Isu pemanasan global, perubahan iklim, efek rumah kaca dan mengapa penerapan standar emisi Euro itu bukan solusinya


Sekarang ini pemerintah di berbagai negara sedang gencar gencarnya memaksakan standar emisi yang jauh lebih ketat. Bahkan ada yang sampai melarang kendaraan bertenaga BBM di beberapa tahun kedepan.

Penulis ingin menunjukkan bahwa langkah ini tidak efektif. Untuk ini perlu diketahui sebenarnya apa alasan mereka melakukan pembatasan emisi.

Alasan utama mereka adalah karena gas buang kendaraan bisa menyebabkan pemanasan global:
Go Green With Your Cars This Earth Day

Carbon monoxide, nitrogen oxides, and hydrocarbons are the three basic pollutants which are released from a vehicle’s tailpipe when the fuel is burned in the internal combustion engine. These pollutants cause lung damage and other respiratory diseases too. They even contribute to climatic change by damaging Ozone Layer and increase Global Warming.

Carbon monoxide, nitrogen oxides, dan hydrocarbons merupakan polutan utama yang dilepaskan dari knalpot kendaraan sebagai hasil pembakaran mesin. Polutan tersebut menyebabkan kerusakan paru paru dan beberapa penyakit pernapasan juga. Polutan tersebut juga berkontribusi pada perubahan iklim global dengan merusak lapisan ozon dan meningkatkan pemanasan global.

Menurut penulis, itu tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa fakta yang tidak disebutkan. Namun agar lebih jelasnya, perlu diketahui sebenarnya apa itu pemanasan global. Maaf banyak referensi penulis yang hilang sehingga banyak yang tanpa referensi.

 

Kita mulai dari mengenal apa itu efek rumah kaca.

Penjelasan tentang efek rumah kaca sekarang ini banyak yang membingungkan dan serba tidak jelas. Akan lebih bisa dimengerti bila kita mencari informasi dari kata dasarnya dulu yaitu “rumah kaca”. Penjelasan tentang rumah kaca adalah sebagai berikut:
Rumah kaca, Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Rumah kaca (disebut juga rumah hijau dan rumah tanaman) adalah sebuah bangunan di mana tanaman dibudidayakan. Sebuah rumah kaca terbuat dari gelas atau plastik. Rumah kaca melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan, melindungi tanaman dari badai debu dan “blizzard”, dan menolong mencegah hama. Pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur.

Jadi fungsi utama rumah kaca adalah agar untuk bila panas tidak kepanasan, bila dingin tidak kedinginan. Sehingga kalau siang tidak panas, kalau malam tidak dingin.

 

Penjelasan tentang cara kerjanya bisa dilihat di gambar berikut:
Jenis-jenis Gas Rumah Kaca

Ada panas yang dipantulkan, tapi ada juga panas yang terperangkap. Panas yang dipantulkan membuat siang tidak begitu panas, sementara panas yang terperangkap akan membuat malam jadi tidak dingin.

Kalau tidak ada efek rumah kaca maka siang makin akan sangat panas, sementara itu malam akan sangat dingin.

Lalu mengapa disebut pemanasan global padahal efek rumah kaca membuat siang jadi makin dingin? Ini karena bila udara panas diperangkap membuat suhu rata rata jadi naik, karena dihari berikutnya akan ada panas yang diperangkap lagi padahal panas sebelumnya belum turun suhunya.

Contoh dari efek rumah kaca adalah dari sisi siklus air
Animasi – Daur Hidrologi

Penguapan air butuh suhu yang panas. Efek rumah kaca membuat suhu saat siang walau bila dirata rata akan naik, jadi berkurang panas maksimalnya. Berkurangnya suhu maksimal membuat penguapan berkurang. Sehingga uap air akan berkurang.

Kondensasi air butuh suhu yang dingin. Efek rumah kaca membuat suhu pada saat malam jadi naik, dan tidak dingin lagi, membuat air susah terkondensasi.

Gabungan efek dari keduanya menimbulkan apa yang disebut dengan perubahan iklim global atau climate change. Ada juga yang menyebutkan sebagai global weirding atau extreme weather. Hujan menjadi jarang, dan bila hujan terjadi akan berlebihan. Suhu rata rata saat musim panas akan jadi sangat panas karena panas jadi terperangkap, sementara itu saat musim dingin akan jadi sangat dingin karena pemanasan tidak bisa menjangkau daerah yang jauh dari matahari. Cuaca akan menjadi lebih membahayakan. Jadi banyak petir, angin puting beliung, angin kencang, banjir, tanah longsor, hujan es, kekeringan, dst.

