Eco racing bersertifikasi halal MUI tapi kok produknya malah belum? Sertifikasi lain juga meragukan


Maaf sedikit off topic, tapi bisa membantu sedikit untuk soal sertifikasi produk yang berkaitan dengan kendaraan.

Penulis heran mengapa sampai sekarang penjual eco racing masih mengandalkan sertifikasi yang padahal kalau ditelusuri itu sebenarnya tidak layak dipergunakan. Jadi ingin membahas setelah melihat yang berikut ini di grup masyarakat anti ponzi:

Sertifikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
LEMIGAS : 0659/SPL/1894/8.1/2017 – 0659/SPL/1895/8.1/2017
PETROLAB : 00562/F/2017 – 0051/F/17

Kedua lembaga tersebut sepertinya pernah melakukan sanggahan telah melakukan persetujuan:

Apa betul?

Penulis mencoba menelusuri.

Lemigas memang benar melakukan sertifikasi SNI:
LSPRO

Namun sertifikasi mereka sekarang cuma terbatas sertifikasi pelumas:

Kalau aditif bensin bagaimana?

Mereka cuma terima tes bensin:
Tarif Layanan

Biaya pengujian sepertinya tergantung berapa item yang di tes.

Hasil pengujian Lemigas sebagai berikut:

Petrolab juga sama, mereka melakukan pengujian saja, nggak ada sertifikasi:

Hasil uji Petrolab juga bukan sertifikasi tapi untuk menganalisa sample yang dikirim. Dan hasilnya disebut normal:

Mestinya uji lab tidak bisa dipakai sebagai dasar jualan bila tanpa pembanding before dan after. Itupun yang menguji masih tetap tergantung pada kejujuran yang mengirimkan sample. Apalagi karena faktor yang paling berpengaruh adalah bensinnya, bukan aditifnya.

Dari BSN menyatakan bahwa aditif bensin masih belum ada SNInya:

SNI itu Standar Nasional Indonesia. Kalau SNI nya belum ada, sertifikasinya tentunya nggak punya dasar. Disebut boleh jualan oleh Petrolab dan Lemigas itu berlebihan.

update, untuk Lemigas, bos dari eco racing sudah berjanji tidak akan mencatut nama lemigas pada kemasan atau promosi produk:

Hoax produk Eco Racing: ASTM, Petrolab dan Lemigas

 

Lalu untuk sertifikasi halal, eco racing disebut mendapat sertifikasi halal dari majelis ulama Indonesia:

Tapi yang menyerahkan ketua MUI Jawa Barat. Dan di sertifikat juga disebutkan MUI Jawa Barat:

Tapi biasanya dalam promosi kata – kata Jawa Barat ini dihilangkan. Kalau di kota lain, ada juga yang tidak setuju:

 

Sertifikasi ini sering dipergunakan untuk menunjukkan bahwa eco racing itu halal:

Padahal yang dibolehkan oleh MUI Jawa Barat hanyalah kegiatan MLMnya:

Kalau produknya?

Seperti kita tahu bahwa produk yang menggunakan label halal adalah produk yang bisa dikonsumsi. Eco racing yang merupakan produk aditif bensin tentu saja tidak bisa menerima label halal. Namun kita bisa lihat dari produk eco racing yang lain.

Di website resmi disebutkan eco racing punya produk berikut ini:

  • Eco Nano Tech
  • Econaxx Coffee
  • LVN Collagen
  • LVN Slim
  • LVN Calcium
  • LVN Skin Care
  • HabsPro

Kita bisa lihat produk punya sertifikasi halal atau tidak dari link web resmi halalmui.org. Berikut kalau diketik kata kata nugget:

Tapi penulis tidak menemukan data produk ketika penulis mencari kata econaxx:

Begitu pula kalau mencari kata – kata LVN dan Habspro.

Ini indikasi bahwa produk eco racing sebenarnya belum dapat sertifikasi halal dari MUI.

Jadi salah bila ada yang menyatakan bahwa produk dari eco racing itu halal. Dari cara penjualan mungkin sudah dianggap halal oleh MUI Bandung, tapi untuk produknya sendiri masih belum diakui halal oleh MUI.

5 respons untuk ‘Eco racing bersertifikasi halal MUI tapi kok produknya malah belum? Sertifikasi lain juga meragukan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.