Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman


Banyak orang yang menyangka bahwa Combi Brake System yang ditawarkan pada beberapa model motor matik Honda adalah sistem yang meningkatkan daya pengereman. Namun ternyata itu salah. Implementasi dari CBS untuk motor matik Honda yang diperuntukkan di Indonesia berbeda dari implementasi CBS untuk dunia internasional. Mungkin di iklan dikatakan bahwa CBS membuat pengereman lebih optimal. Namun ada perbedaan, kalau di skala internasional optimal itu lebih pakem daya pengeremannya, sementara kalau untuk Indonesia optimal itu antara pakem dan tidak. Berikut penjelasannya.

Implementasi CBS untuk motor matik skala internasional dijelaskan sebagai berikut:
Honda Technology Close up – CBS

kerjacombibrakeinternasional
Honda’s CBS can be largely classified into two types; Combi brake adopted for scooters, medium sized motorcycles and American custom models and dual CBS used by large sports and large tourers.

The main purpose of the two types is the same; to increase the deceleration obtained on appllication of the pedal brake (or the left lever), which was previously relatively lower during the application of the rear wheel brake alone.
Mechanical Combi Brake for small scooters
A number of small scooters are equipped with mechanical drum brakes. The mechanical Combi Brake is a system designed for small scooters. On application of the left lever, the brakes will work simultaneously on the front and rear wheels through the equalizer. On input of low power, however, the front wheel brake efficacy is checked to bring nosedive closer to the former level caused by operation of the left lever. Thanks to the system, a high degree of deceleration is effectively obtained through a single operation of the left lever.

Dijelaskan bahwa CBS untuk motor matik Honda secara global meningkatkan daya pengereman dengan membuat ban depan dan ban belakang di rem secara bersama sama.

Setelah mencoba sendiri sistem CBS yang tersedia pada motor Honda Beat ISS, penulis kaget karena ternyata sistem CBS di motor penulis berbeda dari yang dijelaskan di website tersebut. Pengereman dengan CBS (rem kiri) tidak sepakem rem kanan kalau di jalan aspal. Sementara kalau di jalan tanah yang agak licin, cuma roda belakang saja yang ngelock:

Video jejak tanah:

Saat rem kiri ditekan maka di setengah tekanan pertama rem depan sudah diaktifkan namun hanya sedikit saja. Bila rem kiri ditekan penuh maka rem belakang akan mulai aktif sementara rem depan masih tetap mengerem sedikit saja. Ini menimbulkan pertanyaan penulis karena untuk mengerem secara maksimal (kata optimal bikin rancu) maka rem depan dan belakang harus dimaksimalkan.

Ternyata sistem rem CBS untuk Indonesia sengaja dibuat seperti itu. Itu dicantumkan pada label petunjuk dan website dari Honda.

Keterangan dari sistem CBS (di Honda Beat penulis diletakkan di atas tangki bensin) adalah sebagai berikut:

Dikatakan:

Dengan menarik tuas rem kiri, rem belakang dan rem depan dapat berfungsi dengan tepat.

Untuk efektifitas rem maksimal, pergunakan kedua rem depan dan belakang secara bersamaan.

Pada awalnya penulis bingung mengapa ada kata – kata tepat dan maksimal. Untungnya ada penjelasan yang lebih detail di website Honda berikut ini:
Teknologi Combi Brake System: Inovasi Sistem Pengereman agar Lebih Aman dan Optimal, Tuesday, 25 March 2014

kerjacombibrakelokalFungsi pengereman sebenarnya bukan untuk menghentikan motor lho Brosis! Tapi untuk memperlambat laju kendaraan,secara bertahap alias deselerasi hingga kecepatan motor mencapai 0, alias berhenti total.

Coba deh kalau dipikir secara logis, memang masuk akal. Jika fungsi rem adalah untuk menghentikan laju motor, bayangin Brosis lagi berkendara dengan kecepatan 60 km/jam. Kemudian ngerem dan kecepatan motor langsung kecepatan 0 km/jam. Dipastikan brosis yang bakalan mental.

Oleh karena itu, penting menjaga selalu kondisi pengereman agar mampu melakukan proses deselerasi secara optimal. Selain itu, teknik pengereman juga berpengaruh. Sekarang mau nanya Brosis nih! Biasanya ngerem pakai rem depan atau belakang?

Idealnya, Brosis harus menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan. Ada anggapan yang mengatakan penggunaan rem belakang lebih aman. Tidak sepenuhnya tepat sih. Dalam pengereman, rem belakang lebih membutuhkan amplitudo waktu pengereman yang lebih panjang, sehingga dalam kondisi rem mendadak, rem belakang tidak dapat diandalkan. Yang ada malah sliding, alias ngepot.

Kalau rem depan, memang jarak pengeremannya lebih pendek, namun pada kondisi pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi rentan membuat motor menjadi terpelanting. Soalnya sewaktu rem depan ditekan dengan kuat pada saat mengendarai sepeda motor, suspensi depan akan menekan dan suspensi belakang meregang. Sehingga ada gaya yang mendorong pengendara ke depan.