 

Yang sering dibicarakan sebagai gas rumah kaca adalah:
Gas rumah kaca, Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

1. Uap air (H2O)
2. Karbondioksida (CO2)
3. Metana (CH4)
4. Nitrogen Oksida (NO2)

Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktivitas manusia secara langsung memengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal.

Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida.

Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat.

Uap air disebut sebagai faktor pemanasan paling utama. Namun ini karena uap air bisa membentuk awan. Harus diingat bahwa tidak semua awan punya efek pemanasan global. Hanya awan tinggi saja yang membuat efek pemanasan global terjadi.

Observed Cloud Cover Trends and Global Climate Change, Joel Norris, Scripps Institution of Oceanography

 

Jadi awan yang rendah itu merupakan awan yang bisa mendinginkan suhu. Sementara awan tinggi seperti awan cirrus bisa menyebabkan pemanasan global.

 

Bila dibandingkan dengan faktor lain, maka awan cirrus dan contrails punya efek pemanasan yang jauh lebih tinggi.
MODELING THE IMPACT OF AVIATION ON CLIMATE

Dari kiri ke kanan:
CO2, O3, CH4, H2O, Contrails, awan Cirrus, Sulfate, Soot (debu)

Terlihat bahwa efek pemanasan dari Contrails dan awan cirrus mengalahkan semuanya. Sementara itu gas metan atau CH4 justru malah memberikan efek pendinginan.

Penjelasan soal contrails:
National Aeronautics and Space Administration – The Contrail Education Project – Contrail Science, What are contrails?

Contrails are clouds formed when water vapor condenses and freezes around small particles (aerosols) that exist in aircraft exhaust. Some of that water vapor comes from the air around the plane; and, some is added by the exhaust of the aircraft.

CONTRAIL MICROPHYSICS, BY ANDREW HEYMSFIELD, DARREL BAUMGARDNER, PAUL DEMOTT, PIERS FORSTER, KLAUS GIERENS, AND BERND KÄRCHER,

Contrail cirrus may replace natural cirrus or alter natural cirrus properties by competition for the available water vapor.

Measurement of the Growth of the Ice Budget in a Persisting Contrail

The measured water mass within the contrail was found to be four orders of magnitude greater than that computed as a combustion product. Average crystal sizes of nearly 0.5mm allow for a transfer of moisture at generation level to much lower levels before re-evaporation. Because of the magnitude of the measured effect and its believed frequent occurrence, the overall effec of sub tropopause jet traffic is likely to lower the water abundance at the most traveled levels.

Contrails merupakan awan yang terjadi karena partikel yang dilepaskan oleh pesawat jet. Jumlah partikelnya sih kecil, tapi partikel ini akan menarik uap air disekitarnya dan membentuk awan. Karena menarik uap air, maka awan awan alami disekitarnya akan sirna karena uap air akan kesedot oleh awan buatan pesawat jet tersebut. Efek di waktu dekat adalah kekeringan, di waktu panjang adalah banjir.

Berikut ada video orang iseng mengukur suhu yang dikirim oleh langit ke tanah. Dan ternyata suhu yang dikirim oleh contrails lebih tinggi dari sekitarnya:

Mengapa di diagram diatas contrails dan cirrus disatukan? Karena contrails lama lama bisa jadi cirrus atau membentuk lapisan tembus pandang tapi langit jadi putih. Contoh prosesnya, klik untuk memperbesar:

Efek contrails terhadap perubahan suhu dijelaskan di kutipan berikut.
Contrails: What’s Left Behind Is Bad News

The terrorist attacks of September 11, 2001 was the aforementioned event, and it was likely to have excited meteorological researchers involved in contrail impact studies. The national airspace was shut down for three days, something that had not yet occurred since the jet age began in the 1960s and is not likely to occur ever again. Scientists took advantage of this unique three day period in history that lacked contrails. What they learned was shocking and is enough evidence to effectively silence any counterargument to their case. One measure of climate is the average daily temperature range (DTR). For thirty years this had been recorded and extra cirrus clouds in the atmosphere would reduce this range by trapping heat. “September 11 – 14, 2001 had the biggest diurnal temperature range of any three-day period in the past 30 years,” said Andrew M. Carleton1. Not in three decades had there been such a large temperature spread between the daytime highs and the nighttime lows. Furthermore, the increase in DTR during those three days was more than double the national average for regions of the United States where contrail coverage was previously known to be most abundant, such as the Midwest, northeast, and northwest regions. The specific increase in the range was 2°F, which in three days was twice the amount the average temperature had increased by over thirty years time1. This is evidence that contrails do alter the climate of the land they drift above.

