krn otak anda anti dgn merek honda….wkwkwkwk…

    Suka

    • Kalau ada yang nggak sreg ya saya protes. Kalau ada yang bagus ya saya puji.

      Soal CBS, apa sudah pernah merasakan sendiri beda naik vario/beat CBS dengan matik tanpa CBS di jalan yang licin? Apa anda juga kalau ngerem pasti depan dulu? Apa anda suka kalau letak tombol klakson seperti yang sekarang?

      Saya sendiri pernah pakai CBS ban depan sempat ngelock, untung pas pelan, tapi sempat memaki. Pernah pakai rem depan dulu dan ngeri banget hampir jatuh sampai kaki turun segala. Pernah dalam situasi panik butuh mengklakson tapi nggak bisa karena posisi susah. Untuk saya CBS itu mengerikan kalau di jalan licin. Ngerem rem depan dulu itu membahayakan. Perubahan tombol klakson bikin jengkel.

      Bagi saya CBS, ngerem depan dulu, dan tombol tempatnya ngawur pantas dibenci.

      Suka

      • Biker kelas teri… gk pandai bw motor, fitur motor yg disalahkan… 😀
        Semua motor pny keunikan masing2…
        Perbyk lah tes berbagai macam motor dulu baru bikin blog…

        Suka

        • Dimana mana, tren nya itu membuat pengguna kelas teri pun bisa lebih mudah pakai motor. Sekarang ini di moto gp dilengkapi traction control tujuannya untuk mengurangi resiko akibat kesalahan akselerasi. Di Yamaha R15 baru dilengkapi slipper clutch untuk mengurangi resiko mesin rusak atau kontrol hilang akibat kesalahan shifting. Motor motor pada dilengkapi sistem ABS untuk mengurangi lepas kontrol akibat kesalahan pengereman. CBR250RR dikasih riding mode biar newbie bisa mudah mengendalikan motor. Ini kok tombol klakson dianggap nggak penting.

          Memang apa bahayanya sih kalau posisi tombol lampu belok susah diraih? Posisinya dipindah dimanapun rasanya nggak pernah salah menekan tombol sein. Yang salah bikin serem itu kalau mau nekan tombol klakson salah tekan tombol sein. Unik tapi kok tidak mempermudah penggunaannya. Unik kok rasanya tidak terasa manfaatnya.

          Kalau ada artikel yang bisa menjelaskan alasan kuat mengapa Honda pantas menukar posisi tombol sein dan klakson, silahkan berikan link, saya akan ikutkan link artikel di artikel ini. Nanti biar pembaca sendiri yang memutuskan.

          Suka

      • Ya pernah lah pake CBS, malah sekarang sedang make jg, tergantung keperluat memakainya, kalo saya sih felling dgn CBS baik2, kalo masalah jalanan licin semua kendaraan lagi berjalan ya harus ttp hati2, bukan krn fitur yg salah, tp cara menggunakan fitur yg ada yg salah, berarti ridernya yg kurang pengalaman….masalah klakson d mana aja posisinya oke, selama kita jg berkendara dgn baik, posisi sein jg penting, krn sama2 dgunakan, kalo sein fungsinya kita memberitahukan utk berbelok, kalo klakson ya kita gunakan utk memberi tanda kita yg d belakang buat yg ada d depan….asal jgn banyakan tombolnya d kanan, kalo bnyakan tombol fungsional d kanan baru kita bilang pabrikan yg aneh, ya ini masalah tombol sein dan klakson yg pindah, tp penulis malah nyinggung CBS, malah dr byk artikelnya nyalahin merek tertentu…..seharus bisa lebih paham dulu sama bahan tulisan, biar bisa berkualitas buat d baca…

        Suka

        • Saya tiap hari mengantar anak pakai Honda Beat CBS, kerja pakai spin.

          Untuk gaya mengemudi saya, CBS itu terasa sangat berbeda dari tanpa CBS. Menurut saya, CBS itu membahayakan kalau jalan licin. Nanti akan saya buat artikel kalau sudah dapat koneksi internet lancar. Sekarang sih no problem karena sistem CBS sudah dirusak oleh bengkel berdasar permintaan saya.