Di sinilah Honda hadir dengan teknologi Combi-Brake System (CBS). Dimana ketika tuas rem belakang ditekan, maka selain roda ban belakang melakukan pengereman, roda ban depan pun secara otomatis melakukan pengereman dengan proporsi pengereman yang berimbang. (note: dari yang penulis coba nyatanya tidak, rem depan cuma ngerem sedikit)

Pada dasarnya CBS merupakan mechanical braking system yang artinya dalam pengoperasiannya hanya menggunakan prinsip mekanik saja. Dalam hal ini CBS menggunakan Equalizer sebagai sistem mekanik yang bertugas sebagai penghubung antara rem depan, rem belakang dan tuas rem kiri, sehingga CBS tersebut dapat bekerja secara bersamaan.

Oh ya, CBS hanya berfungsi ketika tuas rem belakang ditarik saja Brosis. Kalau rem depan ditekan, CBS tidak berfungsi, alias rem belakang gak ikutan ngerem. Tapi ingat, jangan mentang-mentang sudah pakai Sistem CBS, rem depan jadi enggak pernah dipakai lagi. Tentu saja Brosis masih perlu menekan rem depan agar proses deselerasi berjalan dengan lancar yah.

Penjelasan singkatnya di website Honda yang lain:
Teknologi Combi Brake System Motor Honda, 21 Januari 2015

Pada dasarnya rem bukan berfungsi untuk menghentikan motor tetapi untuk memperlambat laju kendaraan secara bertahap sampai kecepatan 0 kilometer/jam.

Dengan hadirnya teknologi CBS ini anda dapat melakukan pengereman secara optimal pada rem depan dan rem belakang. Pada rem depan jarak pengeremannya terlalu pendek sedangkan rem belakang jarak pengeremannya lebih panjang. Sehingga jika digabungkan akan menghasilkan pengereman yang optimal dan tepat.

 

Jadi intinya Combi Brake System itu mengurangi daya pengereman sehingga tidak terlalu mendadak. Itu yang dikatakan optimal atau tepat. Sementara itu kalau mau benar benar maksimal maka bro harus pakai kedua tuas rem, baik yang kiri ataupun yang kanan.

Bro juga harus ingat untuk selalu menyesuaikan setelan rem belakang agar tidak ndelosor seperti bro berikut ini:
Combi brake system (CBS) cuma untuk yang rajin ngecek rem!!!

Saat kampas rem mulai menipis dan rem gak di setel lagi , atau rem menjadi dalam maka….. ANDA BISA CELAKA-!!!!

Lho kok celaka ??

Begini logikanya disaat normal tuas rem belakang di tarik duluan baru di ikuti rem depang dengan rasio 1,5 : 1, namun jika kampasrem sudah tipis dan tarikan makin dalam maka bisa imbang..

Dan saat di jalan yang turun dan berkerikil tentu pengunaan rem belakang mutlak dan rem depan cuma buat ngimbangi namun jika rem belakang dalem maka rem depanpun lebih cepat ngerem dan kalo gak siap ya.. NDELONGSOR !!!! *pengalaman berbicara.

Maka dari itu rajin rajinlah ngecek rem karena sanggat PENTING !

Jadi salah bila dikatakan sistem CBS memperpendek daya pengereman. Sistem CBS motor Honda matik Indonesia justru dirancang untuk agar pengereman tidak terlalu mendadak, biar jarak pengereman lebih panjang. Bila mau lebih pendek, pergunakan kedua tangan.

Tapi terus terang kalau sistem CBS dirancang seperti itu, rasanya sistem CBS tidak terlalu berguna untuk yang tenaga tangan kirinya lemah (kebanyakan orang) dan yang harus nyetir pakai tangan kanan saja (tangan kiri sibuk pegang dagangan / anak). Jadi kalau beli motor matik Honda, mending yang nggak pakai CBS, kecuali “kepepet” karena pingin nyoba / pamer fitur ISS.

Tambahan

beberapa hari yang lalu penulis mencoba melakukan pengereman dari kecepatan tinggi hanya mengandalkan fitus CBS saja, jadi yang ditekan hanya tuas rem kiri saja. Tuas rem kiri sudah ditekan sangat maksimal pakai sekuat tenaga (rider cewek mungkin tidak menekan sekuat ini), namun kendaraan tidak berhenti berhenti. Kekuatan pengereman baru normal setelah pakai tuas rem kanan juga. Padahal saat itu cuma boncengan sama anak yang masih 1 smp.

 

Intinya walau iklannya CBS dikatakan membantu pengereman, kalau mau mengerem maksimal, masih harus pakai keduanya.

49 thoughts on “Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman

  1. Depan krg pakem bukan salah cbs tp kanvas rem depan yg terlalu keras, coba ganti kanvas yg lbh empuk pasti joss.
    *syarat dan ketentuan berlaku.

