Metode menambah tenaga pakai Cold Air Induction atau air bleed bisa membuat mesin tidak normal bila berlebihan


Sekarang ini banyak sekali yang memanfatkan metode penambah tenaga Cold Air Induction atau sering disingkat CAI. Walau di luar negeri metode ini mengacu pada mengubah saluran hisap ke lokasi yang lebih dingin, di Indonesia metode ini mengacu pada membocorkan pipa vakum, yang bila di luar negeri lebih umum disebut sebagai Air Bleed.

Contoh implementasi sebagai berikut:
COLD AIR INTAKE ( CAI )

Karena metode yang murah dan mudah, banyak orang yang menerapkan cara ini. Karena mudah dibuat, cara ini juga jadi lahan bisnis yang populer. Namun banyak yang tidak tahu bahwa metode ini punya efek negatif yang bahkan bisa membuat mesin tidak bekerja normal.

Dari segi fungsi, CAI ini dikatakan dapat menambah tenaga, lebih irit, ngelitik berkurang, menanjak jadi lebih bertenaga. Namun berdasar testimoni dari yang sudah pakai tidak semuanya itu benar.

Penulis jadi tergelitik membahas ini karena testimoni dari salah satu konsumen yang tertarik dengan produk pro capacitor. Konsumen tersebut punya kendaraan Avanza yang sudah pakai banyak sekali alat penambah tenaga, namun anehnya masih ngelitik / knocking pada rpm tertentu. Walau dari yang disebutkan tidak menyebut CAI, penulis curiga karena seharusnya dari banyak modif yang disebutkan tidak membuat masalah ngelitik tersebut terjadi. Dan memang benar ternyata konsumen tersebut juga menggunakan modif CAI. Dan ternyata setelah CAI dimatikan knocking jadi jauh berkurang. Walau juga terbantu dengan pemasangan pro capacitor tapi mematikan CAI efeknya lebih besar.

saya sudah pakai magnet macem xpower di pipa saluran bensin & 9power di kabel busi, nano card di filter udara, turbo ventilator, nitro obd2, PCV juga saya beri air boom nano twister, busi juga udah ganti iridium, udah carbon clean & flush oli mesin, cuman kadang masih ngelitik di 2500-3000 rpm pada gigi 3,4. Pakai premium / pertamax rasanya juga masih sama. Kalau di tanjakan parkir mall engga bisa langsung injak gas penuh, karena akan ngelitik di 2000-2500rpm.

Oh iya betul, saya pakai cold air intake cuman bikin sendiri.

Ternyata memang benar setelah kran setelan udara dari cold air intake saya tutup, mobil lebih jarang knocking. Mungkin pasokan udara nya jadi kebanyakan yg membuat campuran bbm jadi lean. Setelah power coil nya saya taruh di kabel yg masuk ke arah mesin dkt master rem, knocking nya jadi hilang waktu kick down (langsung injak pedal gas full), cuman belum dicoba di tanjakan mall.

 

Jadi bisa terjadi situasi dimana menggunakan CAI justru bikin kendaraan ngelitik. Ini berbeda dari klaimnya. Mungkin testimoni berikut juga membantu mengenali bagaimana rasanya pakai CAI:
Katanya “Cold Air Induction (CAI)”, September 13, 2012

setelah dicoba, awalnya rpm mesin dalam keadaan idle naik… gas diinjek responya cepet, tapi setelah gas dilepas, rpm langsung drop dan mesin pincang/mbrebet… terus saya coba tutup ujung selang CAI dengan jari, rpm idle kembali normal. saya coba buka tutup rpm naik kembali. Ternyata dibutuhkan keran untuk mengatur debit udara yang masuk.

Tes CAI Bogor Bandung Via Puncak, September 21, 2012

Senin, 17 September, jam 6 pagi berangkat dari rumah. Mengantar istri ke stasiun bojonggede terlebih dahulu. Langsung tancap gas menuju tol kedung halang. tarikan terasa sedikit ngempos… sempet kecewa juga. tapi lumayanlah masih bisa jalan 130km/jam. memasuki daerah gadog, di tanjakan yang biasanya saya pake gigi 2, ternyata dengan gigi 3 masih kuat, dan RPM tidak drop. perasaan kecewa mulai sedikit berkurang. sampai pertigaan taman safari, hampir semua tanjakan saya pake gigi 3. mantab…. Bingung juga sih… tarikan ngempos, tapi buat nanjak kok malah jadi enak… sampai akhirnya turun masuk cianjur.

