Sebenarnya motor untuk Indonesia perlu dirancang agar tahan kena lubang, tapi karena konsumennya rela mau bagaimana lagi?


Barusan rame berita triple clamp Honda CB150R patah saat dipakai di jalan. Ada yang bilang kena lubang. Menurut penulis sih karena tambalan jalan, tapi sama saja efeknya. Sebelumnya juga pernah ada berita Mslah swing armnya patah kena tambalan jalan. Cuma sekarang kebetulan yang kena triple clamp:

Akhir akhir ini terkesan bahwa wajar bila motor rusak bila terkena lubang atau tambalan jalan. Penulis nggak setuju. Karena harusnya motor itu mirip dengan kosmetika. Dibuat cocok untuk iklim Indonesia. Jangan disamakan dengan kosmetika luar negeri.

Indonesia itu jalannya kebanyakan nggak rata. Kadang aspalnya menekuk, kadang berlubang, kadang tambalannya amit amit. Motor untuk Indonesia harusnya dibuat lebih tahan untuk menghajar lubang atau tambalan jalan.

Motor kencang yang hanya dirancang untuk jalan super mulus tol atau sirkuit wajar lah bila gampang patah bila kena lubang. Walau penulis merasa aneh juga motogp kok swing armnya gede banget, triple clamnya tebel banget, suspensi depan gede banget. Kok beda dengan motor sport produksi lokal yang tiap harinya dipaksa lewat jalan tambalan atau berlubang.

Nggak ngerti, jadi lupakan saja.

Anggap saja kemampuan menghantam lubang itu penting. Namun pabrik tentu mendesain dengan batas batas tertentu. Ada limitnya. Itu wajar dan bisa diterima.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah pabrik motor lokal sudah melakukan uji menghantam lubang?

Yang penulis tahu ada dua pabrikan yang melakukan itu. TVS, mungkin karena sudah pakai standar internasional mengikuti BMW:

Dan Suzuki, yang sepertinya bikin produksi jadi lambat banget keluarnya. Uinya sepertinya nggak di Indonesia:

Ini contoh saat uji di lobang, nggak tanggung tanggung, mengujinya pakai boncengan:

Ban depan sampai seperti berikut ini:

Ban belakang juga sama:

Untuk pabrik mobil barusan Koenigsegg pamer berikut ini:

 

Penulis tidak tahu apakah Yamaha dan Honda melakukan hal yang sama. Untuk Yamaha biasanya segera setelah spyshoot kemudian dirilis sebulan kemudian. Untuk Honda nggak pakai spyshoot langsung pamer prototype.

Yang jelas dengan uji seperti itu maka kasus velg pecah kena lubang bakal ketahuan lebih dini. Begitu pula swing arm atau triple clam pecah. Atau velg jadi goyang dombret.

Yang model dilewatkan gundukan secara terus menerus juga akan menguji komstir juga. Ada orang bengkel bilang bahwa komstir sekarang sudah seperti jenang, gampang banget rusak, beda dengan dulu. Ada yang bilang komstir harus sering dicek:
Sering Hajar Lubang Kudu Sering Cek Komstir, As Setang Kalau Gak Mau Protol

Rasanya memang trennya jadi harus seperti itu. Harus rajin rajin ke bengkel untuk ganti komstir kalau tiap hari lewat jalan tambalan atau berlubang.

Tapi mau bagaimana lagi? Orang kan sudah mulai menganggap normal motor bisa patah bagiannya kalau kena lubang atau tambalan jalan? Mesin patah kena lubang dianggap wajar. Swing arm patah dianggap wajar. Jadi kalau motor makin lama makin ringkih ya bukan salah pabriknya.

Pengurangan bobot juga sering jadi tameng pabrikan untuk membuat komponen jadi lebih ringkih.

Konsumen juga salah, mintanya motor bodinya enteng. Sama pabriknya ya dituruti. Di Indonesia motor yang kokoh kan nggak laku. Yang laku itu motor yang ringkih. Suspensi pilih yang nggak awet. belakang monoshock, depan up side down, dua duanya lebih nggak awet daripada yang stereo dan teleskopik. Bodi juga begitu, kalau dikasih yang kuat malah mengeluh. Dibilang kalah enteng dengan merek sebelah, dst. Padahal itu sama pabriknya sudah dibuat paling enteng. Jadinya pabrik nggak mikir lagi soal ketahanan.

Pabriknya sih selalu mengklaim walau bobot dikurangi, walau logam dikurangai tapi sudah diperhitungkan sangat sangat sangat muatang sekali. Kekuatan katanya tidak berkurang. Kalau ada artikel yang neyeletuk kok tipis banget, kok kelihatan ringkih, pasti ada saja yang nyeletuk: “itu sudah dipikir sama insinyur pabriknya”, atau “ahlinya pabrik pasti lebih tahu dari sampeyan”, dst.