    Suka

    • Nggak juga, kalau yang ditekan tuas rem kanan sangat pakem kok. Jauh lebih pakem daripada kalau tuas rem kiri ditekan full.

      rem kiri CBS = lebih lemah daripada rem kanan tanpa CBS

      Suka

  2. Kalau menurutku cbs itu cuma buang buang duit, gimana nggak buang duit, ane dapet fitur cbs di vario techno 110, berapa selisih harga vartech cbs dengan non cbs ? Hampir sejuta ! Dilihat perangkat cbs nya juga nggak canggih, cuma mengandalkan pengait dan kabel / kawat sling dan plat.
    Tapi fungsi? Nggak fungsi, direm tuas kiri, cbs gerak tapi nggak sampai menekan tuas rem kanan. Jadi ya percuma duit hampir sejuta, toh tanpa cbs juga udah bisa ngerem dengan tepat.
    Untuk pengereman saya cenderung berat di rem depan. Jadi kampas depan udah 3 kali ganti, kampas rem belakang baru sekali.

    Suka

    • Iya, fitur CBS yang begituan memang mahal dan tidak bermanfaat. Kalau tidak salah dulu pernah ada Vario CBS yang pakai EBD, yang harganya 1 juta lebih mahal lagi. Kalau tidak salah 16 Juta untuk yang CBS EBD, sementara CBS biasa 15 juta, lalu yang tanpa CBS 14.5 juta. Mungkin ini cara Honda ambil untung.

      Sudah komponen kualitasnya dibawah merek lain, quality control kurang, juga menawarkan fitur yang tidak terlalu bermanfaat. Mungkin AHM perlu efisiensi biar bisa seperti yang lain.

      Iya, sama dengan saya, rem depan lebih sering ganti juga.

      Suka

  3. saya lebih setuju kalo seandainya CBS dioperasikan lewat tangan kanan (rem depan). logikanya begini, saat lengereman dijalan licin, kita nggak butuh rem depan. demikian juga emak2, mereka lebih suka pake rem belakang. kenyataannya, banyak emak2 yg nyungsep karena saat ngerem kiri ban depan ikut terkunci (jalan tanah licin) dan tentu saja mereka kaget.
    jadi kalo system CBS yg dioperasikan tangan kanan, kita bisa pake rem belakang sendirian (tuas kiri) ketika di jalan licin, dan saat kita pake rem depan (tuas kanan) rem belakang ikut bekerja sebagai penyeimbang

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya, untuk versi motor mewah, CBS memang berfungsi seperti itu. Walau dijual dengan harga mahal, sayangnya sistem CBS di motor Honda produksi Indonesia fungsinya tidak sama dengan aslinya, cuma tiruan yang justru fungsinya mengurangi kekuatan pengereman.

      Aslinya seperti ini:

      Suka

  4. izin komen gan. satu yg pasti, kampas rem punya motor honda ntah itu matik pa bebek gampang banget jadi gak pakem setelah pemakaian beberapa waktu. kayaknya emang kualitas partnya lain ma motor2 merk lain. rumahq gunung jadine harus sering2 ganti kampas rem. maaf kepanjangan

    Suka

    • Kalau kampas rem entah mengapa kualitas naik turun. Problemnya karena AHM dan Federal bikin produk yang rangking kwnya berubah rubah. jadi kadang yang dibilang asli justru lebih nggak awet daripada produk merek berbeda walau pabriknya sama.

      Suka

  5. miara vario 125 tahun 2015 baru sekitar 3 bulan dah geleng2 liat kampas rem depan dah gak pakem minta ganti. kampas rem dah tifis. hehehehe

    Suka

  6. Fungsi cbs adalah membagi tingkat pengereman antara depan dan belakang mad bro….
    60 /40 depan belakang…
    Kalo yang berfungsi maksimal cuma belakang aza maka setelan rem roda belakang yang berada d bawah shock breacker belakang perlu di setel ulang…
    Sesuai selera owner az…

    Suka

    • Mungkin dulunya begitu. Tapi yang sekarang tidak. Buktinya walau tuas rem kiri ditekan maksimal, cuma roda belakang saja yang ngunci, sementara roda depan agak bebas. Padahal kalau tuas rem kanan ditekan, toda depan juga bisa ngunci.

      CBS tidak bisa disetel bengkel. Sudah tanya.