          Bila untuk anda CBS tidak terasa bedanya dengan yang tanpa CBS ya sudah. Karena untuk saya, beda ini penting dan signifikan.

          Kalau lagi santai atau ada waktu untuk berpikir, tombol klakson / sein dimanapun no problem. Kalau pas lagi mendadak, dan meraih klakson susah, akhirnya jadi tidak pakai klakson. Padahal bisa jadi kalau di klakson pihak lain bisa jadi lebih aware. Untuk saya posisi tombol klakson sesuai standar sangat membantu.

          Bila anda anggap no problem ya sudah. Artikel ini saya buat berdasar pendapat saya pribadi.

          Suka

  2. Mau ga pke klakson sekalian atau ga ada tombolnya jg bakalan laku asal ada stempel si sayap..ngondah gtu..makanya klo abis pke ngondah trus pke motor laen pasti sering salah pencet.. Egois jg ni pabrikan.. Tp heran msh ttp laku pdhl mesinnya skrng kyk mocin thn 2000an.. 😧😧

    Suka

  3. Saya pengguna bebagai macam merek krna di rumah ad honda dan yamaha, dan mnrut saya itu cma dri kebiasaan saja. cz saya slama ini walau tukar2 yamaha-honda g prnh ketuker sein sma klaksonnya, krna pada saat saya akan mngdrai motor saya slalu ingat saya bawa motor yng mana.
    Pun dengan mobil, saya ad honda dan ford, satunya sein di kanan, satunya sein di kiri, dan slama ini wlau pakai yng manapun tdk tertukar, klo sya sih kuncinya 1 aja sadar saya bawa kendaraan yng mana. Haha… 😀

    Suka

    • Kalau pemakaian sudah direncanakan, biasanya ingat. tapi kalau sudah kaget biasanya sering lupa.

      Pemakaian sein rasanya jarang sekali salah karena sudah direncanakan. Kalau lokasi klakson yang dipindah rasanya bakal lebih mudah lupa. Untuk sein saja kadang lihat ada mobil yang wipernya nyala sebelum tikungan, tuas wiper mirip tuas sein sih.

      Kalau klakson bisa tetap nggak salah walau dalam keadaan panik, sip banget. Saya pingin juga bisa seperti itu.

      Suka

  4. Saya bwa beat prnh 3-4 kali. Mau pencet sein malah diliatin ke belakng. Krna saya salah pencet, tombol klakson. Bgtu jga sebaliknya.
    Memang kebiasaan. Tpi sangat susah diubah.
    Coba bayangkan klakson mobil diganti posisi. 🤔

    Suka

    • Sudah pernah pakai mobil eropa/amerika? Itu posisi tuas lampu dan wipernya terbalik dengan mobil jepang. Mobil Jepang semua lampu kecuali hazard dan sein dikanan sedang eropa sebaliknya. Saya dalam 1 minggu kadang gantian bawa mobil jepang dan eropa. Namun sebegitu terbiasanya saya, tetap saja satu waktu berbuat salah, tadi mau nyalain sein malah nyalain wiper, tadinya mau nyalain washer buat bersihkan kaca malah jadi ngedim. Bahkan untuk mobil eropa saya tidak pernah pakai tombol klakson di setir tapi tombol klakson yang di tuas lampu sebelah kiri.
      Artinya menurut saya, preferensi terhadap safety itu porsi sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan membuat user experience yang unik dari motor Honda. Jadi saya sependapat bahwa hal ini dibuat agar orang yang terbiasa dengan Honda akan memilih Honda lagi untuk motor barunya.

      Suka

      • Iya, di mobil eropa posisi klakson bisa beda. Iya, bisa jadi juga untuk membuat orang tetap pakai Honda. Untuk sein kurang saya pentingkan, karena kalau salah juga tidak akan fatal. Untuk mobil saya lebih prefer tombol klakson yang bisa dijangkau jempol.

