Bukti bahwa minyak goreng bisa dipakai sebagai oli mesin


Update:
Harus diingat bahwa minyak goreng tidak ada aditifnya. Oli paling mahal PAO atau oli paling murah Grup I saja ada aditifnya. Jadi untuk amannya, lebih baik minyak goreng dipergunakan sebagai campuran oli mesin. Ini sudah penulis coba dan ternyata hasilnya memuaskan. Yang melakukan penelitian untuk hal ini juga banyak.
Implementasi dan dasar teori trik sesat minyak goreng sebagai aditif pelicin oli mesin matik dengan hasil mesin lebih halus dan enteng

Jadi untuk yang mau coba, lebih baik pergunakan minyak goreng sebagai campuran, mendompleng aditif yang sudah terkandung di oli mesin yang dicampuri.

Konten lama:
Beberapa orang menggunakan minyak goreng sebagai bahan olok olok untuk oli mesin yang tidak cocok dipakai. Namun ternyata ada yang sungguhan pakai minyak goreng sebagai oli mesin. Tidak hanya di Indonesia saja, di malaysia atau negara lain juga ada yang coba. Bahkan ada penelitiannya juga.

Contoh penelitian diantaranya:
Experimental Investigation on Usage of Palm Oil as a Lubricant to Substitute Mineral Oil in CI Engines, by K. S. V. Krishna Reddy, Naval Kabra, Umesh Kunchum, and T. Vijayakumar

Table 3: Physical characteristics of SAE 20W40 and palm oil


Typical properties SAE 20W40 Palm oil
Specific gravity @ 20°C 0.855 0.865
Kinematic viscosity, cSt @ 40°C 120 40.24
Kinematic viscosity, cSt @ 100°C 14–16 7.89
Viscosity index, 110 188
Flash point, °C 220 280
Pour point, °C -21 9

The experiments were conducted with various combinations of palm oil blends and straight mineral base SAE 20W40 oil. The parameters, such as mechanical efficiency, exhaust gas temperature (EGT), brake thermal efficiency (BTE), brake specific fuel consumption (BSFC), and exhaust gas emissions were determined.

Maximum mechanical efficiency is 54.92% with 100% mineral oil, 52.45% for 25% palm oil, and 54% for 50% palm oil. Brake thermal efficiency of SAE 20W40 is very close to various palm oil blends for entire range of operations. Maximum brake thermal efficiency for SAE 20W40 is 33.8% and 34.61% for 25% palm oil and 34.92% for 50% palm oil which is 3% increase with that of the mineral oil. The graph reveals that there is no convincing change in the fuel consumption compared to palm oil blends. 25% palm oil blend is superior compared to 50% palm oil blend to reduce the emissions. Also there is no significant variation in HC emissions in case of 100% mineral oil and 25% palm oil blend, but with 50% palm oil blend HC emissions are slightly reduced.

The formulated blends of palm oil show similar properties compared to commercial SAE 20W40 oil in terms of mechanical efficiency, brake thermal efficiency, and brake specific fuel consumption (BSFC). The engine performance and fuel consumption for both lubricants showed no appreciable difference either. The study revealed that by using blends of 25% palm oil the emission levels are reduced as compared to mineral oil. Also the palm oil-based lubricant is derived from a renewable and lower carbon source; this blended formulation could potentially be considered a good alternative to mineral oil-based lubricants. Since the cost of palm oil based lubricating oil is much lower than the SAE 20W40 mineral oil, the palm oil provides more potential for the successful utilization as base for lubricant oil.

Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana minyak goreng bisa memberikan hasil yang lebih baik dari oli biasa, baik dalam bentuk campuran ataupun murni. Yang menarik dari perbandingan diatas adalah minyak goreng punya viscositas index yang tinggi dan flash point yang tinggi. Bila melihat dari kekentalan, sepertinya minyak goreng jauh lebih encer dari oli di pasaran.

 

Bisa dibaca di lainnya:
A Development of Four-stroke Engine Oil Using Palm Oil as a Base Stock, Kraipat Cheenkachorn* and Isarawat Udornthep
Evaluation of the Lubricating Properties of Palm Oil, John Jiya MUSA

Berikut adalah video percobaan menggunakan minyak gorengan sebagai oli mesin dengan dicampur dengan aditif di motor Honda Wave 125cc oleh Raihan Ismail.

