Yamaha MX King akan diupgrade dengan VVA downgrade ???


Menurut penulis menarik ada berita seperti berikut:
Yamaha Vietnam siap luncurkan Exciter 155 VVA . . Calon MX King 155 VVA juga nih?

Seperti kita tahu, selama ini Yamaha MX King itu dilengkapi dengan mesin downgrade. Nah sekarang justru malah ada kabar mau dilengkapi dengan mesin VVA.

Padahal dari pandangan orang awam itu VVA gunanya adalah untuk menambah tenaga (padahal intinya bukan itu). Sehingga bakal dibayangkan bahwa tenaga MX King akan meningkat. Padahal sebenarnya menaikkan tenaga Yamaha MX King itu mudah.

Tapi akan menarik juga bila nanti melengkapi Yamaha MX King dengan VVA downgrade. Karena yang sekarang ini kan motor dilengkapi dengan mesin downgrade juga. Bore x Stroke ngeplek persis dengan Vixion non VVA, 57,0 x 58,7 mm. Kompresi ngeplek sama 10,4:1. Tapi tenaga lebih kecil 1 kw = 12,2 kw 11,3 kw.

Versi VVA 14,2 kw, kompresi mesin naik drastis jadi 11,2:1 hingga 12,0:1. Ada dua angka kompresi mungkin karena VVA nya juga punya dua kompresi. Tinggi banget tapi.

Aneh bila MX King nanti dilengkapi dengan VVA downgrade. Karena tentunya kalau memang beneran niat, mencapai hasil yang setara VVA mestinya bisa dilakukan dengan men-detune mesin Vixion non VVA sehingga bisa punya tenaga lebih besar di rpm menengah. Mestinya hasilnya lebih mantap daripada mesin VVA yang dikurangi tenaganya. Apalagi bila kompresi mesin tingkatkan jadi 12:0. Pasti sudah seperti motor korekan bengkel balap.

Bila benar Yamaha MX King pakai VVA dwongrade, maka langkah Yamaha MX King di VVA kan itu bukan termasuk kategori upgrade, tapi lebih kapada penghematan. Biar produksi bisa fokus ke mesin VVA saja. Sekalian bersamaan dengan itu, mesin 150 cc non VVA akan dihapuskan dari muka bumi. sekalian menghentikan motor motor yang nggak laku.

Langkah yang tepat karena konsumen jadi merasa dituruti, tenaga motor nambah. Sementara pabrikan juga jadi lega, ternyata mau juga konsumen untuk harus selalu pakai pertamax turbo.

Kalau nanti mesin VVA ketahuan bermasalah, tidak menutup kemungkinan balik ke non VVA lagi.

Bisa dengan menciptakan teknologi yang seakan lebih hebat dari VVA padahal aslinya kembali ke asal. Kan masih ada misalnya “crossplane” single silinder with counter rotating crankshaft 🙂 🙂 🙂

Iklan

15 respons untuk ‘Yamaha MX King akan diupgrade dengan VVA downgrade ???

  1. kompresi tinggi dalam data spek itu kompresi statis (perbandingan volume ruang bakar dan volume silinder), sedangkan kompresi dinamis pasti lebih rendah dari angka tersebut, mungkin tidak sampai 10 : 1 sehingga masih bisa dikasih Pertalite klo kepaksa (atau premium kalo kepepet banget), lagipula keberadaan VVA IMHO jadi terasa kurang optimal ketika yamahmud “hanya” menggunakan diameter klep in yang masih tergolong kecil, kabarnya R15 VVA cuma 20 mm diameter klep in nya (atau cuma naik 1 mm doang ketimbang mesin vixion biasa) padahal dengan bore 58 mm seharusnya pembesaran diameter valve in bisa dimaksimalkan hingga setidaknya 21.5mm-22mm seperti paket head klep lebar made in BRT. dengan memakai diameter klep lebar tidak akan lantas trus jadi boros, contoh mesin Mio M3 walau diameter piston cuma 50mm tapi pake klep in 25.5mm kabarnya, pakem ini mirip apa yg telah dilakuin hando pada beat esp seriesnya yg juga pake valve lebar untuk klep in nya, tinggal gimana pinternya enginer dalam pengaturan ruang bakar dan manajemen buka tutup klepnya aja. toh faktanya Mio M3 emang iritnya bejaban dg Beat dan Spin.
    apalagi kalo klepnya dimodif back cut valve yg dapat menambah extra flow kabut bbm diputaran atas, beehhh mak nyusss…

    artikelnya 😀

    https://rat-motorsport.com/2016/02/06/racing-head-tips-klep-batang-kecil-cara-pasti-meningkatkan-airflow/

    dan ini

    https://www.motorplus-online.com/read/251219002/yuk-kenalan-dengan-back-cut-valve-dan-apa-kelebihannya#!%2F

    Suka

    • Bukankah rekomendasi bensin sekarang ini acuannya adalah kompresi statis yang ada di spesifikasi?