 

Sementara itu beberapa pemakai di mobil yang sudah pernah mencoba CAI (bisa dibaca di grup atau forum) mengatakan efek tidak terlalu terasa. Tenaga tidak bertambah namun respon mesin yang berubah. Jadi di gas sedikit sudah seperti di gas banyak, namun akselerasi tidak bertambah. Efek terasa seakan akan posisi injakan gas berubah lebih awal namun tenaga tetap sama, tidak ada perubahan. Ini dikatakan memberikan ilusi seakan tenaga bertambah padahal hanya posisi gasnya saja yang bergeser. Efek samping yang jadi perhatian adalah rpm idle yang naik walau mobilnya sudah pakai injeksi.

Efek samping juga disebutkan oleh seorang produsen kit CAI yang menawarkan versi yang sudah improvisasi di kaskus. Dikatakan bahwa versi improvisasi menghindari peningkatan rpm idle dan menghindari mesin bergetar:

“Keunggulan CAI 2.0 adalah CAI hanya bekerja saat pedal gas diinjak. Jadi udara bisa dimasukan lebih banyak tanpa membuat mesin getar atau RPM naik saat idle”

Jadi model yang hanya pakai selang dan keran justru bisa membuat mesin bergetar saat idle.

 

Pemasangan CAI juga tidak bisa sembarangan. Harus di setel. Di video berikut juga dijelaskan bahwa keran CAI disetel agar tenaga di putaran bawah nambah tanpa banyak mengurangi tarikan di putaran atas.

Jadi penggunaan CAI yang tidak tepat akan mengurangi tenaga di putaran mesin atas.

 

Dari logikanya, membocorkan vakum pipa tentu bisa mempengaruhi kerja komponen yang mengandalkan vakum. Kalau di motor contohnya adalah klep bensin, ada beberapa motor yang pakai kran vakum untuk aliran bensinnya. Ada juga motor yang menggunakan vakum untuk mengatur aliran udara dari knalpot ke saluran hisap, seperti yang ada di motor Suzuki Spin. Bila dilepas, maka tenaga justru turun dan mesin tidak mau idle.

Yang lebih berbahaya lagi adalah versi di mobil yang menggunakan selang vakum dari rem. Konsumennya ada yang laporan bahwa cara ini walau terasa menambah tenaga tapi kadang bikin rem terasa blong. Ini banyak terjadi pada implementasi CAI yang menggunakan HKS kompressor.

Di bengkel, penambahan alat ini bisa dijadikan kambing hitam juga:
Air Injection pada Vixion ternyata bikin pusing ECU?

 

Testimoni tambahan:

Norman Hasibuan: Kemarin malam pas saya italian tune up, ayla yg sdh pake map ecu obd2 dan cai. Mobil pas digerakkin nyundul2

 

Menurut penulis, CAI ini benar bisa bermanfaat. Namun tanpa pembatasan kerja atau cuma mengandalkan keran saja tidak cukup. Penulis merasa bahwa CAI ini berguna hanya pada rpm rendah saja. Walau pabrikan berusaha membuat campuran udara sempurna di semua rpm, namun dengan penambahan udara lewat selang vakum ini membuat campuran udara lebih sempurna bila setelannya benar. Namun ini tidak bisa diterapkan terus menerus dan difungsikan hanya pada saat tertentu atau paling tidak pada rpm tertentu juga. Ini tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan selang dan keran saja.

Bila kita membandingkan fungsi, harga dan efek samping maka sebaiknya tidak usah menggunakan metode penambah tenaga ini. Metode penambah tenaga lain banyak yang bisa lebih membantu. Dan seperti contoh diatas, bila sudah pakai banyak penambah tenaga, pakai CAI justru bisa malah membuat mesin bekerja tidak sempurna.

Sebaiknya jangan pakai Cold Air Induction / Air bleed. Menambah masalah tanpa memberikan keuntungan berarti. Seandainya merasa berguna, sebaiknya sering sering dicek dan disetel agar tidak justru mengurangi kemampuan mesin.