      Suka

  7. berbagi info saja om.
    jadi kalo di ahm, yang namanya “berkualitas” itu adalah “lebih”.
    ahm itu produsen motor, motor alat transportasi.
    nah,,, produk ahm itu “lebih” dari alat transportasi “biasa”.
    “biasa” di sini = produk kompetitor.
    jadi ya gitu deh, ada cbs, ada iss, ada sss, ada pbl, ada helm in, ada led, ada digital, layanan 3s banyak (meski sparepart tetep inden), harga jual kembali tinggi (katanya sales), dll.
    macam hp cina gitu deh.
    “lebih” dari hp “biasa”
    layar lebar (tapi tanpa teknologi), mega pixel kamera gede (tapi tanpa teknologi), prosesor quad/ okta core (tapi mediatek), dll.
    jadi kalo menurut saya ahm dan honda itu beda.
    honda mana berani bikin “bebek” 150cc (bahaya).
    ahm? yang penting bisa untung gede…
    kalo pun “bebek” 150cc ahm gak bahaya = ya berarti downgrade.😀

    Suka

    • Sayangnya AHM identik dengan kualitas motor rendah. Fasilitas banyak tapi tidak berkualitas. Mungkin finishing cat bagus, tapi itu karena terpaksa setelah dipaksa harus bersaing dengan motor model ngeplek sama persi dari cina dengan kualitas finishing dan mesin yang jauh lebih bagus dari buatan Honda. Kualitas motor cina kw 1 jauh lebih bagus dari motor AHM seperti Honda Legenda.

      Kalau kualitas komponen mesin sih pas pasan walau motornya kelas mahal.

      Suka

  8. Untuk memahami kenapa dibutuhkan cbs, perlu pengertian dari fungsi tubuh bagian kanan dan kiri
    Tubuh bagian kanan, cenderung lebih kuat dari kiri, namun tubuh bagian kiri cenderung memiliki reflek yang lebih cepat, dan susah dikontrol ketika reflek terjadi
    Itulah kenapa dalam motor sport, rem ada dikanan, kuat dan mudah dikontrol kekuatannya
    Sementara tuas gear dan kopling di kiri, reflek cepat dan responsif berguna untuk pindah gear cepat

    Di motor matic, rem belakang di tangan kiri, yang mana refleknya cepat. Reflek cepat ini berbahaya ketika terjadi sesuatu yang memicu reflek itu. Akibatnya roda belakang bisa mengunci tanpa disadari, lalu ketika motor dibelokkan untuk menghindari obyek dalam keadaan roda belakang terkunci maka ngepot lah motor

    Sistem cbs didesain untuk mengantisipasi hal ini. Ketika roda belakang mengunci, dengan mengaplikasikan sedikit tekanan rem pada roda depan, maka motor masih dapat dikontrol tanpa ngepot berlebihan
    Silakan bandingkan antara motor cbs dan tidak, rem belakang sampai mengunci lalu belokkan motor agar ngepot. Sistem dengan cbs gak akan ngepot berlebihan, bahkan di jalan berpasir sekalipun

    Sistem cbs memiliki stopper, yang mencegah roda depan mengunci walaupun rem belakang ditarik maksimal. Gak percaya? Silakan tarik rem belakang sampai maksimal, lalu putar roda depan dengan tangan, yakinlah masih bisa diputar
    Tujuannya tentu untuk keamanan, ingat mengunci roda depan dalam kondisi apapun sangat berbahaya, terutama untuk kendaraan berpenggerak belakang
    Sistem cbs hanya mengaplikasikan sedikit tekanan pada rem depan, cukup supaya motor tidak ngepot walaupun roda belakang terkunci

    Suka

    • Maaf tidak setuju dengan logika reflek. Kalau reflek maka cocoknya ABS, yang fungsinya mengurangi resiko ban ngelock saat panik. CBS itu bukan ABS.

      Lagipula sudah saya tes di jalan tanah dan roda belakang ngelock padahal motor masih bisa didorong waktu Parking brake lock diaktifkan.

      Kalau di luar negeri dikatakan pengereman bisa maksimal bila rem depan dan rem belakang berkerja bersama sama. Kalau rem depan hanya bekerja secuil, maka pengereman tidak maksimal.

      Iklannya seperti dibawah ini:

      Dan terbukti bahwa iklan tidak sesuai dengan keterangan yang tertera di motor, tidak sesuai dengan hasil pengujian peribadi dan tidak sesuai dengan informasi di website honda.

      Suka

      • Itu pula kenapa nmax pake abs
        Tapi, masa beat mau pake abs juga?
        Mahal bro, modul abs nya bisa sepertiga harga motor

        Itulah kenapa cukup lah cbs untuk cc kecil yang harganya lumayan murah dibanding abs
        Efektifitas cbs memang tidak sebanding abs,, tapi sudah mendingan dibanding tanpa cbs

        Saya udah 2 tahun pake vario tekno 110 yang cbs ( punya sendiri, udah dijual ) dan non cbs punya orangtua
        Tau betul gimana mudah ngelock nya roda belakang tanpa cbs,, reflek dikit dah ngelock
        Saya biasa pake cbs,, jadi tau batas ngelock nya
        Begitu pake yang non cbs punya ortu, dengan kebiasaan pake cbs langsung ngelock tu punya ortu, dah gitu kalo ngelock juga liar ngepot kiri kanan, sementara kalo cbs tetap stabil
        Saya tau cbs bisa ngelock, tapi kestabilan motor saat roda belakang ngelock itu berbeda antara cbs dan noncbs
        Pengalaman berbicara

        Kalo saya si ga termakan iklan, coba sendiri baru percaya

        Suka

        • ABS rasanya tidak semahal itu. Buktinya motor Viar seharga 15 juta saja (VSR) sudah pakai ABS depan belakang. NMAX non ABS juga sebelumnya diperkirakan cuma beda satu juta. Rasanya lebih jos daripada CBS.