        Suka

  5. mantap tulisannya bung, usul saya sih klo memang suatu fitur pada produk masal itu berbahaya bisa kok diajukan komplain melalui YLKI asalkan disertai bukti2 dan argumen yg bisa dipertanggung jawabkan
    bukankah semua sudah diwadahi dalam UU perlindungan konsumen, jd kita bisa kompalin suatu produk
    dr pd cm terhenti di blok ini dgn komen yg sebagian pro dan sebagian kontra
    saya udah pake berbagai macam type motor dr berbagai merk dan syukurlah ndak ada keluhan dr saya
    kalaupun sempat celaka itu pun karena kesalahan saya sendiri yg saya koreksi dikemudian hari

    Suka

    • ok, terima kasih. Iya, mungkin perlu ditempuh cara itu juga ya. Sayangnya soal klakson ini sering lebih ke ketidaknyamanan. Bahaya kalau nggak sempat pencet klakson ada, tapi seperti komentar yang lain, itu jadi salahnya rider.

      Suka

  6. Jujur, kl panik mau klakson dbawah ato tengah, biasany ga kepencet. Otak saya disibukkan dengan mata di depan, kaki kanan injak rem, tangan kanan tekan tuas rem sama tangan kiri tekan tuas kopling…nah tangan kiri ini uda sibuk tekan kopling ga bs multitasking sambil klakson hahaha…

    Suka

  7. Iya benar saya pernah naik vario pacar saya pas mau mencet sen malah mencet klakson pas mau klakson malah jadi sen -_- kan aneh pake segala dituker dengan alasan kemudahan.
    Rada dongo aja sih maunya beda tapi malah jadi bego.

    Suka

  8. Ok, Ok, dari isi artikel sudah ane baca, dari komentator pula juga sudah ane baca, intinya ada yg pros dan cons dengan masalah peletakan Tombol Sein Honda.
    tapi menarik ada satu komentar diatas yg bilang, “supaya orang kalo beli motor nanti belinya honda lagi, karena kalo beli yg lain bakal kagok”
    ini juga masuk akal mzbro, bagaimanapun juga pabrikan ujung2nya jualan, kalo ada satu faktor meskipun kayaknya sepele yg dapat mempengaruhi peningkatan sales kenapa ngga dilakukan hayo, hwehehehe… XD

    Suka

  9. Ane sih udh tahunan pake MX 2011, jd ga pernah ketuker antara sein ma klakson walo lg panik jg. Mungkin butuh penyesuaian aja klo ganti motor ke Honda (pengalaman punya Beat salah pencet mau sein malah klakson) ato matik lain ( pernah bawa Xeon GT, pas bw inget’y bw MX pas mau berhenti narik kopling, eh malah ngerem)

    Suka

  10. setuju… byk teknologi yg merugikan pengendara dan pengedara lain… cth lampu led bikin silau pengendara lain dr arah brlwnan, warna pth klo ujan gak jelas liat jln.. tujuane mo bwt nerangin jln ato nyelakain org ya?!?!?!klakson jg sulit bgt draihnya…. hmmmm

    Suka

  11. Contoh kasus, misal naik motor matic merk H kemudian kondisi mengharuskan panic braking, apakah tangan sempat untuk bunyikan klakson? Menurut referensi yang saya dapet di defensive driving/riding, pada posisi panic braking justru genggaman tangan ke stang kemudi/stir harus mantap. Makanya kalo pake motor matic ya tangan kiri bantu pengereman dengan 2 jari, telunjuk dan jari tengan (jari manis dan kelingking disarankan tetap genggam stang agar pengendalian tetap terjaga), kemudian jempol tetap bantu genggam stang. Kalo motor dirasa sudah bisa dikendalikan atau sudah berhenti, baru deh boleh bunyiin klakson. Jadi ya memang membunyikan klakson saat panic braking bukan menjadi prioritas. Lagian di mobil juga posisi klakson sama-sama lebih susah diraih daripada tuas sein. Kalopun mau nyalain hazard pas panic braking juga malah perlu nekan tombol hazard yang ada di luar stir. Ya meskipun mobil sekarang sudah banyak yang masang fitur auto hazard saat ngerem dadak.