Entah patah karena tambalan jalan itu sudah termasuk perhitungan ahli pabriknya atau tidak. Jelas pabrikan nggak akan berani mengeluarkan rekomendasi anjuran untuk pelan pelan kalau pakai motor di jalan yang penuh lubang atau tambalan jalan.

Soal pengiritan mungkin ada, namun entah seberapa banyak levelnya.

Untuk Yamaha dan Honda sekali sekali dipamerkan waktu motornya dipakai untuk menghajar lubang.

40 respons untuk ‘Sebenarnya motor untuk Indonesia perlu dirancang agar tahan kena lubang, tapi karena konsumennya rela mau bagaimana lagi?

  1. liat para komentator di youtube dari youtuber yg bahas “CB150R Dianggap Produk Gagal” malah lucu lagi, malah bilang “intinya sampeyan percaya aja mas sama Honda, namanya buatan manusia ngga ada yg sempurna” ngoahahaha…., trus yg komen seperti di artikel diatas juga banyak, ngoahahaha….., sepertinya (mungkin) bisa ditarik kesimpulan bahwa doktrin dari nama besar Honda memang sudah mengakar kuat didalam otak rakyat ini, sampai2 adanya suatu anomali dan kegagalan dianggap hal yang wajar, parahnya lagi dua selebritis blogger amplop justru malah mengelak akan hal ini dan malah bahas soal helm dan soal ngebut & MM93, hahaha…. 😀

    Suka

    • Komen saya soal data penjualan Vixion yg salah malah dihapus di warung jos gandos sandal swallow, smntara komen yg jelek malah dibiarin.
      Kesimpulannya motor yg sesuai dgn kondisi jalan di Indonesia hrs yg tangguh, kuat, durable tapi ttp irit dan nyaman. Soal penampilan gk penting.
      Mgkin yg sesuai kyk mtr yg dijual di Nigeria.
      Kalau pakai motor dual-purpose bike mgkin lebih cocok. Tapi masalahnya hrganya mahal dan enggak bisa bonceng istri krn seat height ketinggian.

      Suka

  2. Ya bayangin aja,
    Tahun 2006 tiger dijual 25 jt, dengan fitur dan power segitu
    10 tahun berlalu, ncb dijual 26 jt dengan power yang mirip namun fitur jauh diatas tiger

    Padahal selama 10 tahun faktor inflasi bisa membuat harga barang naik hingga 2x lipat, harga logam juga naik mengikuti, gaji karyawan juga 2x lipat bahkan lebih,,

    Bisa dibayangkan pengurangan kualitas yang dilakukan produsen sepeda motor

    Suka

  3. Assalamu’alaikum,

    Miris bgt pak nasib konsumen indonesia, jdnya malah pasrah sm pabrikan motor. Komplain malah dianggap pencemaran nama baik. Orang2 yg terlanjur fanatik dgn pabrikan tertentu tanpa sadar terdoktrin…..
    Saya lebih suka blog2 yg kritis spt ini, tapi resiko blog kritis malah dianggap nyinyir sm blog lain, dsb. Lihat sendiri di kolom komentar ada blogger yg malah ngetroll di blog ini, males baca tp lsg ngenyek. Kelihatan bgt blogger yg “sakit hati” sm blog kupasmotor he..he..✌

    Suka

    • Karena hal tersebut berseberangan dengan kepentingan mereka (blogger dan pabrikan yg menternak mereka) bro, kan kontrak dlm menjadi blogger ternak itu nilainya begitu menggiurkan, makanya kalo ane bilang di tanah air kita ini 70-90% blogger roda dua sudah menjadi binatang ternak dari pabrikan penguasa, yang mungkin turut andil didalam menaukseskan market share 80% dari pabrikan penguasa tersebut :v

      Suka

    • wa ‘alaikumus salam. Wah, rasanya perlu dibuat artikel khusus untuk membahas soal pencemaran nama baik.

      Iya, ada yang komentar negatif tanpa baca dulu. Sampai sekarang pun masih ada yang salah mengerti.

      Suka

  4. Ya mau bilang apa lagi ? Nasib jadi konsumen di Indonesia, seringkali diremehkan oleh produsen/pedagang. Buat apa kasih barang berkualitas tinggi dan keuntungan kecil, kalau barang yg kualitas ala kadar lebih laku dan memberikan keuntungan besar.