          Yang namanya mengerem, tidak lazim hanya mengandalkan satu sisi saja. Pengereman yang normal itu pakai rem depan dan belakang bersamaan. Mengerem hanya mengandalkan belakang atau depan saja itu tidak normal. Tujuan mengerem adalah mengurangi kecepatan, dan beban pengereman yang paling besar adalah di ban depan. Oleh karena itu rem depan dibuat lebih pakem, depan pakai cakram belakang drum atau cakram depan lebih besar dari yang belakang.

          Kalau ban depan yang ngelock, untuk motor matik, maka motor tidak sempat liar tapi langsung jatuh ndelosor. Kendali langsung hilang. Goyang kiri kanan karena ban belakang ngelock lebih gampang dikendalikan.

          Ada kemungkinan ban belakang nggak sempat ngelock di motor bro yang CBS karena tuas rem CBS memang lumayan keras / nggak normal kerasnya bila dibanding rem biasa. Ditekan sedikit sudah terasa namun yang fungsi masih rem depan. Kalau reflek jarang nekannya sekeras mungkin, paling cuma separuh. Dan kalau separuh, rem belakang belum ketekan. Jadi bro nggak pernah ngelock ban belakang saat pakai rem CBS karena yang fungsi masih rem depan saja, yang jadi agak mirip ABS rem depan karena tekanan cuma sepersekian dari normalnya kalau pakai tuas rem kanan, namun daya pengereman masih jauh dari ABS sungguhan.

          Suka

  9. Maaf mas. CbS itu combine dpan dan blakang. Mncegah keamatiran pengendara motor yang keseringan memakai rem belakang pada saat darurat. Padahal berbahaya… maka itu di combine dg yg dpan agar slip ban belakang tidak terlalu parah. Tentu yg faham juga akan make rem dpan. Akhirnya sangat enak dipakai…

    Jadi CBS it untuk keamanan dan kenyamanan. Bukan memperpanjang. . . Nanti bisa salah tangkep. Coba mas baca buku petunjuk pengereman di merek smua motor roda dua. Kalo pinter dan paham, pasti ente tau kenapa CBS itu ada.

    Jamanya online, jgn mengumbar isu mas. Saya bukan FBY saya bukan FBH.

    Suka

    • Dari pengalaman, slip roda belakang itu tidak berbahaya untuk motor yang mesinnya dibelakang. Saya dulu naiknya vespa lama bro. Yang bahaya justru kalau roda depan ngunci.

      Silahkan dibaca keterangan combi brake bro. Sudah saya sertakan foto keterangan yang tertera di motor soal combi brake. Disitu disebutkan combi brake mengerem dengan tepat, tapi tidak maksimal. Kalau mau maksimal harus pakai tuas rem kiri dan kanan sekaligus. Jadi jelas bahwa combi brake tidak untuk memperpendek jarak pengereman.

      Suka

  10. om otong…
    jangankan satu merek, satu tipe yang varian dan warnanya sama saja belum tentu sama feel berkendaranya.
    hampir tiap motor itu beda feelnya, meskipun bukan hand made.
    setiap 1 menit jadi 3 motor, itu 3-3 nya belum tentu sama….

    Suka

  11. gk setuju kalo dikatakan memperpnjang. masak malah jarak pengeramnx pa jang pdahal kdua rem bekerja. brarti ngermnya setengh itu. kenapa yg blkg ngelock pas di pasir ya malah bgus krna di depan dibatasi klo enggak ya dijamin nyungsep

    Suka

    • Di keterangan resmi tidak menjelaskan soal nyungsep tapi mental dan terpelanting. Judul disesuaikan dengan keterangan dari stiker yang ada di motor dan keterangan dari website honda Indonesia. Sistem CBS dikatakan dibuat agar rem tidak terlalu pakem agar tidak mental atau terpelanting.

      Di stiker di motor menggunakan kata – kata tepat, bukan kata – kata maksimal. Sementara di website menggunakan kata – kata optimal yang dikatakan diantara terlalu pendek dan terlalu panjang.

      Saya simpulkan bahwa sistem CBS Indonesia dibuat untuk mencegah pengereman yang terlalu pakem, alias mengurangi kepakeman. Karena rem depan masih berfungsi seperti biasa, maka resiko mental masih tetap ada.

      Dalam keadaan panik, bila rider mengandalkan hanya CBS saja, maka jarak pengereman justru bertambah. Ini sudah saya coba sendiri. Bila mengandalkan hanya tuas rem kanan saja maka resiko nyungsep tetap ada. Bila rider pakai tuas rem kiri dan kanan secara bijak, maka pengereman bisa maksimal dan tidak nyungsep. Namun ini jadi tidak ada bedanya dengan motor yang tidak pakai CBS.