14 thoughts on “Metode menambah tenaga pakai Cold Air Induction atau air bleed bisa membuat mesin tidak normal bila berlebihan

  1. Kalau saya pakai ertiga gx bensin super shell rasa taunya setelah pakai hks kompresor mobil bisa dibawa tanggung bisa digentak kalau sebelum pakai ngak bisa tanggung harus oper gigi rendah apalagi setelah ditambah twin tube setelah katalisator manifold sebelum Saringan tengah kencang direm dadakan digas lagi dadakan ngak terasa banget dropnya
    Itu pengalaman saya mungkin berbeda dengan pengalaman teman-teman

    Suka

    • kalau kondisi mesin prima harusnya HKS tidak banyak membantu. karena itu artinya campuran bensin dan udara tidak sempurna atau terlalu boros. karena perilaku yang sebelumnya juga terkesan karena setelan boros. bisa jadi ISC atau sensor oksigen kotor.

      kalau twintube sepertinya membantu dalam kondisi apapun.

      Suka

      • Twintube itu sperti aps pak aplikasinya?
        Gini nih kan saya pakai grand vitara ban velg diganti gede tapi keluhan ngempos..dikasih turboventilator yg bagian arah udara masuk dan gnti filter aftermarket krasa ga maksimal mungkin turboventilator palsu, tapi waktu diakali pakai cara yg tidak pakem sy taruh stelah filter jd arah ke intake rasanya bener2 krasa nendang. Karna ini palsu pertimbangan laker lepas(nalarnya agak susah) atau baling2 patah(bisa jadi) karna ga ada jaring2nya sperti yg asli, sy taruh di arah sebelum filter aja walau krsanya dikiiit bgt mungkin angin tertahan di filter(ada yg bilang bagus krna udara padat). Nah rencana mau tambah turboventilator asli nih buat di selang intake plus cyclone buat narik udara ke intake dan bikin efek putaran angin sperti fungsinya karna ingin efek jambakanya sperti wktu pakai yg palsu dobel blade.haha.. tapi sy mikir untuk setelah rpm3000 kan butuh dorongan dikit buat nyelip2(bukan balapan atau kebut2an) rencana tambahin hks kompresor dan sudah trlanjur beli tapi belum bisa pasang sendiri.mungkin ngikut artikel diatas jgn dipasang di vakum rem..kira2 bahaya ndak ya atau bisa ndak ngasih efek yg optimal? Soalnya ngempos pak mau nyalip truck bahaya kalau lawan kenceng2 ga mau ngalah. Ndak kebut2an 120an lebih krna ya swajarnya kan aplikasi2 gimiknya tdk dirancang buat balap

        Suka

        • twintube itu tabung resonansi tambahan untuk knalpot. Bisa dibaca di artikel berikut:
          Bajaj ExhausTEC, teknologi knalpot meningkatkan torsi bawah tanpa mengorbankan torsi atas

          Cyclone itu nambah tenaga terutama untuk rpm rendah menengah. HKS kompressor juga begitu, membantu hanya di rendah menengah juga. Keduanya menurut saya cocoknya kalau untuk menanjak saja. Kalau menyalip yang sampai menghabiskan rpm tidak begitu cocok karena keduanya bisa akan mengurangi tarikan di rpm atas. Kecuali bila saat menyalip tidak memanfaatkan rpm atas.

          Beberapa memasang HKS kompressor tidak di vakumnya rem tapi di selang PCV. Dikatakan cara itu lebih aman, tidak terlalu mengganggu kerja rem.

          Repotnya pasang cyclone kalau di mobil itu karena ada throttle body. Udara yang sudah terputar diluruskan lagi sama throttle body. Karena itu ada solusi seperti Throttle body spacer yang memutar udaranya setelah throttle body. Sementara itu di mobil Mitsubishi dengan cyclone engine memutar udaranya dilakukan di manifold (setelah throttle body juga).

          Bisa jadi efek penambahan tenaga karena cyclone itu terjadi karena kevakuman meningkat sehingga ECU menambah pasokan bensin.

          Dari yang saya tahu, cyclone tidak cocok dipakai bersamaan dengan CAI / HKS kompressor.

          Bila kebutuhannya untuk menyalip, barangkali mau coba produk saya? Menambah akselerasi mobil ataupun motor, pemakaian di Ayla membuat jadi lebih mudah menyalip MPV. Namanya pro capacitor.

          Paling tidak kalau mobilnya sudah lama, coba di cek kan sensor oksigennya. Karena kalau sudah soak tenaga jadi berkurang dan boros sekali. Karena setahu saya seharusnya mobil sekelas Grand Vitara tidak susah dipakai menyalip. Atau coba mencari tenaganya ada di rpm berapa, lalu pergunakan rpm tersebut saat menyalip. Karena kalau roda dibesarkan, rpm jadi lebih penting. Tenaga di rpm yang salah bisa cuma separuh dari rpm yang benar. Cara bisa disimak di artikel berikut:
          Membikin grafik kurva tenaga ala dyno dengan data dari video akselerasi

          Kalau ngemposnya hanya di rpm tertentu, mungkin metode the hull effect bisa dicoba:
          Hasil uji penambah tenaga the hulleffect sukses bro!

