Resiko bila engine mounting PCX 160 tidak diganjal = mesin patah


Penulis sebelumnya mungkin sempat singgung soal mesin patah:
https://www.facebook.com/groups/3768925359869852/posts/4461246817304366/

Cuma sebelumnya penulis nggak sempat baca detil ceritanya. Di yang ini tidak kena batu, dari mekaniknya pun tidak bisa membuktikan kena lemparan batu:

Bagian yang pecah adalah bagian berikut:

Video silahkan lihat di link:

Ada satu hal yang membuat penulis jadi yakin ini karena engine mounting, yaitu karena suspensi kanan juga bengkok:

Penulis bayangkan bila motor dikendarai boncengan, lewat jalan tidak rata, maka suspensi yang single action akan membuat suspensi makin lama makin pendek. Single action itu maksudnya gerakan memendek tidak dihambat, gerakan memanjang dihambat, khas desain ala matik Jepang.

Desain engine mounting khas matik Jepang membuat perubahan permukaan jalan diredam sama mesin.

Namun karena jalan Indonesia nggak kayak di Jepang, perubahan permukaan jalan bakal ekstrem. Sentakan yang luar biasa akan terjadi ketika perubahan jalan melebihi tolerasi gerakan mesin. Terasa sentakan menyakitkan di badan, dan tentu juga bakal merusak rangka.

Kalau di maxi Yamaha hal ini akan membuat bearing engine mounting rusak sehingga membuat bagian belakang terasa megal megol. Dan rupanya kalau di PCX, ini bisa membuat suspensi kanan bengkok dan mesin patah juga.

Jadi penulis sarankan untuk yang punya motor matik Jepang, terutama yang maxi, segeralah ganjal mekanisme fleksibel engine mounting sebelum terlambat. Mau Honda, Yamaha atau Suzuki sama saja, kecuali kalau sudah pakai suspensi yang double action dan tidak mudah mentok.

Idealnya sih dua duanya, suspensi diganti dan engine mounting diganjal.

24 respons untuk ‘Resiko bila engine mounting PCX 160 tidak diganjal = mesin patah

  1. […] Tapi pemilik PCX 160 mau tidak mau harus rela keluar uang banyak untuk servis rutin karena PCX 160 sendiri bukan motor yang reliable. Harus terus dipertahankan garansinya karena PCX 160 banyak penyakitnya. Mulai dari kasus ring piston macet, silinder baret, water pump rembes, bodi mengap, suara CVT kasar, suspensi bunyi, lampu depan getar, aki cepat habis, ECU error dan bahkan sampai ada yang blok mesin patah segala (mestinya karena desain engine mounting yang cacat): Resiko bila engine mounting PCX 160 tidak diganjal = mesin patah […]

    Suka

  2. ketebalan blok mesinnya tipis banget yah……
    Honda grand dan Supra Bapak gw kayaknya lebih tebel deh blok mesinnya……

    Suka

  3. mungkin geser engine mounting ke atas bisa menyelesaikan masalah …. seperti raja metic : kymco yg terbukti dimana mana belahan dunia … eh.. gen genia keatas sudah ding

    Suka

    • Nggak pernah lihat desain Kymco, tapi untuk SYM ada pembelinya yang ngomong di SYM FNX implementasi model engine mounting ala Jepang yang malah bikin sakit pinggang. Artinya di SYM lama tidak pakai.

      Suka

        • maksud saya dari sisi keberadaan stopper sepertinya baru terjadi akhir akhir ini saja di SYM. Kalau soal pecahan, bisa jadi karena fokus SYM sepertinya di motor cc kecil dan motor laki. Cuma nggak pernah dengar di Kymco pakai coating silinder seperti yang dijelaskan SYM.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.