      Kalau ridernya cewek saya nggak yakin akan mengandalkan tuas rem kiri (CBS) saja karena butuh tenaga kuat untuk menekan rem dibanding tuas rem kanan. Walau di iklan dikatakan menyeimbangkan, namun pada faktanya rem kanan lebih dulu aktif saat CBS dipakai, dan rem belakang baru belakangan setelah tuas rem di tekan pol. Sehingga bisa jadi rem belakang malah jarang aktif di motor matik Honda yang pakai CBS.

      Suka

  12. Om sucahyo aji…pengalaman make matik honda yg cbs dg make matik yamaha tanpa cbs kok ane merasa ngerem di motor matik yamaha lebih pakem dan efek ndlosornya mlah sedikit….pertanyaann ane .emang bener ya om pengereman di motor yamaha lebih pakem dibandingkan motor honda baik yg pake cbs sekalipun…ane merasa lbh mantep punya yamaha…gmn menurut om?

    Suka

    • Combi brake System tujuannya cuma menggabung rem. Namun karena menggabungkan, tarikan jadi lebih berat. Disebutkan di petunjuk pemakaian CBS, kalau mau pakem banget remnya, tuas rem harus ditekan dua duanya. Soal lebih pakem atau tidak, rasanya lebih tergantung sama ban nya. Karena kalau rem setelannya benar, maka pasti rodanya berhenti kalau ditekan penuh.

      Efek tidak pakem juga muncul pada rem yang kalipernya tunggal, karena lebih berat dari yang kalipernya dobel. Atau bila ada gelembung udara yang tersangkut atau misalkan cairan remnya kurang.

      Jadi mestinya tidak ada bedanya kalau tujuannya cuma mengerem di jalan lurus. Kalau mengerem sambil berbelok, CBS bikin berbelok lebih mengerikan. Saya lebih pede kalau yang terpisah karena bisa mengatur kekuatan pengereman roda belakang secara terpisah.

      Suka

  13. Rem semua motor Honda terkenal GAK PEKEM, meski yang bebek dikasih cakram belakang sekalipun. Nah rem kurang pakem dikasih CBS model AHM, kebayang dech hasil akhirnya …..

    Suka

  14. Judul artikel sangat menyesatkan.
    1. Motor matic harus di rem belakang dahulu, baru rem depan, karena Berat motor matic itu banyak dibelakang, Tenaga mesin, juga harus “dibuang” dulu, dengan menekan rem belakang. Itulah makanya porsi CBS tetap lebih besar rem belakang.
    2. Mekanisme CBS, Rem belakang ditambah kombinasi sedikit rem depan sangat mengurangi jarak pengereman. Kalau rem belakang doang, tidak efektif, dan kalau lebih kuat ban belakang gampang mengunci.
    3. Rem depan dengan tuas kanan solusi ngawur, nggak ada gunanya, Lihat poin 1. Motor apalagi dengan kecepatan tinggi, rem depan walaupun efektif, harus diurut pelan-pelan. Walaupun pakai porsi 70:30, bukan berarti rem depan duluan. Silakan dicoba rem depan duluan, motor langsung nggak stabil.

    Pemakaian praktis CBS: tarik rem kiri, makin lama makin kuat, trus tekan-tekan rem depan dengan sentuh-sentuh. Porsi rem depan akan naik sedikit-sedikit dan motor tetap terkendali, bisa sambil belok sedikit untuk menghindari bahaya.

    Suka

    • Tuas rem CBS ditekan penuh identik dengan rem belakang full dan rem depan 1/4. Roda belakang akan ngelock duluan. Jadi CBS bukan 50:50 apalagi 70:30. Menekan tuas rem depan tetap akan lebih pakem / lebih pendek jarak pengeremannya.

      Bagi saya keberadaan CBS sangat mengganggu kontrol dari rem depan. Karena rem CBSnya jadi membuat pengaturan tenaga di rem depan susah. Beda bila betul betul independen. Jadi misalkan rem depan sudah dibuat pas, saat tekan CBS maka tekanan jadi berlebihan. Bila sudah CBS duluan, pakai rem kanan jadi sangat sensitif sehingga sering kelebihan.

      Untuk tikungan juga jadi lebih ngeri. Saya sudah terbiasa mengontrol tekanan rem depan belakang sehingga traksi depan dan belakang seimbang. Sementara itu pakai CBS membuat rem depan kurang pakem di jalan kering dan terlalu pakem untuk jalan basah. Setelan rem depan jadi seperti on off dan susah digradasikan. Jaid terutama hujan hujan atau jalan licin saya harus mengendarai dua kali lebih pelan dari kalau pakai motor tanpa CBS. Misalkan saat di tikungan butuh nambah rem belakang, maka biasanya yang depan dulu yang aktif duluan baru yang belakang. Kalau di jalan licin ini berbahaya. Kalau tanpa CBS maka dijamin yang belakang bisa aktif duluan.