    Suka

    • Tergantung kejadiannya. Bila misalkan ada orang yang masuk jalur atau menyeberang nggak lihat lihat, klakson bisa sangat berperan. Bila tidak diklakson, orang tersebut tidak aware dan orang tersebut tidak menghindar, bisa jadi pengereman sebagus apapun tidak akan sempat. Dalam kondisi tersebut, akan lebih baik bila orang tersebut aware terhadap kita lebih awal, dan bukan setelah pengeremannya mapan. Jadi bukan hanya kita yang melakukan aksi mencegah, pihak lain juga jadi bisa ikut mencegah.

      Saya sendiri merasakan beberapa kali terselamatkan karena bisa tekan klakson. Dan beberapa kali merasakan ngerinya kalau tidak tekan klakson. Suara klakson itu jauh lebih efektif dari teriakan pakai mulut.

      Kalau tidak salah ada mobil yang klaksonnya di tuas sein ya. Beberapa mobil tombol klakson dibuat bisa diraih jempol.

      btw, pagi ini saya coba, posisi klakson honda beat ESP itu bikin pegangan tangan ke setang jadi nggak stabil kalau pas butuh tekan klakson. Jadi trik diatas nggak cocok diterapkan di motor Honda.

      Suka

  12. Menurut saya selama anda menggunakan motor anda sendiri itu gak akan jadi masalah besar , yang jadi masalah orang baru coba atau tess motor baru ( langsung gebut ), karna semua tergantung dari kebiasaan , sama seperti orang menulis tanggan kiri dan ada yang mengunakan tangan kanan , saya sering mendapatkan kasus kecelakaan motor baru karna Belum terbiasa , rata rata terjadi kecelakaan atau jatuh itu karna baru Beberapa kali bawa , kalo yang sudah lama pun bisa juga terjadi itu di luar kendali , boro -boro mau tekan tuh klakson udah jatuh duluan udah di pencet pun tetap jatuh karna panik .

    Saran saya jangan berkendara karna mengejar waktu , potong jalan , sehabis minum obat yang bisa menyebabkan gantuk ( apa lagi alkohol ) , terbawa emosi , kejar kejaran di jalan , jika keadaan hujan atau jalan basah lebih baik nyalakan lampu dan tidak perlu gebut karna takut basah , nama nya naik motor mau gimana pun basah , dari pada gebut mending menepi dan tunggu hujan sedikit reda , ( kalo mepet pastikan jangan berkendara di samping jalan atau kubangan air ( lobang tidak terlihat karna tergenang ).

    Motor sebagus apapun jika pengendara nya tidak dalam keadaan mawas diri dan sadar secara rasional itu akan menjadi masalah jika tidak jatuh , kepeleset ,nabrak ya di tabrak . ( Salam Saya : Otomotority )

    Suka

    • Sarannya bagus, namun maaf tidak setuju bila anda menganggap celaka hanya terjadi karena salah ridernya. Ada kasus dimana kita sudah berhati hati tapi pihak lain sembarangan. Orang yang patuh peraturan pun butuh klakson. Klakson menurut saya sangat membantu mengurangi resiko celaka yang disebabkan kesembronoan orang lain.

      Untuk kebiasaan, standar diciptakan agar orang mudah terbiasa. Misalnya sudah standar kalau throttle diputar naik itu ngegas. Rem depan itu tuasnya dikanan. Rem kaki itu tempatnya di kanan. Akan tidak bagus bila ada yang buat standar kebalikan.

      Memang membiasakan diri bisa membuat kita bisa mengendalikan kendaraan lebih baik. Tapi tetap merasa aneh karena alasan Honda menukar tombol adalah untuk memudahkan orang mengakses tombol sein. Implisitnya berarti Honda tahu bahwa itu mempersulit posisi tombol klakson.

