Masa ganti busi dari pengalaman = 15 ribu km, iridium tidak bikin awet busi, brisk & BRT nggak sip


Dari yang penulis tahu, rekomendasi ganti busi itu termasuk sering, biasanya kurang dari 10 ribu km. Seperti misalnya Honda, rekomendasi 8 ribu km katanya:
Kapan Waktu Ganti Busi Standar Motor Honda? Ini Jawabanya

PT Astra Honda Motor (AHM) disini menggandeng NGK dan DENSO untuk mensuplai suku cadang busi konsumenya. Honda juga menyarankan bahwa waktu pakai busi normal adalah 8.000 km, jadi setiap 8 ribu kilo busi standar lebih baik diganti.

Setiap masdab beli busi NGK atau DENSO pasti disana juga ada tulisanya “Umur pemakaian normal: 8000 km”.

Dari pabrikan businya sendiri menyebut bahwa kalau yang aftermarket masa pemakaian lebih dari standar, walau mereknya sama persis. Contoh
Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Busi Motor?

“Perlu atau tidaknya diganti dilihat dari kilometer yang telah dicapai, waktunya antara 5.000 hingga 6.000km untuk busi standar,” ujar Marsen, Sales Aftermarket PT NGK Busi Indonesia kepada GridOto.com di Serpong, Tangerang Selatan (8/8).

“Kalau pakai busi non standar seperti keluaran NGK dengan tipe G-Power, masa pakainya bisa mencapai hingga 20 ribu kilometer, sedangkan tipe Iridium bisa dipakai hingga 50 ribu kilometer,”

Alasan bisa beda itu katanya karena elektrodenya beda:

Sebabnya, busi non standar dibekali dengan bentuk dan bahan center elektroda yang berbeda. Center elektroda busi standar terbuat dari nikel, sedangkan busi tipe lainnya menggunakan bahan platinum atau iridium.

Tentu kalau di bengkel AHASS Honda sendiri, ganti busi tergantung seberapa sering servis. Kalau misal tiap 2 ribu km, maka ya tiap 2 ribu km itu bakal terima tagihan ganti busi.

Realitasnya bagaimana? Dari pengalaman penulis di dua motor penulis (yang sayangnya bukan motor Hondanya), menurut penulis waktu ganti busi yang pas itu adalah setelah 15 ribu km. Ini ketika pakai busi yang standar.

Ini diawali dengan rasa penasaran penulis untuk beli busi yang elektrodenya bukan dari nikelm karena banyak rekomendasi pakai busi iridium bisa menghilangkan fuel dilution (bensin rembes ke oli). Awalnya tertarik untuk beli busi BRT.

Nanda Rahmat Andreansyah SKom
Bengkel dekat rumah saya menyarankan ganti busi yg racing mas seperti BRT iridium. Eh ternyata benar hilang FD nya. Kata nya nmax new ini kompresi udh gede. Busi nya masih sama kaya nmax old jadi kurang. Trus saya beli racing merek BRT . Dan hilang fd ny, biasa nya stelah ganti oli baru udh hijau aja oli 500 km. Tapi skrg udh aman. Kalau konsumsi bahan bakar selisih dikit, 45/L. Sekrg udh 47/L.

Sudah hampir kebeli. Tapi batal semenjak memperhatikan bahwa rekomendasi busi BRT itu terlalu universal. Motor matik apapun, rekomendasi businya sama persis. Padahal kalau lihat di NGK tiap motor punya rekomendasi sendiri sendiri. Kalau beli busi BRT ada kemungkinan bakal terlalu dingin untuk NMAX saya karena sepertinya kodenya meniru NGK. Cocok untuk matik Honda, bakal terlalu dingin untuk matik NMAX, apalagi Nex2.

Sempat juga mempertimbangkan busi Brisk, terutama yang elektrodenya banyak. Tapi asli jadi mundur baca testimoni testimoni berikut:

Arie Hakim
Sya pke busi brisk ar10zs di nmax hargax 350an rasax hampir2 mirip sih…tidak segnifikan nambahx. Lbih signifikan klo modif cvt at bore up sekalian

Masto Adi
Pengalaman saya soal fd nmax ganti busi gak menyembuhkan, saya udh coba pakai busi brisk xline juga tetep fd..

