Apa beda suspensi Showa SFF non BPnya CBR250RR dengan BPnya CBR150R? versi kupasmotor


Bro Pugman meminta penulis untuk membahas versi penulis soal beda dari suspensi upside down SFF yang diterapkan di Honda CBR150R dengan yang ada di Honda CBR250RR. Asli nggak pede, tapi penulis akan coba bahas.

Berdasarkan keterangan resmi, keduanya mempunyai karakter berbeda:
Review Test Ride Sok USD All New Honda CBR150R, Begini Rasa Ayunan Soknya…

Sok USD punya All New CBR150R ini punya level yang berbeda dari suspensi depan CBR250RR yang hanya Showa SFF (Belum Big Piston). Keuntungan tipe sok USD SFF Big Piston ini lebih pada kestabilan pada saat trek lurus, sedangkan sok USD punya CBR250RR menggunakan komponen Cartridge, peruntukannya lebih ke kestabilan saat high speed cornering.

Kupas Teknis Suspensi Up Side Down SFF BP Honda CBR150R . . . Struktur dan karakternya!

Lalu Pak Endro menjelaskan Bahwa Suspensi Showa SFF BP yang hadir pada CBR150R itu memiliki Karakter yang lebih responsif dan memiliki stabilitas pengereman yang lebih baik. Sementara Suspensi USD Showa SFF pada CBR250RR lebih memiliki Karakter respon pada Cornering yang lebih baik.

Gambarnya seperti berikut ini. Yang punya CBR150R yang kanan:

Animasinya seperti berikut ini, video tahun 2009 dan bukan SFF, tapi sepertinya relevan:

Perbedaan seperti itu membuat penulis jadi teringat debat soal twin tube dan monotube di suspensi mobil.
KYB – Monotube and twin-tube

Desain tabung ganda adalah yang paling umum digunakan pada mobil, truk ringan, SUV, dan van. Ini adalah unit hemat biaya yang memberikan karakteristik penanganan & kontrol yang sangat baik untuk sebagian besar kondisi mengemudi. Desain monotube menawarkan performa tambahan dan dapat memiliki pengendaraan yang lebih agresif.

Ada beberapa referensi lain:
Monotube Vs Twin-Tube – What is the Difference? What is Better?
Twin-Tube Shock Absorber and Mono-Tube Shock Absorber – Which is really better?
Twin Tube Vs Mono Tube Shock Absorbers | Know Your Parts (youtube)

Bila disimpulkan maka inti dari perbedaan antara twin tube dan mono tube adalah friksi dan timbulnya buih. Dengan ukuran piston yang lebih kecil, twin tube mempunyai friksi yang jauh lebih kecil daripada mono tube. Yang BP friksinya lebih besar.

1.Friksi ini sepertinya mempengaruhi hambatan pada gerakan awal dari suspensi. Jadi penulis tidak setuju dengan pendapat tmcblog yang mengatakan bahwa itu mengarah ke compression di gerakan suspensi pelan:

tmcblog tebak ini lebih ke Karakter Low Speed Compressionnnya.

Friksi yang rendah ini sepertinya yang membuat hambatan suspensi lebih sulit terbentuk di tipe twin tube.
The Perfect Ride by Fat Cat Motorsports, Inc.

Ada untungnya, ada ruginya mempunyai hambatan yang kecil ini. Enaknya adalah dari sisi kenyamanan, yaitu kena benjolan jalan bisa langsung bereaksi suspensinya. Kalau hambatannya besar, maka sentakan benjolan jalan bakal lebih banyak disalurkan langsung ke setang sebelum suspensi bergerak.

Kalau menurut versi Showa, yang BP itu hambatan suspensinya bisa langsung didapatkan:
Motorcycle Products – Shock Absorbers (Front Forks)
Big Piston Front Fork [BPF]

With the structure’s larger piston size, damping force response improves and high performance is achieved.

Artinya respon dari suspensi depan model BP itu memang sama dengan tipe mono tube di suspensi mobil. Hambatan suspensi bisa langsung dapat, nggak pakai nunggu. Dan ini penting kalau untuk bisa mendapatkan hambatan suspensi yang besar, penting kalau untuk balapan.

2. Timbulnya buih berpengaruh pada konsistensi kerja dari suspensi. Perbandingannya seperti berikut ini:

Perlu jadi catatan bahwa pada video dicontohkan gerakan suspensi yang ekstrem. Dan yang di monotube juga bisa mengalami hal yang sama, bila tekanan anginnya kurang, seperti penulis jelaskan sebelumnya:
3 kelemahan fatal suspensi NMAX (KYB), tabungnya aspal, punya ADV dan PCX sama?

