Masalah yang bisa terjadi bila sembarangan praktek pakai PCMO dan HDEO di sepeda motor nggak dijamin hasilnya bagus


Penulis akui bahwa oli mobil itu sering kualitasnya lebih baik dari oli motor, apalagi kalau yang dibandingkan itu oli motor murahan buatan lokal yang kw 30 dibanding oli mobil impor luar negeri yang kw 1, wah njomplang banget. (penulis hitung kw pakai jarak, bagus cuma 100km vs bagus sampai 3000km)

Yang penulis heran, kalau punya uang untuk beli oli mobil mahal, mengapa sih nggak coba oli khusus motor yang mahal?

Tapi nggak usah dihiraukan deh, sementara kita anggap saja oli motor luar negeri itu kalah bagus dengan oli mobil. Kita bahas soal resiko pemakaian oli mobil di motor. Barusan ada pembaca yang posting bahwa sudah pakai oli mobil bagus, yang ada boron nitritnya, tapi kok malah kopling jadi nggak enak sesudah 100km.

Berikut akan penulis bahas apa saja masalah yang bisa terjadi kalau pakai oli mobil (PCMO dan HDEO) di motor.

Selip Kopling

Masalah yang paling sering ditakuti adalah selip kopling.

Dari yang penulis ketahui, yang bisa bikin selip kopling kalau dosis aditif moly berlebihan. Pernah penulis bahas:
Molybdenum bukan friction modifier dan bisa bikin selip kopling tapi ada cara agar bisa dipakai motor dengan kopling basah

 

Contoh klaim dari pabrik oli:
Are Mobil 1 Racing™ oils compatible with a wet clutch engine?

These oils are not recommended for wet clutch applications due to their high level of molybdenum.

Liqui Moly Engine Oil Additive

The maximum dosage for motorcycles with a wet clutch is 2 %!

Dari postingan pembaca penulis coba cari info soal boron nitride dan ketemu referensi berikut yang malah sama sekali nggak boleh dipakai untuk motor dengan kopling basah:
LUBTECH BORON NITRIDE lowers fuel consumption and helps to maintain the condition of the engine

The product isn’t adequate for the use of two-stroke engines, and gear oil for motorcycles (wet clutch)

Liqui Moly Cera Tec

DESCRIPTION: Micro ceramic solid lubricant suspension based on hexagonal boron nitride (BN) in mineral oil.

Not suitable for use with wet clutches!

Jadi menurut pabrik oli, aditif molybdenum disulfide dan boron nitride itu bisa bikin selip kampas kopling.

 

Padahal aditif moly itu sering dipakai andalan pabrik oli untuk mengurangi keausan.
Mengenal standar GF-6, bukan olinya yang harus encer tapi mesin modern harus didesain agar nggak rusak kalau pakai oli encer dan aditif olinya harus jauh lebih baik lagi

Molybdenum selain bisa mengurangi hambatan friksi juga bisa mengurangi LSPI, namun timbunan kerak dari molybdenum juga perlu diperhatikan.

Boron juga:

Karena lapisan film oli encer lebih tipis, dibutuhkan pengembangan lebih lanjut dari aditif yang mengandung ZDDP dan boron agar bisa memberikan perlindungan anti aus yang dibutuhkan.

Jadi oli mobil itu seringnya ditambah banyak boron atau moly biar nggak gampang aus. Masalahnya kalau di motor dengan kopling basah, aditif tersebut nggak cocok.

Berikut daftar oli yang cocok untuk motor dengan kopling basah. Tapi penyusunnya sendiri bilang ini daftar lama yang bisa jadi tidak berlaku untuk oli produksi sekarang:
Daftar oli mesin PCMO, HDEO dan MCO yang cocok atau tidak cocok untuk kopling basah beserta informasi base oilnya

 

Spash

Ini ada hubungannya dengan kandungan moly dan TBN. Spash itu mempengaruhi pembentukan kerak di ruang bakar. Kerak di ruang bakar itu walau mungkin nggak membuat mesin rusak tapi tetap bisa mengurangi performa.