      Suka

  15. pengalaman berdasar dari saya & tmn2 saya thd fitur cbs sangat berbahaya & percuma. alasan p1 : perbedaan rem dpn & blkng ( dpn cakram blkng tromol ) ini yg mndasari saya kurang yakin dgn cbs, klo sama2 cakram mungkin cbs bsa lbh baik. & mungkin itu alasan adanya perbandingan tingkat kuat rem dpn & blkng saat rem cbs difungsikan krna honda blom bsa mnemukan ukuran perbandingan yg mutlak.
    alasan k2 : rem cbs cenderung berbahaya bila difungsikan saat kondisi motor belok, motor miring, motor tdk dalam posisi djln aspal. ( pengalaman ane posisi mo berhenti dpinggir jln dgn kontur tanah logika ane g mungkin ane rem dpn, otomatis ane pke rem blkang/kiri tp nyatanya ban dpn ikut ngunci alhasil ane ndelosor….) ( tmn ane dgn kcptan sktr 60kpj kebetulan ada papansa di depan ngerem mndadak reflek tmn ane belok k kiri/kluar jln aspal utk menghindari tabrakan, sisi pinggir jln aspal tanah, logika g mungkin tmn ane pke rem dpn, otomatis pke rem blkng yg ada sistem cbs, alhasil ban dpn ikut ngunci & tmn ane bergumul dgn tnh..

    Suka

    • setuju, terima kasih dharingnya. Iya, CBS implementasi Astra berbahaya. Harusnya ABS yang lebih dimajukan. Dari selisih harga CBS yang 500 ribu mestinya lebih cocok dipakai untuk sistem ABS.

      Suka

  16. Artikel yang bagus. Betul banget CBS sangat berbahaya bagi yang kurang Hati2x terlebih di lokasi yang becek, berpasir atau licin.
    Sy masih g mudeng apa yang di pikir oleh teknisi honda. Sy coba sendiri 2x pada track licin ( aspal berpasir dan jalan bet on saat habis hujan, kecepatan 40-60 km/s) dan hasilnya motor meluncur “membersihkan” aspal. Karna ketika rem kiri ditekan otomatis rem kanan jg tertekan yang mengakibatkan ban depan slip dan tidak ada cara lain untuk menghentikan lalu motor tanpa me-lock ban depan. Sedangkan kan dalam track licin pengereman dengan Roda depan sangat beresiko. namun bentuk fisik motor cukup membantu ketika pengendara terjatuh karna masih sedikit terlindungi namun masih meninggalkan luka di tangan dan kaki walaupun dengan jaket dan protector lengkap.
    Nice articel 👍

    Suka

  17. sy udh 5thn dgn pario cbs. mnurut sy stelah berbagai macam percobaan ini motor bener-bener di design buat kota (maksudny cuma untuk kecepatan rendah aja), pertama sistem cbs nya bener bgt pnjelasan yg diberikan. kalo rem kiri ditekan, porsiny itu rem belakang smentara rem depan ikut ngerem tapi gak sberapa. tuas rem kanan memang ikut ketarik, tp cuma setengah. Nah motor teteap jalan, yang ngeselin kalo lg mlaju kenceng tiba2 ada halangan didepan. motor pario gak bisa ngerem mendadak gitu, dia lebih soft. jadi kita sendiri yg harus jaga jarak. jadi kalo mau efektif harus ditarik juga tuas rem kanannya. intinya sistem cbs nya malah gak bisa diandalkan.
    Alhasil sy pake rem depan sebagai rem utama. biar gak ndolosor pas ngerem, cara mengeremnya aja yg diubah ala pmbalap2. jadi kalo lg ngebut, sebelum memasuki tikungan rem depan harus digunakan dulu. gak boleh ngerem pas nikungnya. kyknya ban gak terlalu ngaruh deh bang. udh gonta-ganti juga sama aja. dasar sistem pengeremannya aja yang kurang baik. sistem rem nya sebenernya berbahaya loh, tapi heran pas lg jalan, liat org2 yang make ni motor atau motor honda lain yg cbs juga kok tetep bereni ya ngebut2an, apalagi kalo cwek2 yang make.
    msalah lainny body motor kurang aerodinamis. ketiup angin aja udah goyang2. wkwkwk. kalo nikung gak enak bgt, harus dimodif dulu (bandingkan aja sm mtor lain). kecepatan yg masih layak buat motor ane dibawah 80 kykny. diatas itu udh gak enak buat dikendarai.

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Iya, karena CBS justru harus lebih hati hati.

      Kalau untuk aerodinamika, mungkin bodi lebih untuk tampilan, karena kalau di beat tetap enak dikendarai walau kena angin.

      Suka

  18. Saya jatoh gara2 cbs honda beat. Menurut sy setuju dgn salah satu komentar di bwah. Tuas rem cbs ny pindah ke kanan. Soal nya. Pengalaman saya waktu saya jatoh. Jatoh waktu rem posisi agak nikung dan jalan berkerikil licin habis ujan. Kecepatan 60 di jalan perumahan. Ban depan ngesot. Sakit banget hikhikkk.