    Bisa kita lihat sendiri perbedaan kualitas motor di Thailand dan Indonesia, motor yg dijual di Thailand rata-rata berkualitas tinggi dengan material yg terkenal akan daya tahan yg baik, begitu dibuat lokal di Indonesia kualitasnya langsung downgrade! Ambil contohnya saja bagian reflektor lampu. Kalau buatan pabrikan lokal mudah meleleh, beda dengan buatan Thailand lebih tahan panas. ini sudah sy buktikan sendiri loh, banyak contoh perbedaan kualitas part lainnya bukan hanya bagian reflektor.

    Sampai kapan konsumen Indonesia berhenti dapat ampas dan mendapatkan kualitas nomor satu ?

    Suka

    • Harganya juga beda,,
      Contoh aja cb exmotion kalo dirupiahkan jadi 44 juta

      Sapa mau beli 150cc 44 juta??
      Atau supercub 125cc 35 juta?
      Motor masuk sini di downgrade karena mengikuti kemampuan beli masyarakat sini
      USD cbr dan crf aja yang buatan thailand udah di cap overprice kok,, padahal secara kualitas jelas beda dengan usd r15 atau xabre

      Suka

      • Ya, secara tidak langsung itu merupakan penghinaan produsen buat konsumen Indonesia. Serendah itukah Indonesia dibanding Thailand ?
        Wkwk..

        Suka

        • Bukan penghinaan
          Karena hukum pasarnya begitu

          Contoh aja pcx150 yang baru
          Kalo pake kualitas thailand harga disana setara 39 juta,, itu masih rem tromol walo udah abs, sementara disini 32 jt udah rem cakram belakang
          32 jt aja udah mending nmax
          Padahal nmax cuma bagus plastiknya doang, kualitas baut nya aja masih lebih bagus honda (baut yamaha mudah slek)

          Siapa yang mau beli?? Lu mau beli pcx harga segitu?

          Suka

          • Lah, ente koq sewot ? Sy cuma bela konsumen polos di sini yg jadi korban. Lagipula penjualan di sini lebih banyak daripada di sana, kenapa kualitas selalu jadi nomor 2 ? Ekonomi Indonesia juga nggak jauh2 amat sama di sana, kenapa mesti downgrade ?
            Lain hal kalo emang yg dijual kelas low entry, kalo kualitasnya merembet ke kelas di atasnya itu patut dipertanyakan.

            Kalo sy pribadi percaya ada harga ada kualitas, kenapa mesti mempertanyakan kemampuan daya beli orang? Lagian sy nggak suka model PCX, koq situ jadi BC Nmax ? Sebelumnya sy nggak sebut2 merek, tapi ente udah sebut merek jadi sekalian aja ni. H & Y kualitasnya 11-12.

            End of story.

            Suka

          • “Baut Yamaha mudah slek”

            Baut yg untuk membaut bagian mana dulu ini? Tolong jelaskan secara rinci?
            1. Apakah baut tebeng/body?
            2. Apakah baut blok silinder, Blok Kopling/Magnet ?
            3. Atau baut lampu2 ?

            Dan yg terakhir apakah ente sendiri tau caranya buka tutup baut itu ndiri X)

            Suka

  5. Waduh bejimana yee….soalnya pabrikan juga bingung…. Nurutin kemauan konsumen Indonesia yg nyleneh..dan kurang punya pendirian yg kuat….jadi pasar sangat dinamis…. Mudah berubah sewaktu waktu…. Kualitas nomer sekian….merk dan harga yang pertama…. Harusnya sih Blogger itu mengkritisi pabrikan…. Jgn mlh jadi jubirnya pabrikan ……awas kalo ngmg netral netral lagi…sampluk sendal rematik ngko…,,

    Suka

      • Iya sekedar contoh, mohon maaf jika saya salah. Dulu blog pert*m*x7 berani memposting foto2 kerusakan motor spt di blog ini, itupun dianggap BC oleh para komentator sampai blognya rame he.. He.. Tp skrg adminnya lebih “hati-hati”… Mudah2an blog Kupasmotor tdk berubah “haluan” jika ada “papan iklan” nantinya 🙂
        Wassalam

        Suka

  6. Ada brand disini yang dimanja sama kedangkalan pikiran, kebodohan & fanatisme buta fansnya.

    Buktinya tiap ada orang share pengalaman buruk sama produk langsung dia yg baper, kalap & teriak2 BC, padahal pabriknya biasa2 saja.

    Orang2 bodoh itu bahkan ga ngarti bedanya Black Campaign sama Negative Campaign.

    Gimana bisa orang cuma share/ ceritain kejadian nyata koq dibilang BC. BC itu klo kontennya cuma tuduhan / fitnah yg tidak berdasar fakta.

    Suka

  7. Suzuki emg yg pong mantap lah

    Tp iklannya dikit dan kurang pencitraan wkwk
    Karena kualitas tinggi ga perlu pamer

    Beda ama merk sebelah iklan banyak. Body gombrol

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.