      “Menurut riset kami, posisi tangan di sebelah kiri lebih mudah menjangkau tombol di paling bawah. Oleh karenanya, tombol sein yang dipindahkan ke bawah, Honda ingin pengendara lebih mudah mengoperasikan tombol sein agar tetap aman saat berkendara”

      Untuk saya, tombol klakson lebih penting dari tombol sein.

      Suka

  13. balik lagi masalah yamaha (satu2nya) xabre yg posisinya aneh n sadis…. sy sdh punya motor setahun lebih, setiap nglakson pasti kayak mikir dulu, bahkan sering gagal kalo keadaan kepepet bgt, begitu naik matic yamaha yg normal mau nglakson jempol malah kemana2 hadeuhh… gagal lagi deh haha

    Suka

  14. kalo Honda Motor Co., Ltd. yang bilang itu safety dan menerapkan posisi sein tersebut diseluruh produk honda didunia saya percaya..

    tapi kalo astra honda motor yg bilang, maaf aja, saya gak percaya..

    Suka

  15. saya sngat menyukai blog anda bung.
    Melihat dr sisi yang berbeda,kritis,dan semua argumen.nya disertai bukti..
    Lanjutkan broo,sebagai sarana pencerahan untuk bangsa ini yang mayoritas telah termakan opini dan sugesti yang kliru..
    Saya ada dirumah honda beat th 2015 kmarin,ada juga satria th 2014..
    Satria buat pecicilan,honda beat buat nganter anak istri..tp kok si beat yang ada2 masalahnya..lampu sering putus,kabel odometer 2 x ganti,cat yang warna item pudar semua,ini apa2an..belum mesin kalo buat kec.80kmh bunyi ngruuk..ngruuk.
    Si satria yang buat pecicilan malah g pernah “mengeluh”..cuma sekali ganti tensioner,csat jga msh gilap kyak cat mobil.

    Suka

  16. Setuju, engineer dan desainer honda emang pada bego semua, penulis semestinya diangkat jdi ceo honda ahm krn lebih pinter dari itu orang semua

    Suka

  17. Setuju, engineer dan desainer honda emang pada bego semua, penulis semestinya diangkat jdi ceo honda ahm krn lebih pinter dari itu orang semua

    nyindir apa muji bung X)??

    Suka

  18. Pernah melakukan survey kpada pengguna motor honda? Apakah mereka mengeluh sperti kometar anda? Tergantung kita, mudah adaptasi atau tidaknya. Sya pengguna honda biasa sja dan tidak merasa berbahaya. Lakukannlah survey kepada pengguna honda dulu dan hasilnya share.

    Suka

    • Menurut saya lebih bahaya, ditimbang berdasarkan peletakan (yang dibuat lebih susah diraih) dan beda dari yang lain. Iya, saya paham bahwa ada juga yang menganggap posisi baru aman aman saja.

      btw, Honda lama tombol klaksonnya masih dibawah.

      Suka

  19. […] Menurut Honda tombol sein lebih penting dari klakson sehingga posisi tombol klakson dinaikkan, dan p…, penulis tidak setuju. Untuk keadaan darurat, justru tombol klakson yang harus mudah dijangkau. Yang justru lebih penting adalah menempatkan indikator sein di tempat yang mudah dilihat dan tidak cuma satu saja. Namun justru ini yang tidak dilakukan padahal sudah niat buat semboyan #Cari_Aman. […]

    Suka

  20. saya pernah baca di media online, yang isinya menuliskan bahwa pemotor yang bersifat agresif cenderung sering membunyikan klakson.

    Suka

    • Tergantung keperluan. Kalau membunyikan klakson akan meningkatkan keselamatan ya harus dilakukan. Kalau membunyikan klakson itu hanya untuk memarahi yang lain maka itu termasuk agresif.

      Pasif tapi celaka itu bukan safety driving.

      Suka

  21. […] Misalnya soal klakson, mengapa penulis protes soal tombol klakson yang dipindah? Itu karena kalau tombol klakson dipindah otomatis respon dari yang biasa pakai yang tombolnya di bawah jadi lambat. Standarisasi posisi tombol membuat perubahan posisi tombol klakson dan sein di motor Honda itu nggak… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s