Nggak setuju susah menyalip di MotoGP itu karena aero, tmcblog


tmcblog barusan mempost artikel berikut yang kesannya motor MotoGP itu sekarang susah menyalip karena adanya dirty air di belakang motor yang pakai winglet:
Soal susah nyalip di MotoGP . . . Dorna yang mulai, Dorna pula yang harus cari solusi ?

Normalnya di zaman MotoGP tanpa winglet – wingletan, pembalap saat melakukan slipstreaming akan memanfaatkan vakum parsial yang dihasilkan oleh motor di depannya untuk mendapatkan peningkatan kecepatan yang besar.

Tapi dari penjelasan selanjutnya, penulis tidak menemukan penjelasan logis mengapa itu bisa terjadi. Yang paling dekat adalah:

Pembalap yang melakukan slipstreaming dan mengikuti pembalap lain, dibelakang akan mendapati besaran downforce yang dihasilkan aerofairing dari motornya sendiri akan berkurang. Ini jelas akan membuatnya jadi bingung untuk menentukan di mana titik pengereman dan titik untuk melakukan akselerasi untuk menyalip.

Tapi itu dimentahkan oleh penyataan berikutnya, bahwa Alex Rins tidak sadar mengapa ia bisa masuk gravel trap:

Sebagai gambaran adalah ketika Alex Rins masuk gravel trap. Ia bingung karena mendapati kinerja pengereman GSX-RR nya berbeda ketika mengerem di belakang pembalap Ducati (feeling pengereman lebih buruk) dibandingkan ketika dalam posisi sendirian.

Walau kata kata yang dipergunakan sama sama “bingung”. Konotasinya beda. Di Bingung yang pertama, pembalapnya mendeteksi downforce berkurang, dan bingung langkah berikutnyabagaimana. Di Bingung yang kedua, Alex Rins tidak bisa mendeteksi hal itu sehingga bingung mengapa ia jatuh.

Di penjelasan lain juga tidak ada soal menghalangi menyalip:

Nah, semenjak 2016 memang timbul banyak keluhan dari pembalap ketika mereka ngintilin Ducati bahwa ada sesuatu yang aneh. Bisa jadi itu adalah semacam ‘Dirty Air’ . .

Dan penulis juga tidak setuju bila winglet motor lain menyebabkan pembalap tidak bisa menyali. Karena selama penulis lihat balapan tahun lalu, dimana semua tim pakai winglet, masih terjadi salip menyalip di lintasan lurus atau sebelum tikungan. Pembalap juga masih memanfaatkan slip stream untuk bisa menyalip, terutama untuk motor Ducati.

Di tahun kemarin (karena penulis nggak lihat balapan tahun ini), nggak cuma Ducati saja yang pakai winglet. Tapi kita bisa lihat bagaimana Ducati bisa dengan mudah menyalip Suzuki dan Yamaha di lintasan lurus karena Ducati punya teknisinya Magneti Marelli dan tim lain tidak.

Maaf ya penulis tidak menggali link artikel artikel lama, tapi penulis pernah menulis bagaimana Jorge Lorenzo mengaku dilema dengan winglet saat masih di Ducati. Winglet sangat membantu meningkatkan grip Ducati di tikungan, tapi di saat yang sama, motor jadi seperti jalan di rel. Kemudi juga disebut jadi sangat berat seperti mengendarai truk. Jadi lebih sulit untuk manuver di tengah tikungan.

Yang menghalangi motor menyalip di tengah tikungan bukan wingletnya motor lain, tapi winglet motor dianya sendiri.

Lalu penulis juga pernah bahas bagaimana perilaku trail braking jadi berkurang semenjak ban berganti dari Bridgestone ke Michelin. Ini karena ban Michelin lebih cenderung lebih ngegrip yang belakang. Ini membuat ban depan punya grip yang inferior saat menikung. Jadi lebih sulit untuk melakukan pengereman depan karena grip ban terpaksa harus lebih dialokasikan untuk membelok.

Trail braking itu penting kalau mau adu pengereman. Kalau mau menyalip di saat masuk tikungan.

Penulis juga pernah membahas bagaimana peningkatan grip ban belakang Michelin di tahun lalu membuat tim Honda dan Ducati menjadi kena dampak negatif. Pembalap pembalap Honda mengeluh karena jadi jauuuh lebih sulit untuk menyalip. Motor Honda disebut punya kesempatan untuk menyalip terutama di saat engine brake, karena akselerasi sedang, top speed sedang, menikung lemah.

Tapi semenjak grip belakang makin menguat, tim Honda nggak bisa melakukan late braking lagi. Pembalap Honda harus sudah tidak mengerem lagi ketika masuk tikungan. Ini membuat tim dengan motor bias berat di belakang jadi lebih sulit untuk belok di tikungan.

Jadinya motor Honda jadi bulan bulanan di salip di engine brake oleh Suzuki dan Yamaha.

tmcblog menyebut Dorna harus membenahi ini, dengan menyinggung soal ECU. Mungkin mustahil, karena kalau ECU dibebaskan, Ducati bakal hancur, karena andalan Ducati sekarang ini adalah mereka punya orangnya Magneti Marelli sementara tim lain nggak punya. Tim lain pada pusing membenahi soal power delivery, Ducati tidak. Paling tidak penulis nggak pernah dengar pembalap Ducati mengeluh hal ini. Yang dari KTM, Suzuki, Honda, Yamaha, Aprilia, sudah ada yang protes.

Yang perlu dibenahi juga ada Michelinnya. Nggak usah deh ban asimetri. Nggak usah deh cari kencangnya, lebih mending cari reliable dan consistentnya. Karena yang sekarang, banyak cerita permukaan ban kiri aus lebih cepat, feeling ban saat FP beda dari saat race, dst. Sekalian ganti provider deh.

Provider rem juga jangan lagi Brembo deh. Kok ribet banget muncul keluhan keluhan dari pembalap.

Rasanya teknis yang perlu dipertahankan di MotoGP itu cuma suspensi Ohlins ya? Karena biasanya kalau salah, maka itu karena salah setingan. Salah dari pembalapnya sendiri. Juga knalpot Akrapovic dan SC Project.

Sekarang ini balapan MotoGP terlalu mengandalkan luck. Padahal yang pingin dilihat itu adalah skill. Jengkel kalau lihat ada pembalap yang menangnya karena Luck. Tidak seharusnya balapan kelas dunia itu adalah adu luck.

4 respons untuk ‘Nggak setuju susah menyalip di MotoGP itu karena aero, tmcblog

  1. Mungkin bobot MotoGP perlu ditambah biar gak pusing dirty air, untung lawannya motor ringan, coba sampingnya ada truk, kena asap truk bisa wuzzz…..bablas …. hehehe

    Suka

  2. Yg jelas ducati belom juara dunia sejak tahun 2007……kebayang 14 tahun ngga punya gelar jurdun cuma menang juara konstruktor jadi betapa lamanya ducati buang buang waktu untuk hal hal yg ribet

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.