          Suka

          • Halo pak saya sudah pasang dan bisa nyedot2 cai saya. Cuman saya masih bingung apakah benar pemasangan saya.

            Yang benar di bagian A atau B pak? Saya spekulatif karna pernah lihat foto di gugel itu yg selang B ada orang pasang oil catch disitu jadi saya simpulkan ke selang A. Mohon dikoreksi karna kurang paham otomotip teknik mesin/industri cuman dapet SH susah hidup

            Lalu pak, tentang pemasangan saya yang letak vakumnya menghadap ke bawah apakah berdampak kurang optimal? Karena pasang di sebelah manipol mesin tapi sehabis dipakai saya rasakan daerah situ panas cuman terkena angin pantulan dari blower radiator.
            https://drive.google.com/file/d/0BwNjVMxc2uJeSXJVU3c0bGlsSVE/view?usp=docslist_api

            Sekian laporan dari saya pak mohon bimbingan

            Suka

            • Yang gambar kedua saya tidak bisa lihat.

              Dari yang sudah pasang, percabangan banyak yang menyarankan dipasang di selangnya oil catch, demi alasan keamanan. Karena kalau dipasang di tempat lain berkurangnya vakum jadi mempengaruhi kerjanya rem. Bisa parah untuk jenis mobil yang remnya blong bila mesin mati (setahu saya Honda).

              Dulu saluran B (PCV) tersebut dilepas ke udara bebas, karena kalau masuk mesin justru mengurangi performa. Sekarang dimasukkan ke mesin lagi demi mengurangi polusi. Jadi nambah performa bisa didapat tidak cuma dari tambahan udara masuk tapi juga saat angin dari PCV dikurangi.

              Soal udara dingin, menurut saya tidak pengaruh banyak karena CAI fungsinya menambah rasio udara di rpm rendah yang biasanya kurang pas. Saat menyetel juga harus dilihat rpmnya, lalu dicari yang tenaganya nambah di rpm rendah tapi tidak telalu mengurangi tenaga di rpm tinggi. Kalau terlalu besar bocornya, tenaga di rpm tinggi bisa berkurang.

              Arah menghadap menurut saya tidak terlalu penting. Karena bila kap mesin ditutup maka angin panas dari radiator akan menyebar rata keseluruh bagian ruang mesin. Bila ingin angin dingin, coba cari lokasi dalam ruang mesin yang dipegang tetap dingin setelah perjalanan.

              Suka

  2. Brrti saya pasangnya kliru ya pak, harusnya ditaruh di bagian B itu? Awalnya sy juga masih bingung pak gara2 ada yg pasang oil catch disitu dan bagian A juga mengarah ke intake manipol, pada bagian A itu ada 2 lobang normalnya terpasang 1 selang menghubungkan mesin lalu manipol dan B cuma satu lobang antara mesin menyalur ke selang yg diberi pipa besi menuju depan throttle body jadi spekulatifnya sy pilih yg 2 lubang karna CAI yg sy lihat rata2 dipasang dengan T antara 2 selang, semuanya bisa nyedot angin kalau ndak salah tapi kuat yg mana sy belum tau. Pemasangan di bagian A vakumnya normal tapi spertinya belum terasa peningkatan pada mesin walaupun tidak ada kebocoran selang, ndak tau karna ksalahan saya atau bagaimana. Mungkin nanti sekalian lepas aki reset ECU sambil ganti ke posisi B. Tapi yakin ganti pada posisi B kan pak?

    Suka

    • Bila ingin mencoba, iya, dipasang di selang B saja. Penambahan dari sisi tenaga (misalnya untuk menyalip) banyak yang bilang tidak ada. Yang biasanya dilaporkan positif adalah waktu menanjak, atau dari sisi perubahan respon gas.

      Sebaiknya disetel pakai vacuum gauge atau bisa pakai program OBD2 reader. Vakum normalnya 20psi, disetel sehingga turun jadi 18psi.