      Bengkel balap rat motorsport pakai kompresi statis untuk referensi pemakaian bensinnya:
      Tips modifikasi : KUNCI PERFORMA MESIN 4-TAK

      Contoh mesin jupiter standard inlet valve close pada 65 derajat, jika ingin modifikasi street performance, maka cukup naikin rasio kompresi standard awalnya 9 : 1 , bisa dibuat jadi 10.5 : 1 dengan bahan-bakar pertamax, maka rasio kompresi dinamisnya akan berada pada point 8.3 : 1,

      Juga:
      Dynamic Compression Ratio Explained

      The first thing to understand is that “compression ratio” (CR) as it is usually talked about is best termed “static compression ratio”. Higher CR also improves fuel efficiency and throttle response. So why not bump up the CR even further? Once CR exceeds a certain point, detonation will occur. Detonation kills power and it kills engine. The amount of compression a given engine can handle is determined by many factors. These include combustion chamber design, head material, use of combustion chamber coatings, etc. Once these mechanical aspects of the engine have been fixed, the main variable is fuel octane. Higher octane = more resistance to detonation and the ability to tolerate more compression.

      Untuk diameter valve, mungkin kalau diperbesar bakal terlalu boros / merusak rasio.

      Perlu diingat juga bahwa yang mempengaruhi lajunya udara masuk bukan hanya ukuran valve tapi ukuran intake dan saluran hisap. Nggak bisa disamakan matik dengan sport.

      Suka

  2. yg disayangkan mesin VVA R15 V3 itu adalah IMO suatu mesin yg tanggung dimana salah satu penyebabnya diameter klep in nya masih tergolong kecil, katanya cuma naik 1 mm doang dari mesin vixion biasa yg punya diameter 19mm, FYI diameter yg sama juga dipake pada mesin jupiter MX 135. artinya dengan pembesaran diameter piston dari 54mm (MX old) ke 57mm (MX New, Vixion biasa) mereka tidak mengubah besaran diameter klep in, dampaknya ya ke performa, putaran menengah keatasnya serasa ketahan bin ngeden ngga enak buat ngebut keluar kota dg jalan lurus panjang2, malah mesin geterr abis karna pengaruh overstroke long stroknya, tapi setau ane pemakaian klep kecil ini menguntungkan buat putaran menengah kebawahnya karna bisa menghasilkan power bawah yg besar, dari situ kayaknya sudah dapet di ketahui bagaimana karakter pakem tuning yamahmud.
    namun yg jadi masalah, bener kata Om bahwa fitur VVA ini sudah kadung di cap orang awam kebanyakan sebagai fitur penambah tenaga motor, tapi komponen yg bersangkutan tanggung, diameter klep masih unyil, dg bore mesin VVA 58mm seharusnya klep in bisa dioptimalkan pake at least 22 mm, (MX King road race dg diameter piston 57mm std “bisa dipaksa dijejali” dg klep in 24mm, setara gsx 150 & CBR Old Thai) dg valve lebar maka lift klep tidak perlu lebih tinggi, sehingga beban kerja per klep juga tidak lebih besar, pada akhirnya mesin ini akan lebih memiliki potensi lebih. selain itu VVA ini juga kurang cerdas, mau sehalus apapun kita open throttle tetep aja VVA bakal nyala saat nunjuk RPM tertentu yg artinya bensin lebih boros, tidak seperti i-VTEC mobil hando yg kabarnya tidak akan aktif walau putaran mesin meninggi jika kita ngegasnya smooth pelan2, katanya sihh…..

    Suka

    • Untuk klep mestinya disesuaikan dengan kencangnya aliran udara masuk yang juga tergantung komponen lain, seperti misalnya noken as, diameter filter udara, besarnya lubang intake, besarnya throttle body, dst. Kalau terlalu besar kalau tidak salah ada efek negatif di turbulansi udara dan berat valve. Katanya lebih penting profil valve daripada diameter.

      Valve yang terlalu besar juga punya efek negatif di putaran mesin rendah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.