Bila sudah terjadi seperti ini, maka akan terjadi juga hysteresis. Penjelasan ohlins sual hysteresis:
TTX40/ TTX46MT Owner’s Manual

Histeresis sebenarnya adalah kelenturan dalam sistem peredam. Penundaan efek kenaikan tekanan dan penurunan tekanan. Histeresis memengaruhi kinerja dari peredam tersebut. Umumnya, diinginkan minimal kelenturan. Terutama di mana ada gerakan peredam yang sangat pendek. Misalnya di kursi tunggal, dengan pukulan yang sangat pendek, Anda bergantung pada kecepatan kekuatan redaman menumpuk dan jika ada penundaan, peredam mungkin ubah arah sebelum ada redaman sama sekali. Karena ini, histeresis perlu dijaga seminimal mungkin.

Penjelasannya panjang, silahkan dibaca sendiri untuk lebih lengkapnya.

Dijelaskan bahwa hysteresis lebih mudah terjadi pada model twin tube:

Berikut contoh lain:

Dijelaskan bahwa hysteresis bisa mengurangi daya cengkram ban dan mengurangi kenyamanan:

Disebutkan bahwa desain mono tube bisa menghasilkan hambatan suspensi yang jauh lebih besar (penting untuk balapan):

Penulis sendiri pernah merasakan suspensi twin tube pada saat mempunyai suspensi YSS DTG. Biasanya di saat panas terik. Kebetulan suspensi YSS DTG itu pernah njebrot gasnya. Ditandai oleh oli yang menyebar. Sempat nggak layak pakai:
Suspensi belakang YSS DTG belum 5 ribu km sudah soak?

Tapi ternyata bisa diakali:
Memperbaiki sendiri suspensi YSS DTG tanpa suntik tanpa potong (agak) suskses!

Dalam kondisi angin sudah bocor tersebut, kadang suspensi terasa tidak enak, terutama pada saat siang hari. Kerja jadi tidak konsisten. Namun tidak sampai terlalu mengganggu. Jadi memang kalau BP disebut lebih stabil maka penulis setuju. Stabil dalam artian konsisten. Stabil dalam artian suspensi bekerja tidak berubah berubah responnya.

Namun tentu itu adalah idealnya, karena secara kenyataan monotube juga ada yang ngaco, twintube juga ada yang sip, tergantung keahlian pabriknya. Ukuran tabung pun menentukan;
How Shocks Work – Monotube vs. Twin Tube, Size Matters, v2.7

Contoh dyno shock twin tube vs mono tube:
How Shocks Work – Monotube vs. Twin Tube, an In-Depth Look, v2.23 (youtube)
How Shocks Work – KW Hysteresis, OE and FCM KBO BMW damping (youtube)

Kesimpulan:
Jadi apakah memang kalau yang CBR150R itu cocoknya di jalan lurus dan CBR250R itu di tikungan? Menurut penulis itu karena dari Showanya sudah disetel begitu. Tapi setuju kalau dibilang yang di CBR250RR lebih nyaman. Tapi nyaman ada batasnya. Karena kalau sudah terjadi buih, maka jadi nggak nyaman juga.

Dari sisi konstruksi yang BP lebih konsisten dan bisa memberikan hambatan suspensi lebih besar bila diinginkan. Kalau ketemu jalan nggak rata sebentar bakal lebih nggak nyaman, tapi kalau dipakai di jalan yang terusan nggak rata, bisa jadi lebih nyaman.

Dan nyaman atau tidak juga tergantung setelah suspensinya. Nggak cuma konstruksinya saja.

10 respons untuk ‘Apa beda suspensi Showa SFF non BPnya CBR250RR dengan BPnya CBR150R? versi kupasmotor

  1. Terima kasih informasinya, jadi kalau secara sederhana saya simpulkan fork BP ini akan lebih nyaman untuk berkendara jarak jauh ya, karena redaman suspensi bisa konsisten responnya.

    Suka

  2. Ya msh pake shock std yg suka nya jeduk2 (MX King), shock nya skrg mulai ngayun2. Kudu service shock kekx.

    Mw beli USD Variasi harganya mahal2, ya mending shock std bae. Paling ganti per Vega x klo udh bisa keluar motor nya

    Wkwkwkwkwkw…

    Suka

  3. Mantap om, penjelasan yang komprehensif dan objektif. Setuju soal banyak faktor yang bisa mempengaruhi kualitas suspensi. Mau pake Ohlins sekalipun kalo settingan dan konstruksinya kurang sesuai sama motornya juga bakal kurang nyaman. Ditunggu artikelnya artikel lainnya yang seperti ini.

    Saya malahan sudah agak lupa dengan impresi suspensi CBR250RR, jadi tambah penasaran sama ini SFF BP adiknya, walau kayanya masih bakalan agak lama soalnya teman2 komunitas rata2 tidak tertarik karena masih pakai mesin lama. Walau ya buat kenyamanan motor fairing si CBR150R ini buat saya nyaman banget, kalo saya bilang fairing tapi rasanya kaya bawa naked

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.