Yang berikut orang Indonesia, oleh Andre Irawan di motor Yamaha Vega menggunakan minyak goreng merek Palma:

Contoh pemakaian lainnya:
COOKING OIL (PALM OIL BASED) AS ENGINE LUBRICANT OIL? What do you think?

Do you believe that cooking oil(palm oil based) can be used as lubricant oil for your car? As astounding as it sounds, this is practiced by some residents in Negeri Sembilan, Malaysia.
Golf School Marketing Manager, Nik Safian said that he had been using the cooking oil in his Kancil (Malaysia’s local car –Daihatsu based) which he bought for only RM 2.50 (about USD 0.76).”My Kancil uses 3 liters of lubricant oil. So I just put about 2 and a half packets of cooking oil to equal that amount. I used to spend about RM130 (about USD 39) for lubricant oil change. Now I only pay for the service charge.”

According to him by using the cooking oil, his engine temperature is low and the meter does not exceed more than one notch. When he actually bring his car to the workshop for service, the mechanic was very surprised by the fact that he had used the cooking oil as engine oil but he admitted that the cooking oil works just fine and can be used as an alternative to engine oil.
Ex Graduate from Arkansas University US, Hisham Abdullah,43, also used the cooking oil for engine oil for his Proton Iswara(another Malaysia’s local car). He said he had been using it for the past 1 year and his car engine works just fine.”Cooking Oil (Palm based) is a type of synthetic oil but nobody ever use them for car lubricant for the simple fact that they do not know about it,” he said again.
Car Mechanic, Mohd Tajuddin Ali reveals that he had been using this cooking oil for engine oil since he met with an oil expert in US and was told this secret. “Only palm oil based cooking oil can be used for engine oil. Do not use corn, vegetable or beans based oil for engine oil due to its nature to freeze on low temperatures.
He said that this is definitely a relief to him due to costly engine oil in the market (4 liters of semi-synthetic oil could reach to RM 140(about USD 42) and fully synthetic oil could reach to RM 200 (about USD 60)).
However he advise people to change the car hose(gasket) to a better one before trying to use the cooking oil for engine oil.

Dikatakan dengan menggunakan minyak goreng biaya menjadi lebih murah. Temperature mesin menjadi rendah. Namun disarankan untuk mengganti gasket mesin dengan yang lebih baik sebelum pakai minyak goreng.

 

Itu senada dengan temuan dari petronas, yang menyebutkan kelemahan dari penggunaan minyak goreng:
Modern Technology Of Oils, Fats & Its Derivatives (2nd Revised Edition)RBD CPO as fuel

Crude Palm Oil CPO adalah bahan minyak goreng. Penelitian tersebut tujuannya adalah untuk menggunakan bahan bakar hasil olahan dari minyak goreng sebagai pengganti solar. Sebagai bahan bakar irit mencapai 12km/liter dibanding saat pakai solar 13km/liter di mesin 1800cc. Asap hitam berkurang namun terdeteksi sifat korosi ke cat dan beberapa jenis karet.

 

Pemakai di Indonesia contohnya sebagai berikut:
Benarkah Oli Mesin itu Cocok-Cocokan?

trisna 06/12/2009: saya pemilik side kick 1997, mengunakan minyak goreng(palm oil) sebagai pelumas, sekarang sudah berjalan 5000 km, tanpa masalah, mesin halus, temperatutur dibawah spt biasanya, bagaimana tanggapan bung saft. terima kasih

Bahkan ada produk yang bisa untuk dipakai sebagai aditifnya minyak goreng, produk tersebut aslinya aditif bahan bakar:
Warga Palembang Temukan SF Turbo 1 » Cairan Penghemat BBM

Saat rencana kenaikan harga BBM menjadi perbincangan hangat, di Palembang, Sumatra Selatan, terlahirlah kehebohan yaitu munculnya produk cairan berteknologi tinggi penghemat BBM sampai 50 persen. Satu liter minyak goreng diberi satu tetesan cairan berteknologi tinggi ini bisa menggantikan peran oli mesin dan mengawetkan mesin.