Agak panjang, intinya adalah kejadian pengeboman menara WTC di 11 September 2001 membuat semua penerbangan dihentikan selama tiga hari. Di hari tersebut terukur bahwa perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi rekor terbesar di 30 tahun terakhir. Seperti sebelumnya dibahas, efek rumah kaca membuat siang jadi kurang panas, dan malam menjadi kurang dingin. Ini membuktikan bahwa contrails punya pengaruh besar pada efek rumah kaca.

 

Ada yang bilang bahwa permukaan laut naik itu gara gara pemanasan global. Yang berikut ini menunjukkan bahwa bukan cuma itu saja yang bisa membuat permukaan laut naik.
GROUND WATER RESOURCES FOR THE FUTURE – Land Subsidence in the United States – USGS Fact Sheet-165-00 – December 2000

The increasing development of our land and water resources threatens to exacerbate existing land-subsidence problems and initiate new one. Land subsidence is a gradual settling or sudden sinking of the Earth’s surface owing to subsurface movement of earth materials. Subsidence is a global problem and, in the United States, more than 17,000 square miles in 45 States, an area roughly the size of New Hampshire and Vermont combined, have been directly affected by subsidence. The principal causes are aquifer-system compaction, drainage of organic soils, underground mining, hydrocompaction, natural compaction, sinkholes, and thawing permafrost (National Research Council, 1991). Three distinct processes account for most of the water-related subsidence–compaction of aquifer systems, drainage and subsequent oxidation of organic soils, and dissolution and collapse of susceptible rocks.

Maaf banyak istilah yang nggak ngerti. Intinya pemakaian air tanah juga dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah.

Menurut penulis alasan inilah yang menjadi penyebab utama naiknya permukaan lain. Ini dibuktikan di kutipan berikut:
Scientists warn US east coast over accelerated sea level rise

Sea level rise is accelerating three to four times faster along the densely populated east coast of the US than other US coasts, scientists have discovered.

Disebutkan bahwa air laut meningkat 3 atau 4 kali lebih cepat di daerah yang populasinya padat di pantai timur Amerika.

Kalau naiknya air laut itu karena volume air laut bertambah tentunya terjadinya nggak pilih pilih. Karena naiknya air laut terjadi di kota kota besar saja, maka naiknya air laut tidak banyak dipengaruhi oleh penambahan volume air laut yang katanya terjadi karena es di kutub mencair.

Di Indonesia juga ada yang setuju, contohnya:
Penurunan Permukaan Tanah di Pesisir Jakarta

Penurunan permukaan tanah (subsidence) akibat ekploitasi air tanah Jakarta yang berlebihan, menyebabkan posisi Jakarta terhadap laut makin rendah. Kondisi ini diperburuk dengan kecenderungan meningkatnya muka air laut sampai hampir di sebagian besar kota-kota dunia akibat pemanasan global (global warming). Penurunan daratan di Ancol dan meningkatnya risiko terjadinya banjir dan genangan ini dapat dijadikan salah satu indikator tentang Jakarta sedang menuju tenggelam.

Kalau di TV penyebab air tanah nya tidak disebutkan.

 

Mengapa penulis menyatakan bahwa penerapan standar emisi Euro tidak menyelesaikan masalah? Untuk menjawab ini, kita perlu tahu apa yang dibatasi oleh standar emisi Euro. Untuk contoh, kita pakai emisi Euro, yang sebelumnya pernah penulis bahas:

  Euro 1 Euro 2 Euro 3 Euro 4 Euro 5
Year 1999 2005 2007 2016 2020
CO 13.0g/km 5.5g/km 2.0g/km 1.14g/km 1.00g/km
Hydrocarbons 3.0g/km 1.0g/km 0.3g/km 0.17g/km 0.10g/km
NOx 0.3g/km 0.3g/km 0.15g/km 0.09g/km 0.06g/km
SHED test n/a n/a n/a yes yes
Onboard diagnostics no no no yes (OBD1) yes (OBD2)
Durability test n/a n/a n/a 20,000km Lifetime

Dari tabel diatas yang dibatasi adalah CO, hydrocarbon (termasuk CH4) dan NOx.