Ruang bakar itu suhunya beda dengan suhu dari ruang mesin:
Apa Yang Sebenarnya Dilakukan Oleh Pelumas Mesin?

Entah perasaan saja, penulis merasakan beda performa antara waktu pakai oli tanpa moly dengan oli pakai moly (pertamina enduro matic). Suara knalpot jadi nggak keras / teredam. Tarikan juga terasa tidak plong. Sekarang pakai oli mesran super sepeda motor justru tarikan terasa plong walau sedikit berat.

Kalau menurut Richard Widman, yang dipercaya beberapa orang sebagai profesor oli yang wajib dipercaya, kandungan moly itu problemnya adalah pemebentukan kerak.
Soal “Kesalahan Persepsi Awal Coba Oli Sesat” (HDEO/PCMO) sebenarnya karena beda standar dan implementasi berdasar info dari Prof Widman

Both moly and boron, for example are good antioxidants. High loads of moly can be good for anti-wear, but also add to total ash content, fouling valves, and forming deposits. Total sulfated ash content needs to be restricted by limiting the amount organic-metallic additives to limit deposits.

Dikatakan bahwa moly dan boron adalah antioksidan yang bagus. Kandungan moly yang banyak itu bagus untuk anti aus, tapi juga akan menyebabkan peningkatan spash, kerusakan valve dan pembentuukan deposit. Jumlah total dari spash perlu dibatasi dengan mengurangi jumlah kandungan bahan aditif metal-organik untuk mengurangi deposit.

Katanya begitu.

Selain karena kandungan moly, spash juga lebih tinggi untuk oli yang TBNnya tinggi. Oli yang punya TBN tinggi itu biasanya oli untuk mobil diesel atau oli untuk keperluan long drain interval.

 

Long drain interval itu tidak lebih aman untuk lingkungan, tidak lebih awet untuk mesin

Beberapa orang pakai alasan bahwa kalau pakai oli PAO atau oli HDEO yang masa pakainya bisa lebih panjang maka bisa lebih ramah lingkungan. Penulis menganggap itu salah.

Bila menurut penelitian, maka yang bikin oli beracun itu adalah pemakaian. Karena penyebab oli jadi beracun adalah pemakaian, maka jadi nggak beda antara mau gantinya cepat atau gantinya lama. Dan karena itu juga bahan oli nggak akan pengaruh banyak. Walau aslinya bahannya aman, setelah dipakai maka jadi beracun. Oli bekasnya yang bahan PAO pun beracun.

Iya memang bahan PAO relatif lebih ramah lingkungan, tapi perlu diingat juga bahwa di oli isinya ada aditif aditif juga. Aditif aditif ini ada yang tidak ramah lingkungan juga. Tapi bahaya utama tetap racun dari hasil pemakaian.

Itu semua penulis jelaskan di artikel berikut:
Drain interval lebih lama tidak lebih ramah lingkungan, oli mesin itu limbah beracun termasuk juga PAO

 

Tujuan dari pakai oli itu yang utama adalah membuat mesin lebih awet. Jadi pakai motor itu bukan agar olinya awet tapi agar motornya awet. Menurut penulis tidak ada gunanya memaksakan long drain interval bila suara jadi kasar. Nggak ada gunanya memaksakan long drain interval bila performa mesin berkurang. Nggak ada gunanya memaksakan long drain interval yang beresiko menimbulka sludge dan kerak.

Mending pakai pendek pendek sesuai kemampuan yang penting mesin bisa tetap halus, bersih dan performa prima.

Ada juga yang memaksakan nggak nambah oli. Bila tujuannya agar mesinnya awet, maka kalau olinya sudah berkurang ya sebaiknya ditambahi.