Video berikut mendemonstrasikan aditif minyak goreng yang khusus untuk pemakaian sebagai oli mesin:

Tentunya bisa jadi tanpa aditifpun minyak goreng sudah bisa langsung dipakai sebagai oli mesin seperti ditunjukkan di contoh sebelumnya.

 

Kalau kelemahan, dikatakan minyak dari bahan nabati mudah teroksidasi:
PELUMASAN DAN TEKNOLOGI PELUMAS (Dosen Sukirno), DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FT-UI

On the positive side, vegetable oils can have excellent lubricity, far superior than that of mineral oil. Lubricity is so potent that in some applications, such as tractor transmissions, friction materials need to be added to reduce clutch slippage. Some crude vegetable oils tested at UNI-ABIL have passed hydraulic pump/wear tests, such as ASTM D2882 and ASTM D2271, in their natural form.

Vegetable oils also have a very high Viscosity Index (VI); for example, 223 for soybean oil vs. 90 to 100 for most petroleum oils. Restated, the viscosity of a high VI oil changes less than that of a low VI oil for a given temperature change. The oil’s viscosity does not reduce as much when exposed to high temperatures, and does not increase as much as petroleum oils when exposed to cool temperatures.

Another important property of vegetable oils is their high flash/fire points; 610°F (326°C) is the flash point of soybean oil compared to a flash point of approximately 392°F (200°C) for mineral oils.

Most importantly, vegetable oils are biodegradable, in general are less toxic, are renewable and reduce dependency on imported petroleum oils. Additionally, using lubricants and greases made of soybean oil helps reduce soybean surpluses and helps stabilize soy prices for American farmers. For most industrial machinery users these products offer considerable public relations benefits and goodwill within the agricultural community.

On the negative side, vegetable oils in their natural form lack sufficient oxidative stability for lubricant use. Low oxidative stability means, if untreated, the oil will oxidize rather quickly during use, becoming thick and polymerizing to a plastic-like consistency. Chemical modification of vegetable oils and/or the use of antioxidants can address this problem, but increase the cost.

Dikatakan bahwa minyak nabati punya daya lumas sangat bagus, jauh lebih baik dari oli mineral. Pelumasan sangat tinggi sehingga pada beberapa aplikasi,s eperti misalnya untuk transmisi traktor, harus ditambahkan aditif friksi untuk mencegah selip kopling. Beberapa minyak nabati yang diuji di UNI-ABIL lolos uji pompa hidrolik / keausan, seperti ASTM D2882 dan ASTM D2271, dalam bentuk aslinya.

Minyak nabati juga punya viscosity index sangat tinggi (VHVI), seperti misalnya 223 untuk minyak kedelai dibanding 90 sampai 100 yang dari minyak bumi.

Hal penting lain adalah titik bakarnya yang tinggi, seperti misalnya 326°C untuk minyak kedelai, dan kira kira 200°C untuk oli mineral.

Yang lebih penting adalah minyak nabati bersifat biodegradable, secara umum tidak beracun, renewable dan akan mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.

Kelemahan dari minyak nabati adalah daya tahan oksidasi yang kurang. Sehingga saat dipakai oli mudah teroksidasi dan bila dibirkan akan mengental dan menjadi seperti plastik. Adtif dapat mengurangi ini namun akan menambah harga.

 

Penulis sendiri pernah coba dulu waktu masih pakai Suzuki Crystal 2 tak. Dipergunakan sebagai oli samping minyak goreng menghasilkan bau yang lebih enak, mesin terasa lebih ringan, lebih enak dari saat pakai oli pertamina, namun asapnya luar biasa banyak. Saat dipergunakan sebagai oli mesin langsung slip kopling, di gas cuma jalan pelan, sehingga akhirnya terpaksa ganti oli lagi. Saat itu pakai merek Filma.

Ini hanya sekedar sharing. Resiko tanggung sendiri ya.

