Awalnya nyuruh pakai oli pabrikan, tapi belakangan bilang bakal merusak, maunya apa?


Ada contoh yang menunjukkan perilaku orang yang kalau rekomendasi oli selalu bilang baiknya pakai oli pabrikan saja. Komentar ini muncul di postingan soal kekentalan oli.

versi teksnya:

Reiza Noviar
Truuuss…. Knapa mangnya kalo udah tau suhu didihnya?
Bagi yang tanya2 pakai oli apa, pakailah oli yang di rekomendasikan oleh produsen kendaraan anda. TITIK

Kupas Otomotif
Jangan yang 200 derajat sudah berasap. Kalau mau motornya lebih awet, jangan pakai oli yang dipaksa pabrikan suruh pakai.

Reiza Noviar
@Kupas Otomotif oli rekomendasi adalah oli dengan pemakaian “standar”… Kalo mau performa yang lebih bagus ada yang dari bengkel resmi juga atau merk lain yang “jelas” juga banyak. Motul ato petronas ato agip ato total ato repsol, sudah sangat sangat jauh lebih baik dengan pemakaian lebih dari 7500 km dengan jenis full sintetis SAE 10/40. Harga diatas Rp. 98k per liter…. Yg mau gonta ganti pelumas dengan alasan coba2 hanya orang g*la yg pengen jadi peneliti ato punya uang gak tau dipake buat apa…. Saya pakai mobil 35 tahun dengan oli yg di rekomendasi gak pernah ada masalah apalagi turun mesin. Pake motor udah 14 tahun juga gak ada masalah dengan oli rekomendasi Asal makenya kendaraan juga harus dengan baik, kalo bukan kendaraan “sport production” gak perlu lah di geber2….. Hahahahaaha

Tapi kemudian ia berubah pendapat:

Kupas Otomotif
Alasan saya ganti ganti oli itu karena dikecewakan oleh oli bawaan. Jaman dulu sih nggak masalah, kendaraan keluaran sekarang yang pada ngaco rekomendasinya. Nggak usah bangga kendaraan awet kalau kendaraan lama. karena rekomendasi masih masuk akal.

Reiza Noviar
@Kupas Otomotif iya sangat setuju dengan anda. Kenapa pihak produsen demikian, krn bisnis. Mereka ingin cuan yg lebih banyak. Dan juga produksi baru dengan teknologi lebih baru juga sangat cepat. Banyak orang yg lebih memilih kendaraan bekas 5 – 20 tahun lalu. Saya pun demikian. Namun bukan berarti saya tidak punya kendaraan “jaman now”

Kupas Otomotif
@Reiza Noviar artinya rekomendasi anda berikut ini tidak berlaku “pakailah oli yang di rekomendasikan oleh produsen kendaraan anda. TITIK”

Cukup sering penulis menjumpai hal ini, cuma yang ini kelihatan mata sekali saat ia secara mendadak berubah haluan.

Walau ada juga yang ngeyel bahwa pakai oli pabrikan dijamin motor nggak pernah rusak. Kalau misal rusak, itu bukan salah pabrikan, bukan salah oli, bukan salah mekanik. Yang salah adalah pemiliknya.

Orang seperti itu ada. Biasanya nggak punya motornya.

Iklan

2 respons untuk ‘Awalnya nyuruh pakai oli pabrikan, tapi belakangan bilang bakal merusak, maunya apa?

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.