 

Film strength, Shear stability, HTHS, kekentalan, viscosity index dan bahan oli

Saat memilih oli mobil atau oli berbahan dasar PAO, ada yang pakai alasan HTHS lebih tinggi, shear stability lebih tinggi, viscosity index lebih tinggi, dst. Menurut penulis itu ujung ujungnya film strength. Beberaoa sudah penulis jelaskan di:

 

Oli dengan HTHS tinggi itu artinya walau panas dan dikocok kocok masih tetap kental. Kalau oli kental ya film strengthnya tetap terjaga.

Oli dengan dengan VI tinggi itu walau di suhu tinggi sekali olinya nggak gampang encer. Kalau olinya nggak gampang encer ya film strengthnya terjaga.

Oli dengan shear stability yang tinggi itu artinya walau dikocok kocok oli nggak akan gampang encer. Kalau olinya nggak gampang encer ya film strengthnya terjaga.

Jadi sebenarnya semua bermuara ke film strength

Oleh karena itu pula penulis lebih mementingkan film strength daripada aditif anti aus:
Ini alasan mengapa film strength jauh lebih penting daripada kadar moly atau ZDDP

Film strength yang penulis pentingkan itu film strength olinya, yang bisa mencegah logam bersentuhan dengan logam lain, bukan film strength hasil reaksi kimia zat anti aus saat logam menggencet logam lain. Jadi walau motor penulis matik, penulis nggak suka oli dengan moly. Ini juga alasan penulis selalu menambahkan minyak goreng ke oli mesin/transmisi.

 

Ada yang mengukur film strength pakai angka. Contohnya seperti yang ditunjukkan oleh 540 RAT. Ia menunjukkan angka hasil pengukuran pakai alat buatannya sendiri untuk banyak sekali oli.

Ada yang mencoba mengira ngira film strength pakai acuan HTHS, atau bahan oli, atau viscosity index, atau kekentalan, dst. Menurut penulis ini kurang pas.

Penulis pakai cara langsungan. Dicoba.

Kalau saat dipakai suara mesin jadi kasar maka film strengthnya kurang. titik.

Misal macet suara mesin jadi kasar berarti film strengthnya kurang. Misal dipakai kencang suara mesin makin kasar berarti film strengthnya kurang. Misal setelah dipakai kencang lama suara mesin kasar berarti film strengthnya kurang.

Ada yang bilang bahwa suara mesin jadi kasar saat pakai oli PCMO atau HDEO itu tandanya penyesuaian. Penulis nggak setuju. Kalau suara makin kasar ya itu artinya film strengthnya kurang, itu artinya olinya jelek.

Ada yang walau suara mesin kasar oli tetap dipakai dengan alasan masih bening. Penulis tidak menyarankan. Bagi penulis, kalau suara mesin sudah kasar, maka walau olinya masih bening, maka oli harus diganti. Penulis punya pendapat yang sama dengan 540 Rat, bahwa fungsi utama dari oli adalah melindungi mesin. Dan mesin terlindungi itu cirinya gesekan berkurang. Gesekan berkurang ditandai suara mesin yang halus. Jadi kalau suara mesin sudah kasar maka olinya sudah waktunya diganti.

Namun tentu ada saja oli yang walau suara mesin masih halus tapi sudah teroksidasi atau tidak lagi bisa membersihkan mesin. Oli juga tetap harus diganti walau suara masih tetap halus.

 

Menurut penulis, daripada beli oli mobil mahal, lebih baik beli oli motor dengan harga yang sama, atau yang mereknya sama yang sekelas. Tapi kalau merek lokal memang seringnya oli yang untuk mobil lebih bagus daripada untuk motor. Sepertinya ada beberapa oli luar yang ikut tren seperti ini. Padahal kalau di luar negeri biker itu mengeluh harga oli motor kemahalan padahal kualitas tidak terasa lebih baik dari oli mobil. Sementara di sini biker mengeluh karena oli motor kualitas lebih jelek dari oli mobil padahal harga hampir sama.

