Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!


Komentar dari bro Andre yang mengeluh terjatuh dari motoh Honda Beat gara gara sistem CBS membuat penulis merasa perlu untuk membahas lagi sistem CBS khusus di sifatnya yang justru bikin celaka.

Sebelumnya penulis sudah membahas bahwa sistem CBS itu tidak bisa disamakan dengan ABS.
Aman di jalan licin tanpa ABS dengan memperhatikan prioritas pengereman dan bahaya pemakaian CBS di jalan licin

Penulis juga sudah pernah membahas bahwa sistem CBS itu tidak untuk memperpendek jarak pengereman.
Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman

 

Di artikel diatas penulis juga sudah membahas bahwa sistem CBS pada motor matik semacam Vario dan Honda Beat tidak bisa disamakan dengan sistem CBS sungguhan yang diterapkan pada motor Honda yang depan belakang pakai cakram. Jangan disamakan dengan Honda PCX. Jangan pula disamakan dengan Honda Wing.

Honda sendiri mengklaim bahwa CBS itu membuat lebih aman:

Teknologi Combi Brake System Motor Honda

Teknologi ini sendiri dipercaya dapat membantu pengendara motor Honda Vario 125 CBS, khususnya bagi para pemula, untuk dapat melakukan pengereman yang aman layaknya seorang pengemudi profesional karena sistem CBS memungkinkan pendistribusian hasil pengereman secara merata.

Namun dari desain sistem yang jelas cuma akal – akalan penulis meragukan klaim aman tersebut. Oleh karena itu penulis mengingatkan untuk lebih hati hati bila memakai Honda yang menggunakan sistem CBS. Karena rem depan cakram dan rem belakang tromol, maka tingkat keausan berbeda. Yang belakang lebih sering aus duluan, dan ini membuat motor beresiko tergelincir.

Kalau dari klaim Honda sistem CBS dirancang untuk mencegah sliding:
TEKNOLOGI COMBI BRAKE SYSTEM: INOVASI SISTEM PENGEREMAN AGAR LEBIH AMAN DAN OPTIMAL

Idealnya, Brosis harus menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan. Ada anggapan yang mengatakan penggunaan rem belakang lebih aman. Tidak sepenuhnya tepat sih. Dalam pengereman, rem belakang lebih membutuhkan amplitudo waktu pengereman yang lebih panjang, sehingga dalam kondisi rem mendadak, rem belakang tidak dapat diandalkan. Yang ada malah sliding, alias ngepot.

Kalau rem depan, memang jarak pengeremannya lebih pendek, namun pada kondisi pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi rentan membuat motor menjadi terpelanting. Soalnya sewaktu rem depan ditekan dengan kuat pada saat mengendarai sepeda motor, suspensi depan akan menekan dan suspensi belakang meregang. Sehingga ada gaya yang mendorong pengendara ke depan.

Di sinilah Honda hadir dengan teknologi Combi-Brake System (CBS). Dimana ketika tuas rem belakang ditekan, maka selain roda ban belakang melakukan pengereman, roda ban depan pun secara otomatis melakukan pengereman dengan proporsi pengereman yang berimbang.

Sebenarnya teknologi CBS bukanlah hal baru sebab telah diaplikasikan sejak tahun 1983 pada motor GL1100 Gold Wing. Seiring perkembangan teknologi, inovasi terus dilakukan oleh Honda sehingga teknologi CBS mampu diterapkan kepada motor-motor yang berukuran lebih kecil seperti PCX, Vario 125, dan Beat.

Namun justru karena sistem CBS akal akalan (pantaskah disebut inovasi?) justru membuat resiko sliding makin parah. Untuk bisa aman, maka pengendara harus sangat sering mampir ke bengkel untuk menyetel CBS. Tanpa disetel, maka CBS menjadi sistem yang berbahaya. Dari pengalaman penulis mengendarai Honda Beat penulis, bahkan sesudah disetel pun sistem CBS masih berbahaya.

Problem selanjutnya adalah ketika situasi menuntut pengendara untuk memanfaatkan rem belakang saja, di Honda dengan CBS rem depan juga ikut ikutan ngerem. Sehingga jadinya situasi jadi makin berbahaya.

Dan nyatanya yang celaka karena CBS banyak!

Berikut ini rangkuman pengalaman tidak menyenangkan dari rider yang dicelakakan oleh sistem Honda CBS.

Sumber dari Honda Cengkareng ! “Teknologi Combi Brake System Motor Honda”

Antok, 31 Oktober 2016 pada 4:15 pm: Combi Break berbahaya !! