Ternyata motor lama pun tetap bisa dibikin dua kali lebih irit


Semenjak memiliki Honda Beat ESP, motor Suzuki Spin penulis menjadi terasa boros. Irit dari Honda Beat hampir dua kali lipat dari Suzuki Spin. Apalagi ini diperparah dengan filter udara Suzuki Spin yang sudah lama tidak dibersihkan. Bila biasanya bensin premium 10 ribu bisa masih banyak sisanya sekarang jadi hampir ngepres.

Sebenarnya motor Suzuki Spin penulis sudah disetel “paling irit” bila menurut setelan bengkel resmi. Karena sudah pakai penambah tenaga, setelan normal justru jadi tidak enak, sehingga setelan harus diiritkan. Setelah diiritkan tarikan justru jadi lebih enak. Jadi selain lebih irit, tenaga justru nambah. Memang bila alatnya dilepas, maka tenaga jadi lemah sekali, namun penulis berencana untuk tidak pernah melepasnya.

Walau dibilang setelan paling irit, sebenarnya setelan masih memungkinkan untuk dibuat lebih irit lagi, namun mekaniknya melarang karena dikatakan bahwa setelan yang lebih irit dari setelan tersebut membuat motor jadi susah menyala dan jadi tidak enak dipakai. Bila diminta konsumen untuk mengiritkan, biasanya mekanik maksimal hanya memainkan setelan udara, tapi khusus untuk motor penulis, mekaniknya juga sudah merapatkan sampai habis baut pilot jet dan main jet. Setelan yang dilarang di rubah adalah setelan ketinggian jarum di karbu. Sebenarnya penulis ingin setelan jarum dibuat lebih dalam lagi, namun mekaniknya melarang.

Bila tanpa alat penambah tenaga, setelan tersebut mungkin sudah maksimal, tenaga sudah banyak dikurangi dan sudah lumayan irit. Namun dengan alat penambah tenaga campuran bensin terasa masih berlebihan. Cirinya adalah bila gas dilepas rpm turunnya lama. Padahal bila setelannnya irit, bila gas dilepas maka rpm seharusnya akan langsung turun. Jadi melihat dari ciri tersebut, setelan masih bisa lebih diiritkan lagi. Penulis menggunakan alat penambah tenaga dua pro capacitor untuk motor Suzuki Spin.

Karena sudah ada niatan untuk membersihkan filter udara, maka penulis sekalian melakukan perubahan pada setelan jarum skep. Normalnya setelan ketinggian jarum disetel di tengah dari 3 kemungkinan posisi ring penahan. Oleh penulis, ring dipindah ke posisi paling ujung, sehingga jarum menjadi masuk lebih dalam, sementara penahan lain dibuat tetap standar. Foto jarum bisa dilihat di artikel berikut:
Seting Karburator Standar Suzuki Skywave, Banyak Cara Akali AFR

 

Efek yang bisa dirasakan setelah modifikasi kecil tersebut adalah tenaga yang sekarang jadi lebih mirip Honda Beat ESP. Bila sebelumnya tarikan di kecepatan rendah mantap, sekarang jadi lebih setara dengan Honda Beat, alias terasa kurang tenaganya. Akselerasi menengah yang biasanya terasa seperti bensin terlalu kaya menjadi terasa lebih pas. Setelan bensin terasa sudah pas, tidak terlalu basah, tidak terlalu kering. Suara knalpot dan rasa akselerasi rasanya sudah tidak seperti bila bensinnya kebanyakan lagi.

Namun yang lebih mengagetkan adalah iritnya. Irit menjadi hampir sama dengan Honda Beat. Biasanya untuk satu perjalanan menuju kantor membuat jarum indikator bensin turun setengah, namun kali ini cuma turun seperempatnya. Ini betul betul mengagetkan penulis. Hanya merubah ketinggian jarum satu strip saja tapi pengaruhnya besar sekali. Iritnya motor Suzuki Spin penulis sekarang ini kira kira 60km/liter. Sebelumnya motor tidak pernah bisa seirit itu, biasanya maksimal cuma mendekati 45km/liter saja setelah servis komplit.

Dilihat dari tenaga dan irit sepertinya setelan yang sekarang ini yang paling optimal. Namun sebaiknya langkah ini jangan ditiru sembarangan apalagi bila motor bro belum pakai alat penambah tenaga. Bila ingin mencoba, lakukan secara bertahap atau sedikit sedikit, jangan langsung sekaligus. Pilihan alat penambah tenaga bisa dilihat di link berikut:
DIY penambah tenaga/irit

Hasil ini juga membuktikan bahwa motor karbu generasi lama pun sebenarnya bisa sama iritnya dengan motor injeksi sekarang, sesuai dengan artikel sebelumnya. Padahal juga motor Suzuki spin itu fokusnya bukan di soal irit namun ternyata juga bisa dibuat irit sekali. Pengurangan tenaga juga masih bisa ditoleransi karena masih tetap bisa kencang. Penulis puas karena sekarang Suzuki Spin sudah bisa sama iritnya dengan Honda Beat.