13 thoughts on “Bukti bahwa minyak goreng bisa dipakai sebagai oli mesin

  1. Motor ke dua saya satria 2T udah 3tahun pake olsam bimoli.alhamdulillah gak ada apa-apa tapi ya itu asapnya yang agak pekat,hehe

    Suka

  2. klo mw coba motor suzuki bae lek lebih teruji ketahanan mesinnya … tanpa oli bae mongtore bs jalan ratusan kilo meter lek sakti tenan kie suzuki meski si mpunya gk tw setelah di bawa kebengkel dgn alasan saat bawa suaranya berisik … setelah org bengkel cari tw penyebabny oliny kering … ngoahaha …

    Suka

  3. ane pernah dengar dari dosen, minyak goreng yg bekas bisa digunakan sebagai oli mesin… krn minyak goreng bekas sudah mengalami proses pemanasan, tapi harus disaring dulu om….
    tidak cocok sbg oli transmisi. bisa digunakan sbg oli 2t.

    Suka

  4. […] Dikatakan bahwa campuran dengan minyak nabati sudah ada sebelum adanya campuran sintetik ester. Keunggulan oli nabati adalah sumbernya terbarukan, lubricity dan anti wear sangat bagus, stabilitas panas sangat bagus, specific heat tinggi, flash point tinggi, dan tidak ada HSE. Kelemahan utama adalah kestabilan oksidasi. […]

    Suka

  5. make minyak goreng untuk oli samping jangan deh, dulu f1zR abang gw make tuh bimoli buat oli samping gegara di racunin ama tukang parkir supermarket katanya bisa buat olsam, ga taunya udah di pake 2tahun lebih tuh mesin over heat terus sampe mesin beretbet dan mati, pass di bawa ke bengkel temen di buka blok atasnya ring seher MACETga bisa gerak sama sekali di pistonya dan penuh KERAK, akhirnya di berishin kerang yg nempel di ring seher sama pistonnya doang,alhasil mesin jalan normal lagi dan minyak goreng di tabung olsam langsung buang ganti sama evalube. sekian pengalamn gw make minyak goreng buat olsam JANGAN DI pake kalo ke pepet BANGE….

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Pakai minyak goreng merek apa ya?

      Saya dulu pakai filma di Suzuki Crystal dan Suzuki RC-100 justru kerak di knalpot seperti meleleh, lebih bersih. Dari knalpot jadi ada lelehan minyak tidak seperti waktu masih pakai oli mesran. Peran oli mesin juga penting. Rasanya pakai oli biasapun mesin macet karena kerak juga wajar. Jadi pakai oli samping pakai oli mineral pun sama saja.

      Dari referensi minyak goreng juga punya daya pembersih lebih baik dari oli mineral.

      Saya sendiri sekarang sedang eksperiman pakai minyak goreng sebagai aditif, dan hasilnya menurut saya bagus. Yang sudah coba di motor laki dan bebek pun ada. Walau oli mesin sudah pakai PCMO dan HDEO yang katanya jauh lebih baik dari oli motor, nyatanya suara mesin masih bisa lebih senyap. Pemakaian minyak nabati juga banyak penelitian akademisnya:
      Implementasi dan dasar teori trik sesat minyak goreng sebagai aditif pelicin oli mesin matik dengan hasil mesin lebih halus dan enteng

      Di link berikut menunjukkan bahwa menambahkan bahwa menambahkan minyak nabati pada oli mineral bisa meningkatkan perlindungan mesin.
      Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana

      Harus diingat bahwa oli yang dijual di pasaran itu tidak murni oli mineral semua. Yang PAO pun tidak murni PAO saja. Masih ada aditif agar oli bisa awet dan melindungi mesin. Untuk bisa fair perbandingannya maka minyak goreng juga harus diperlakukan sama, diberi aditif. Jadi cocoknya minyak goreng itu tidak dipakai 100% tapi sebagai aditif.

      Kita bisa minyak goreng pakai sebagai aditif. Dan menurut saya oli fastron tambah minyak goreng bisa jadi menyamai PAO + Ester, karena setelah ditambah minyak goreng jelas oli jadi bikin mesin lebih halus.

      Suka

  6. […] Bila minyak goreng dipergunakan tanpa aditif dan oli tidak diganti pada waktunya maka sebagai akibatnya mesin bisa menjadi berkerak atau terjadi sludge.

    Tidak cuma minyak goreng yang mengalami ini, namun bahkan oli sekelas Amsoil pun bisa mengalami. Sebaik apapun olinya, kalau masa pemakaian terlalu lama atau oli mesinnya kurang maka tetap akan mengalami resiko sludge (lumpur mesin) atau varnish (kerak mesin). […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s