Iklan

36 thoughts on “Masalah yang bisa terjadi bila sembarangan praktek pakai PCMO dan HDEO di sepeda motor nggak dijamin hasilnya bagus

  1. varioLEd aq isi primaXP kon agak berat ya tarikanya,,
    apa kurang encer kira2,,
    oli buat motor matic kira2 yg lumayan apa ya,,
    yg harganya dibawah fastron hijau,,

    Suka

      • ok, terimakasih,,
        iya aq lupa gk lihat kekentalan,,,
        sekalian buat vega RR,,pikirq beli aja 2 botol..
        prima xp di vega enak..tp di vario agak berat padahal udah tmbah minyak goreng 150ml,,,
        gk tau kl motor matik butuhnya agak encer.

        Suka

          • mngkin karna vega manual jd beratnya akselerasi gk begitu terasa,
            kl matic gmpang terasa,,
            yg pakai fastron hijau cuma si verza,,krna agak mahal,,jd cm verza saja yg pakai..nanti coba saya ganti enduro racing,
            kl kurang puas ya terpaksalah vario ikut verza minum fastron hijau.
            terima kasih om.

            Suka

  2. salam om cahyo, nanya motor jadul smash 2003 oli apa ya yang sip? selama ini prima xp gak masalah sih, cuman mungkin ada yg lebih oke dan worth it dengan harganya. thanks

    Suka

    • salam.

      Selama masih enak dan masa pakai cuma beberapa ribu km pakai prima xp sebenarnya nggak masalah. Saya sendiri sekarang pakai mesran super motor, tambah minyak goreng :).

      Kalau ingin merasakan yang lain bisa dicoba shell AX5, AX7, total hi perf, fastron techno 15W50 (ungu). kekentalan cari yang sama saja.

      Suka

  3. Indikator kehalusan mesin itu suara atau getaran?
    Ada oli yang halus suaranya, tapi kalo gas pol bergetar/ngeden (padahal oli encer)
    Ada oli yang suaranya kasar/sring2, tapi buat gas pol getaran halus (kalo pake headset berasa naik mobil)

    Suka

    • Iya, suara halus dan tidak bergetar saat dipakai kencang. Suara kasar saat pelan bisa jadi cirinya motor. Tapi tetap kalau olinya bagus suara jadi lebih halus.

      Oli encer tapi bikin ngeden kasar berarti film strengthnya kurang.

      Suka

    • @bro”Rifs…
      U/ sharing oli-nya ane kasih big applause berroh…
      Namun bermotor menggunakan headset-nya itu loh yang ane miris,Krn sangat mengundang malapetaka berrooh😱😱😱👹👹👹😈😈😈
      Gimana tidak?
      Orang bikin kurang konsentrasi sekaligus gak denger suara klakson kendaraan Laen…
      Pernah ada tetangga ane pake headset sambil nyebrang rel sebelah rumah,gak denger klakson kereta yg sedang lewat…
      Akhirnya yaaaa…
      Wassalam sukses menuju nirwana berrooh👼👼👼
      Sereeeemmm berrooh👻👻👻

      Suka

    • Kejadian mirip pernah saya alami ketika ganti oli dari fastron disel ke fastron hijau di megapro primus. Kebetulan setelah membersihkan filter udara dan karburator, saya coba setel ulang karburator dengan menambah bukaan baut angin hampir1/4 putaran. Getaran dan ngeden nya jadi hilang. Kemungkinan ngeden dan getarannya karena campuran bensin masih terlalu basah. Apalagi setelah ganti oli yg lebih encer / enteng..

      Suka

  4. Kalau pakai Valvoline Premium Conventional 10W-30 API SN GF-5 + 10% minyak goreng suara dengung mesin berkurang gantian suara knalpot dan cvt yang kasar. Konsumsi BBM juga tambah irit.

    Suka

  5. Assalamu’alaikum, Pak cahyo apa masih pakai oli fastron utk motor maticnya? Utk penambahan minyak goreng, bagusnya lsg di tambah saja di bak oli, apa di oplos dulu Pak? Saya belum coba soalnya odometer masih di bawah 500km he..he.. Oli SGO jg masih ok di Address saya, mesin masih halus tarikan jg enak.