14 thoughts on “Ternyata motor lama pun tetap bisa dibikin dua kali lebih irit

  1. […] Tambahan: Ternyata motor Suzuki Spin penulis yang karbu bisa seirit Honda Beat ESP setelah setelan karbu dibuat paling ngirit pol. Main jet dan pilot jet mentok rapet, lalu setelan jarum skep dibuat paling dalam. Tapi memang tenaga sekarang jadi mirip seperti Honda Beat. Di gas nariknya lebih lambat. Ternyata motor lama pun tetap bisa dibikin dua kali lebih irit […]

    Suka

  2. Haha..
    Sama kyk saya Pak..
    Saya punya revo 100cc karburator rumah main jet saya besarkan lubang2 udaranya,ingat ‘rumah main jet’nya ya bukan ‘main jet’nya hehe..
    Piston standar,tapi saya stroke up 6mm pke stang honda prima,utk dketahui panjang stang std revo 100 97mm,panjang stang prima 94mm..
    Nah bisa ngitung kn? Dr borexstroke 50×49,5 skrg jd 50×55,5 kapasitas mesin kira2 jd 109cc dgn timing pengapian saya lambatkan dgn geser pulser searah dgn putaran magnet sebesar 1mm krn saya kira rasio kompresi tidak lg 9,0:1 coba hitung sendiri jd brp rasio kompresinya..
    Hasilnya yahut.. tarikan enteng kenceng irit tiada tanding..
    Soal irit brani diadulah hahaha..
    Aneh kn? Setingan karbu jd irit tp kapasitas mesin naik beserta rasio kompresinya..
    Rahasianya saya pke cemenite diameter 8cm 2 lilitan spul menghabiskan 10 meter kabel belden cat5e saya taruh nempel pd selang bensin mor saya..
    Ayo silahkan coba!
    Proyek motor injeksi selanjutnya akan saya garap dgn cara serupa tp entah kpn cz lg sibuk Pak haha..

    Suka

    • Wah hasilnya hebat. terima kasih sharingnya. enak bila motor karbu, lebih fleksibel setelannya.

      CC dibesarkan memang bisa lebih irit dan lebih bertenaga, seperti kasus Mio M3 blue core dibanding Mio J dan Soul GT.

      enak juga bila lebih irit dan bertenaga. selamat🙂. semoga menginspirasi yang lain.

      bila bisa ngetes knocking, mungkin pengapian bisa dimajukan. bila pakai busi katanya jadi bintik bintik bila terjadi pre-ignition / knocking. Mungkin cemenitenya bisa membantu.

      Suka

      • Blm ada wkt buat tes knocking Pak..
        Yg jelas nih hasilnya mantap! Torsi naik top speed naik walau dbuat boncengan ga ngedrop.. premiumnya ga habis2 nih Pak..🙂

        Suka

        • Iya, selamat🙂. Spin yang jadi percobaan ternyata masih bisa ditingkatkan tenagany setelah saya eksperimen dengan setelan angin. Mungkin perlu coba coba juga main di setelan anginnya. Kalau pas bisa lebih mantap sampai suara knalpot berubah.

          Suka

          • Iya pak..
            Rencananya saya mau modif new vixion lightning,konsepnya sama dgn revo saya..
            Saya mau stroke up nvl 6mm pke stang shogun 110..
            Stang nvl panjangnya 97mm ganti shogun 110 94mm jd stroke awal yg 58mm kini jd 64mm..
            Saya mau kasih cemenite yg agak lbh bsr dr punya revo..
            Revo aja hasilnya dluar prkiraan saya apalg nvl ini pak.. udh g sabar nih tp pekerjaan msh numpuk..
            Knp kok saya slalu stroke up? Yaitu krn dsamping hemat jg mmpertahankan part ori dr motor tsb shg dharapkn lbh awet n mudah cari spare partnya,klo djual lg ga kentara modifannya jd hrg g trlalu drop..

            Suka

            • terima kasih sharingnya. Karena vixion injeksi maka perlu cari cara agar bisa mengatur AFR. MUngkin bisa pakai remap atau alat pengatur debit injeksi. Atau kalau pakai cara manual dengan memperbesar udara masuk.

              Untuk ukuran cemenite, mending trial and error saja. Tidak selalu lebih besar lebih baik.

              Semoga sukses.

              Suka

    • maaf mas, stroke Up hanya mengganti setang seher dan tidak mengubah pin Big End di kruk As ?
      yang saya tahu…, Misalnya C100 strokenya adalah 49.5mm… walau di ganti setang seher punya revo 97mm, di ganti punya prima 94mm, atau apa saja…, tetap saja strokenya 49.5 mm.
      karena stroke itu di hitung dari diameter di kruk as.
      jika pin big end di kruk as di geser 0.5mm keluar maka stroke naik 1mm walau memakai setang seher yang sama.

      Suka

      • Yg namanya stroke up ya pasti geser big end kluar dong mas,maaf klo bhs saya salah..
        Revo saya geser keluar 3mm.. jd ktemu nambah stroke 6mm kn? Tolong koreksi jika saya salah..

        Suka

  3. terlalu irit gak bijak juga lho, bisa rusak mesin, yang bener pas, liat businya, kalo businya item kebanyakan bensin, kalo businya merah bata pas, kalo kurang bensi businya kering ring

    Suka

    • Tidak selalu begitu. Warna pada busi menunjukkan endapan. jadi kalau businya hitam, bisa dipastikan silindernya hitam juga.

      Beberapa pemilik mobil LCGC juga bilang businya putih. Yang perlu diwaspadai adalah bila ada bintik bintik atau tanda lainnya:

      Overheating. When a spark plug overheats, deposits that have accumulated on the insulator tip melt and give the insulator tip a glazed or glossy appearance.

      Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

      Modif juga pengaruh. Walau dulu supra fit saya boros (30km/liter), sebelum pakai apa apa warna busi hitam. Namun semenjak pakai cemenite warna busi jadi kuning cerah.

      Warna busi putih juga bisa jadi pertanda pembakaran sempurna. Yang pelu juga dilihat adalah ring coklat di businya.
      Kondisi / warna busi nggak selalu bisa dipakai untuk mengetahui kondisi mesin bro!

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s