      Kalau saran saya, bila tujuannya tidak untuk ngirit, sebaiknya tidak pasang CAI. Bila kendaraan lebih boros dari saat baru, coba cek sensor oksigen. Bila perlu diganti bisa dipertimbangkan modif ECU / nambah piggyback karena harga sensornya mahal. Atau mungkin berminat coba pro capacitor, peningkatan bisa lebih kuat daripada CAI tanpa perlu lepas / mencabang selang.

      Suka

      • Sensor oksigen letaknya dimana pak, apakah kenalpot? Waduh jgn dulu pak klo pasang piggyback udah mau lebaran keburu mudik. Temen saya dulu jg nganjurin itu pasang dastek q+ trs PnP dyno biar tenaga brubah nyata tanpa janji gimik2 sprti turboventilator dll. Tapi biaya hampir setengah motor bebek. Sy coba sbisanya dulu pak nanti sy posting disini hasilnya

        Suka

        • Iya, yang terletak di knalpot yang seperti busi. disarankan harus diganti per 80ribu km, sepertinya lebih cepat bila pakai premium.

          Efek dari pasang piggy back memang tergantung skill yang pasang. tapi kalau sampai harus pasang gimmick seperti turbo ventilator maka mending jangan. btw, pro capacitor bukan piggyback, cuma butuh tempel selang bensin dll saja.

          Pasang CAInya sebaiknya pakai filter biar debu tidak masuk. sebaiknya jangan pakai filter free flow juga.

          Suka

          • Lapor pak ternyata srlang bagian B daya vakumnya kecil skali sampai tisue sj ndak ketarik kalau ga dibantu tangan buat ditempel. Penampangnya jg lebih besar pak dari yg A dan lebih kotor sprti ada olinya..begitu srlang A di cabut langsung ngeses nyedot kenceng pak rpm mesin naik turun..akhirnya ndak jadi pindah pak mungkin sudah bener tinggal reset ECU. Baca2 google reset ecu grendvitara butuh waktu 3jam stelah lepas aki. Mdal tau apakah yg dilepas kutup negatif sj atau positif juga..
            Sudah terlanjur pasang pak ventilatornya itu di dalem box filter arah ke intake sama bagian arah angin masuk ke box filter sm cai juga. mubazir nanti klo udh dibeli ga kepakai. Sy jg ndak tau selang bensinnya yg mana, ini rencana gurah mesin sm bersihin karbon intake jg blum kesampean sbtu minggu penuh. Mungkin lain kali pak coba sarannya udah mau keburu lebaran barusan jg beliin hape buat anak.hehe

            Suka

            • ok. Menurut saya reset ECU tidak banyak merubah keadaan kecuali bila idle rpmnya terganggu. Dari yang sudah pasang CAI juga tidak mengharuskan copot ECU. Dan juga tidak selama itu untuk reset ECU. Biasanya disarankan 10 detik saja copot negatifnya, nggak perlu copot positif.

              Bisa jadi karena sudah pasang ventilator maka CAInya jadi tidak berpengaruh. Coba dipakai sendiri sendiri agar tahu persis perbedaannya.

              Bila yang B ada olinya maka memang itu saluran PCV, memang ada olinya, orang pasang OCT tujuannya untuk menangkap oli tersebut. Iya, sedotan kecil bisa jadi karena kerak olinya menimbun di intake.

              Suka

  3. Pak kebetulan saya mau pake HKS Air Charger secara mobil Ayla ane kalo rpm rendah suka lose power beda banger sama avanza yang dulu saya pake mesin/tarikan jadi ndut-ndutan, bisa kasih rekomendasi ga buat bengkel yang bisa pasangin soalnya saya ga ngerti mesin soalnya dari posting bapak itu mesti di seting. Thanks.

    Suka

    • Maaf tidak bisa merekomendasikan. Cara pasang yang aman adalah jangan di pasang di selang vakum rem tapi di selang dari PCV. Kalau untuk Ayla coba simak video berikut:

      Normalnya vakum angkanya 20 (tanpa alat), disetel bukaan hingga angkanya 18. Sedotan udara sebaiknya dikasih filter. Kalau dibengkel bisa jadi tidak diberi. Kalau terlalu banyak berkurangnya maka tenaga di rpm tinggi bisa berkurang.

      Kalau untuk Ayla sepertinya CAI tidak membuat lebih irit namun lebih untuk menambah tenaga rpm bawah saja.

      Saya sendiri lebih memilih pakai pro capacitor. Bisa nambah tenaga di rpm rendah dan rpm tinggi. Juga bisa membuat pakai premium tarikan bisa mendekati dengan yang pakai pertamax+ferrox.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s