Komponen gas buang mobil dijelaskan:
Exhaust gas, From Wikipedia, the free encyclopedia

The largest part of most combustion gas is nitrogen (N2), water vapor (H2O) (except with pure-carbon fuels), and carbon dioxide (CO2) (except for fuels without carbon); these are not toxic or noxious (although carbon dioxide is a greenhouse gas that contributes to global warming). A relatively small part of combustion gas is undesirable, noxious, or toxic substances, such as carbon monoxide (CO) from incomplete combustion, hydrocarbons (properly indicated as CxHy, but typically shown simply as “HC” on emissions-test slips) from unburnt fuel, nitrogen oxides (NOx) from excessive combustion temperatures, and particulate matter (mostly soot).

Dikatakan bahwa sebagian besar dari hasil pembakaran adalah nitrogen, uap air, dan karbon dioksida. Sementara itu sebagian kecil terjadi karena pembakaran tidak sempurna adalah karbon monoksida (CO), hydrocarbon, oksida nitrogen (NOx) dan debu.

Rasio akan lebih jelas bila melihat diagram berikut:
Dr. vora ppt chapter 1 emission sources

Di contoh diatas yang kena aturan dari standar emisi Euro cuma 1% saja. Sementara emisi uap air dan CO2 yang katanya merupakan faktor penting penyebab pemanasan global sebesar hampir 27% malah tidak diatur.

Harus diingat juga bahwa CO, NOx dan hydro carbon itu terjadi karena pembakaran tidak sempurna. Bila pembakaran makin sempurna (ketiganya berkurang) maka keluaran air dan CO2 justru akan bertambah.

Dari fakta tersebut penulis menyimpulkan bahwa penerapan standar emisi Euro 4 tidak akan membantu mengurangi pemanasan global warming. Memang mengurangi polusi, tapi tidak bisa memperbaiki masalah iklim ekstrem dll.

 

Buktinya apa? Lihat saja negara negara yang sudah implementasi standar Euro paling ketat. Masih saja terjadi iklim ekstrem, bahkan sepertinya makin parah:
BBC TWO Horizon – 2011-2012 Episode 12 of 15 : Global Weirding

Something weird seems to be happening to our weather – it appears to be getting more extreme. In the past few years we have shivered through two record-breaking cold winters and parts of the country have experienced intense droughts and torrential floods. It is a pattern that appears to be playing out across the globe. Hurricane chasers are recording bigger storms and in Texas, record-breaking rain has been followed by record-breaking drought.

 

Selama kendaraan mobil atau motor masih pakai bahan bakar minyak, maka tetap akan menghasilkan keluaran gas buang H2O dan CO2 yang merupakan gas dengan efek rumah kaca.

Ada yang menyarankan solusi untuk mengganti semua kendaraan BBM dengan kendaraan listrik. Mungkin sekilas terlihat sebagai solusi sempurna. Padahal sebenarnya tidak.

Motor dan batre tetap menimbulkan panas. Sementara itu nggak ada jaminan bahwa pembangkit listrik itu bebas polusi. Boro boro Euro 4, Euro 1 saja belum jaminan. Kebanyakan juga pakai diesel. Efisiensi bisa jadi lebih jelek daripada mesin skuter matik. Pembangkit juga ada yang malah pakai batu bara. Apa nggak mantap pencemarannya?

Antisipasi Global Warming, Pemerintah Diminta Fokuskan EBT

Seperti diketahui, pada 2015, bauran energi nasional terdiri dari 39% minyak, 22% gas, 29% batubara, dan 10% EBT. Pada 2025 bauran energi tersebut direncanakan menjadi 25% minyak, 22% gas, 30% batu bara, dan 23% EBT; dan pada tahun 2050 menjadi 20% minyak, 24% gas, 25% batu bara, dan 31% EBT.

Bikin waduk lagi? Siapa yang harus transmigrasi? Lagipula hujan sekarang jadi jarang, air darimana?

Pakai solar panel? Yang lampu jalanan saja umurnya cuma 6 bulan. Batre akan jadi sumber pencemaran baru. Belum lagi daya solar panel berkurang gara gara contrails dan cirrus. Pembuatan solar panel dan limbahnya juga bukan sesuatu yang ramah lingkungan.