Vix
Benar sekali om, saya pake busi brisk premium, di new Nmax alhasil pake pertalit dan pertamax kl di siang hari cuaca panas langsung betot gas mesin ngelitik berasa mau ngejim, tapi kl pake shell ron 95 atau pertamax turbo malah aman tapi ya itu lebih mahal 😂 semakin besar pembakaran di busi semakin panas mesin, jika pake ron rendah

Sigeth HD
@Wil90 Channel hoax mas brisk businya cepet rusak saya udah pake tipe paling tinggi.. ujung2nya klaim garansi diblokir.. ga nambahin hp ga signifikan..

Intifadha Timur
Nmax 2019 saya kemaren coba pake pertma turbo, tenaga bawah kayak nyendal2 gitu tapi tenaga atas jauh lebih mantap dari waktu pake pertamax atau shell super, nah kalo turbo apa boleh ditambahi minyak wijen atau gak perlu?
@Kupas Otomotif busi pake merk brisk yg standar nmax

Ricky
sedikit testi kebetulan beberapa hari lalu sy coba beli busi brisk utk motor sonic yg harga 50rb.
motor sy jadi kadang2 nembak setelah pake brisk ini, sblm nya pake NGK iridium tidak pernah terjadi.
dari harga memang 2x lipat sih ngk iridum 100rban.

Fuchh
@Ayah Afit makasih om sudah bantu jawab 🙏saya kemarin pakai brisk pingin tau aja, soalnya kan sempet viral kmarin. Tp rasa2nya sih sama saja.

Minyo Channel
Om penulis, coba review atau teliti busi BRISK AR12C. Di toko hijau laris manis. Penjual bilang cocok buat NMax, PCX, Vario 150, Vario 125, Vario 110, Beat, Scoopy, dll. Denger² cara pengkodean BRISK dan NGK berbanding terbalik atau berbeda. Motor saya Vario 110 esp 2017. Kalo mengikuti buku petunjuk, busi nya pake kode 9, saat ini saya pke NGK MR9C-9N. Pernah pakai BRISK AR12C bbrp saat. Untuk starter awal, keduanya sama² gampang. Cmn untuk performa ketika berkendara, AR12C kadang brebet, tp bkn brebet yg parah, bisa dibilang tdk berarti dan tdk mengganggu dlm berkendara. Tp krna saya ragu kode AR12C apakah benar² sesuai dgn mesin motor saya, akhirnya saya balikin lagi ke NGK MR9C-9N, BRISK ya saya simpan di bagasi buat cadangan. Semoga direspon om penulis 🙏

Sepertinya masalah utama adalah karena kode busi tidak pas. Walau ada juga sih yang sudah pas tapi tetap tidak maksimal. Ada juga testimoni dari busi busi lain yang mayoritas terindikasi kode busi tidak pas. Dan memang sepertinya hal ini wajar terjadi di penjualan busi di Indonesia, baik online maupun offline.

Yang kode businya lebih jelas adalah merek NGK, kalau lewat website resminya. Rekomendasi lapak online atau toko offline kadang masih bisa meleset. Ya sudah akhirnya memutuskan beli busi NGK platinum:

Mengapa tidak iridium? Karena harganya beda jauh. Yang platinum ini masih setara dengan beli busi standar di bengkel resmi. Penulis beli dengan harga 35 ribu per buah.

Lagipula yang penulis cari adalah ujung yang lancip. Keunggulan dari ujung lancip adalah bunga api lebih mudah terjadi (tidak makin besar tapi). Ini mengurangi resiko busi busung atau gagal menyala saat AFR terlalu basah atau kering misalnya pada saat gas dibuka mendadak atau dilepas penuh. Istilahnya fewer missfire:

Dan penulis puas telah memilih kedua busi itu. Terasa peningkatan pada respon mesin. Tenaga tidak terasa meningkat, tapi bukan peningkatan tenaga yang penulis dalam penggantian busi ini, penulis ingin menghilangkan masalah.