    Suka

  19. […] Pada kondisi spontan yang riskan kesalahan maka sistem CBS justru bikin celaka, karena implementasi model akal akalan itu justru mengganggu waktu aktifasi pengereman. Di motor matik yang lebih rawan jatuh malah rem depan yang duluan aktif, ini sangat membahayakan karena roda depan bisa lepas traksi duluan. Sebagai akibatnya banyak yang celaka karena CBS itu. Mereka yang celaka sepakat menyarankan untuk mematikan fitur ABS saja. Keluhan mereka bisa dibaca di artikel berikut: Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati! […]

    Suka

  20. Pada motor non CBS perbandingan kepakeman rem : 60% utk rem depan dan 40% utk rem belakang. Kalau pakai CBS menjadi : 50% utk rem depan dan 50% utk rem belakang ( sama pakem ). Kesimpulannya, sistem rem CBS membuat rem belakang sama pakemnya dgn rem depan, karena ketika kita menekan tuas rem kiri maka rem kanan ikut aktif, dalam hal ini hanya 10%. Tapi fitur CBS perlu rutin dicek kondisi rem termasuk kepakemannya. Misal rem depan ngelock duluan sebelum rem belakang, itu bisa jadi setelan rem belakang kurang pakem, coba pakai PBL roda belakang mengunci atau tdk ? Kalau tida, itu bisa jadi rem belakang kurang pakem, sebaiknya disetel lebih pakem, kalau bisa hingga PBL aktif mengunci roda belakang. Jika sebaliknya, rem belakang sdh ngelock tapi roda depan masih berputar bebas,itu bisa jadi ada 3 hal,yg pertama karena setelan rem kiri terlalu pakem, kedua karena kampas rem depan sudah aus,dan yg ketiga karena kawat rem yg terhubung ke rem cakram terlalu kendor, artinya jika rem kiri ditekan penuh maka kawat rem kanan tidak sepenuhnya tertarik, akibatnya rem kanan jadi tidak pakem.
    Selama saya pakai Vario 125 eSP yg iSS, saya merasa aman2 saja pakai motor, malah sering berkendara kencang hingga lebih kurang 80 kpj tapi soal rem, lebih sering pakai rem kiri ketimbang rem kanan, kecuali kalau rem mendadak baru pakai keduanya. Tapi saat pertama motor tiba dari dealer, rem kiri memang kurang pakem, saya sampai coba pakai PBL di jalan menurut, motor tetap melaju bukannya mengunci, jadi saya setel rem kiri dgn bantuan PBL. Kalau PBL diaktifkan, motor tdk melaju saat ditanyakan atau turunan, maka dipastikan rem belakang sdh pakem. Dengan PBL jarak pengereman lebih pendek terutama saat roda belakang ngepot, karena rem depan ikut aktif yg berfungsi hanya utk memperlambat laju motor,secara ada stoper yg berfungsi agar rem depan tidak mengunci secara berlebih.. Intinya saya kurang setuju dgn pendapat agan.!!

    Suka

    • Terima kasih penjelasan, sangat jelas, tapi saya tidak setuju.

      CBS itu cuma cocok kalau depan belakang sama sama cakram.

      Coba tekan tuas rem kanan sedikit, lalu tekan tuas rem kiri sedikit, perhatikan bahwa yang kanan akan terasa ketarik walau masih ditekan sedikit. Di setelan seperti itu rasanya nggak praktis bila rem belakang dibuat aktif juga, karena dari sifatnya, jarak main rem tromol itu banyak. Kalau ditekan sedikit maka power pengereman sedikit. Kalau rem belakang mau dibuat langsung maksimal dengan hanya sedikit tekanan tersebut, maka rem belakang akan sudah separuh mengerem bila tuas tidak ditekan, bikin tarikan tidak enak. Kalau disetel nggak menghambat saat tuas rem tidak ditekan, maka yang depan jadi ngerem duluan (bukan ngelock).

      CBS itu berbahaya bila jalan licin. Di jalan kering tidak akan terasa. Di jalan licin limit ngelock akan berbeda dari jalan kering. Walau di jalan kering ban depan tidak ngelock, di jalan licin bisa ngelock. Bahkan ada yang bilang di jalan licin jangan pakai rem depan sama sekali.

      Soal rasio saya bahas di artikel berikut. Intinya dari pabriknya saja kekuatan rem depan dan belakang sudah dirancang berbeda, apa ya kita masih harus mengatur rasio lagi? Saya ngerem juga tidak pakai rasio tapi pakai limit.

      Safety riding mengerem mendadak mengandalkan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio

      Pada kenyataanya, sudah banyak yang celaka karena rem CBS. Istri saya juga pernah jatuh karena CBS, padahal lagi pelan dan mengerem di jalan lurus.
      Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!

      Daripada CBS, seharusnya honda memperkenalkan ABS untuk rem depan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s