    Suka

    • wa ‘alaikumusalam. sudah enggak. sesudah fastron pakai enduro matik tapi kecewa karena tenaga terasa berkurang (karena spash). sekarang lagi coba mesran super motor, rencana mau cari yang lebih murah lagi. pakai mesran super + MG lumayan juga. mesin halus. tapi karena kental agak berat. Boleh langsung ditambahkan ke mesin saja, IYa, oli MGO lumayan kok. Kalau ragu boleh sebelum ganti oli cobanya.

      Suka

  6. selama saya mengendarai motor pake oli sesat . saya punya asumsi . (syarat setelan mesin sudah pas) . bila shifting lebih keras maka tenaga akan keluar sepenuhnya. namun bila shifting empuk maka tenaga seperi tertahan .. Disini saya pakai Jupiter Z1 . dan sudah menggunakan hdeo selama kurleb 20rb km .

    Suka

  7. Kalo oli diesel itu film strenght nya lebih rendah ya…trus faktor apa yg jd penyebab oli diesel itu HDEO? Jika film strenght nya lebih rendah… saya 4 tahun pakai prima xp tidak ada masalah km. 71.045 sekarang, hanya 3 kali ganti busi, busi terakhir dari januari 2015.

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Itu hasil tes dari 540 RAT. mungkin karena oli diesel itu kental, baik dari SAE ataupun HTHSnya. Film strength didapat dari kentalnya.

      sip bila tidak pernah masalah. coba sekali kali tambah minyak goreng 10%, misalnya sebelum ganti oli, untuk membandingkan.

      Suka

  8. Saya pakai jupiter Z1 thn. 2013 om cahyo…top speed msh bisa 115kpj, gigi 3 mampu 92kpj kondisi standart, tiap 2500-3000 ganti oli pakai prima xp selama 4 tahun. Tertarik pakai MG juga

    Suka

    • wah lumayan tuh. setahu saya jupiter z1 itu terhalang sama gigi/limiter. jadi top speed sebenarnya bisa lebih tinggi kalau gir diganti.

      wah periode penggantian oli lumayan cepat juga. sesuai petunjuk. Iya, silahkan coba mg.

      Suka

  9. Curhat dikit om…
    R25 ane kemaren ganti oli, tetap pake yamalube supersport + mg… Mesin lebih halus, perpindahan gigi mulus…. Jalan 100km, cek warna kelihatan bening, ane kuras malah hitam… Akhirnya ane pake shel hx7, hasilnya mirip dgn yamalube ss+mg.

    Yg jadi pertanyaan, kok baru 100km udah hitam ya olinya om?

    Suka

    • Apa itu sludgenya yang jadi larut? karena kalau ambil dari atas cuma dapat bening, sementara kalau dikuras sama sludgenya. sebelumnya oli apa?

      bagus juga pakai hx7 mirip yamalube + mg. saya baca ada beberapa orang yang mengalami selip kopling saat pakai hx7.

      Suka

  10. kalau untuk matic kira2 bagusan fastron hijau / castrol power 1 scooter om. ? atau mungkin ada saran lain ?
    selama ini ane pakai castrol power 1 ( ganti oli tiap 1000km paling lama 1500km.
    alasan pngn ganti karena penasaran dg performa & kualitas oli fastron, bukan karena long drain interval & walaupun bisa untuk long drain interval ane lebih baik untuk tetap mengganti oli max tiap 1500km utk keawetan mesin daripada ganti tiap misalnya 3-4rb km sekali tapi mesin gak awet utk jangka panjang.. terimakasih.

    Suka

    • Silahkan coba fastron. Coba yang 15W50 dulu. Atau valvoline, total dan motul. Menurut saya oli matik itu selain terlalu encer juga terlalu banyak molynya.

      Oli motor bagus biasanya dirancang untuk bisa sampai 5000km. Di motor sport pun normalnya 7500km. Namun saya juga cek kasarnya suara mesin. Kalau oli masih bening juga belum tentu olinya masih bagus. Bisa saja olinya tidak melarutkan kotoran dan pada ngumpul dibawah

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s