Yang paling terasa adalah yang di motor Suzuki Nex2 bensin pertalite, yang diganti dengan NGK CPR7EAGP-9 (Aslinya Denso U22). Idling yang biasanya terlalu rendah jadi normal lagi langsung instan setelah busi dipasang. Sebelumnya mesin selalu mati ketika gas dibuka penuh mendadak. Setelah ganti busi masalah itu hilang sama sekali, di gas penuh langsung bereaksi.

Yang di NMAX bensin pertalite tidak begitu ekstrem efeknya setelah pakai NGK CPR8EAGP-9 (aslinya NGK CPR8EA-9). Tapi tetap idling menjadi lebih stabil dan konsisten. Konsistensi juga makin bisa dirasakan di setiap rentang rpm. Beda utama adalah ketika di gas penuh di cucaca dingin dan lepas gas. Dentuman busi menjadi makin terasa ketika lepas gas. Mestinya sih fuel dilution berkurang, tapi penulis belum cek.

Dari hasil itu pula penulis jadi bisa menyimpulkan berapa lama masa pakai busi standar. Motor NMAX mulai tidak stabil rpm idlingnya, Nex2 mulai bermasalah di respon gas dan idlingnya itu di setelah 15 ribu km. Oleh karena itu penulis simpulkan bahwa masa pakai busi standar itu adalah 15 ribu km.

Silahkan bila ada pengalaman penurunan performa busi yang lain dengan melihat kesamaan ciri dari efek tersebut. Kecuali kalau pas sedang pakai campuran aditif migor atau margarin, kalau sampai mengalami masalah seperti Nex2, bisa jadi karena overdosis.

Penulis juga konfirmasi kebenaran informasi dari bro Aksan Aria soal hambatan dari busi berikut ini:

Aksan Aria
Dadang —-Tahap 3
Cek sistem produksi power
1. VVTi pastikan filter dan aktuator bersih
2. Timing gear controller VVTi tidak rattle
3. Setiap busi layak pakai, max resistance 4 Kilo ohm.
4. Test hasil kompresi per silinder, catatan ada 2.
4.1 tes kompresi langsung.
4.2 tes kompresi dg persilinder lobang busi dimasuki oli/migor 5-10 cc.

Aksan Aria
M Davibarupun, keluar dari bungkus kalo tahanan sdh 3 kilo lbh hmpr tak layak pakai. Sdh kepakai 50 rb biar elektroda tinggal separo… Asal tahanan dibawah 2Kilo ohm, Msh bikin motor tanpa hambatan. Dan dalam performa penuh.

@Kupas Otomotif iya om. Karena busi jika tahanam sdh 4.5 K keatas, msh lancar. Tp bbm sisa jika di rpm atas.

Busi NMAX bekasnya terukur punya hambatan 4,2 ribu ohm. Busi Nex2 bekasnya terukur punya hambatan 4,6 ribu ohm.

Sayangnya penulis lupa mengukur hambatan busi yang baru. Tapi jelas bahwa busi yang punya hambatan lebih dari 4 ribu km memang sudah tidak layak pakai.

Menurut bro Aksan Aria, busi baru pun ada yang hambatannya buruk. Karena hal ini maka peran elektrode menjadi lebih minim. Bila bagian dalaman dari busi iridium itu tidak beda dari busi nikel, maka walau mungkin elektrode bisa tahan sampai 50 ribu km, tetap saja busi tidak awet karena dalaman sudah mulai rusak ketika dipakai 15 ribu km.

Jadi menurut penulis rugi beli busi iridium. Beli busi platinum bagi penulis masih tetap lebih menguntungkan daripada nikel karena ujung yang lancip bisa mengurangi missfire. Lebih baik lagi yang elektrode banyak, tapi masalahnya kode busi elektrode banyak itu seringnya terbatas, jadinya cocok cocokan, nggak bisa untuk semua motor.

Kalau soal tenaga / performa, menurut bro Aksan Aria busi nikel malah lebih sip.

Kalo sama2 baru, iridium, platinum, copper alias standar (nickel), mlh powernya di rpm tinggi msh lbh baik copper om. Boleh tes didyno. Karena hambatan saja dari busi dan cop akumulasinya sdh 8Kilo ohm.

Busi sama2 baru entah motor atau mobil. Gainnya hmpr tidak ada. Mlh rasio minyak goreng naik dari 10 ke 20% di dyno naik 1.2-1.8 hp di motor 155cc. Macam xsr, nmax, nva vva. Monggo didyno klo mau konfirmasi.