Pakai panas bumi? yakin bisa menyuplai seluruh penduduk? Juga beberapa ada yang bilang bikin gempa.

Pakai nuklir? bukannya malah lebih merusak lingkungan lagi?

Rasanya kendaraan listrik itu bukannya menyelesaikan tapi malah bisa menyebabkan krisis listrik dan polusi makin parah. Belum soal resiko terbakar yang lebih besar.

 

Solusi yang paling tepat menurut penulis adalah dengan membuat kendaran jadi jauh lebih irit. Di setop saja kendaraan yang ccnya besar. Sebaiknya dibolehkan mobil dengan cc kecil masuk Indonesia atau menyuruh pabrikan buat cc kecil.

Untuk motor juga adakan program LCGM, low cost green motorcycle. Memang motor irit itu kurang laku, tapi kalau harganya murah banget tentu banyak yang tertarik. Bikin yang bisa minum premium biar banyak yang pakai.

 

Untuk mengurangi efek global warming penulis lebih memilih menggunakan alat orgone buatan sendiri. Penulis sudah mulai mengamati langit dari akhir 2010. Saat itu kebetulan juga sedang mengembangkan alat untuk membantu mengurangi penyakit kurang tidur. Ternyata selain punya efek baik untuk tubuh, alat juga punya efek baik untuk cuaca. Kebetulan juga bisa dipakai untuk meningkatkan efisiensi kendaraan. namanya cemenite.

Selain dalaman mesin jadi lebih bersih, makin irit dan tenaga bertambah, cuaca juga makin bersahabat. Angin puting beliung berkurang, petir berkurang, angin lebih santai, hujan jadi turun lebih periodik, kicauan burung makin banyak, tanaman makin subur, dst.

Sayangnya akhir akhir ini banyak yang tidak sadar menyebar alat orgone yang justru membuat cuaca makin ekstrem, makin memperparah efek pemanasan global.

Penulis bersyukur sudah banyak yang membuat cemenite. Apalagi semenjak banyak yang tahu cemenite bisa membuat kendaraan makin irit dan bisa sebagai alat penambah tenaga kendaraan. Setelah makin banyak yang merasakan kendaraan makin irit, makin banyak yang mencoba.

Cemenite juga penulis sertakan sebagai bonus pembelian 4 pro capacitor atau lebih. Awalnya penulis sarankan di pasang di dashboard mobil agar efek ke cuaca lebih besar. Namun belakangan penulis menemukan bahwa menempatkan cemenite di dekat tangki bensin akan bisa lebih mengurangi ngelitik bila pakai premium dan akan meningkatkan efek pro capacitor bila pakai pertamax. Sehingga akhirnya cemenite difungsikan ke penambah tenaga / irit saja. Namun dengan efek yang makin besar ini penulis berharap akan banyak yang tertarik pakai cemenite walau tujuannya untuk bikin motor / mobil lebih enak tarikannya atau lebih irit.

Kalau yang cuma tertarik untuk memperbaiki cuaca saja, silahkan coba buat sendiri cemenite. Instruksi bisa di google atau join grupnya. Harga untuk bahan per biji sekitar 20 ribuan. Sebaikanya buat 3 kalau untuk cuaca.

Iklan

6 thoughts on “Isu pemanasan global, perubahan iklim, efek rumah kaca dan mengapa penerapan standar emisi Euro itu bukan solusinya

  1. Ane pernah nonton discovery chanel, pada saat revolusi industri di eropa kejadiannya malah kebalikannya; dimana air berkurang, gunung es meluas, matahari tak terlihat, udara cenderung dingin.

    Solusinya menurut ane mudah om, bikin rumah dari kayu diatas pohon, mobil n motor dimusnahkan juga mesin mesin, gunakan sepeda gowes, mesin dibuat berpengerak seperti sepeda pake tenaga manusia n tenaga angin, stop sumur bor n gunakan sumur timba, sederhananya kembali aja ke jaman batu ala flinstone hehehe..

    Suka

    • Ha ha iya.

      semua barang yang pakai listrik juga tidak boleh. Menarik juga bila dibandingkan polusi dulu dengan sekarang. Dulu revolusi industri eropa seperti ini:

      Sekarang di cina seperti ini:

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s