Itu mungkin juga salah dari ujung lancipnya. Karena di ujung lancip, bunga api nggak dibendung dulu tapi langsung ngalir sehingga apinya kecil. Kalau di ujung tumpul, bunga api dibendung dulu sehingga baru ngalir kalau api sudah gede.

Tapi kembali lagi penulis butuhnya busi yang lebih minim missfirenya. Terutama untuk mengurangi terjadinya fuel dilution. Juga agar performa mesin bisa tetap prima di berbagai kondisi. Nggak butuh api besar, butuhnya api konsisten. Yang kalau di motor modif, sepertinya terjadi di rpm tinggi:

Iridium ngaruh klo kompresi diatas 12:1. Lbh smooth output hpnya. Tp untuk total hp sama.

Iklan

16 respons untuk ‘Masa ganti busi dari pengalaman = 15 ribu km, iridium tidak bikin awet busi, brisk & BRT nggak sip

  1. Busi NGK Platinum CPR9EAGP-9 sudah bagus banget buat matik injeksi 110 CC dll, apalagi tambah koil racing RPD & kop busi KTC Kytaco, maka api busi lebih besar, sangat bantu membakar bahan bakar dng lebih bagus agar tenaga mesin lebih responsif.

    Suka

  2. Oli mesin good matic 110 cc :
    mesran sae40 700 ml + migor filma 50/100ml, pakai minimal 100 KM atau terserah, buat flushing mesin bersih.
    lalu pakai sae 40 + mannol ester 50 ml (atau mannol ester keramik), pakai sampai 3000 KM atau lebih, selanjutnya ganti oli terserah pilih dari dua campuran diatas atau digabung 😂😂😂

    Suka

  3. Tapi sebetulnya ada ga sih om pengaruh merk busi dengan performanya? atau karena sugesti aja ya? soalnya saya pake Aerox 155 dengan kondisi sudah porting polish dan noken BRT T1 bensin pertalite. Coba NGK standar CPR8EA atau CPR9EA ( busi dingin ) rasanya kurang sip. Tapi ngikutin saran mekanik pake busi karisma kalo gasalah yang Denso U21/U22 gitu ( busi panas ) enak banget. Responsif motor enak, tengah dan atasnya pun enak juga. Terus iseng coba NGK platinum yang CPR6EA malah gaenak, NGK standar yang CPR6EA juga gaenak. Gatau dari dulu selalu pake Denso sugestinya bagus aja wkwk. Oiya pemakaian sehari – hari moreless 60km PP dengan macetnya jalanan Jakarta yang ruaaarr biasaa hehe.

    Suka

    • Wah unik juga ya. denso kode U20 itu mestinya setara CPR6E. atau barangkali tabel konversi aslinya kurang pas.

      Memang kalau mesin sudah modif itu perlu cari kode busi yang pas. Tapi memang busi juga ada keunggulan misalnya punya heat range yang lebih lebar dari merek lain. Mungkin keunggulan Denso itu.

      Tapi unik juga modif begitu malah butuh busi panas.

      Suka

  4. Ane pake busi bawaan Address dr baru smpai 49.000 br ganti, itupun sbnrnya nggk merasa ada masalah, cuma pengen ganti aja

    Suka

  5. Selamat pagi pak. Salam sehat dan tetap semangat bekerja. Mohon maaf sebelumnya kalau pertanyaannya bukan tentang busi. Bolehkah di mobil baru keluaran 2022 (contoh toyota raize, avanza 2022, dan honda wrv) menggunakan oli mesin pertamina Mesran SAE 40 + Migor? Tidak menggunakan oli mesin bawaan pabrik? Terima kasih sebelumnya atas respon dan advicenya

    Suka

    • sama sama, terima kasih, salam sehat selalu juga.

      Suadh ada yang menggunakan mesran SAE 40 campur minyak goreng pada kendaraan tersebut. Rasionay beda beda tergantung pemakai / daerahnya. Tapi untuk awal baiknya 10% saja dulu, apalagi bila mesin berkerak. Kalau ingin suara halus, yang 1 liter pakai mesran B40.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.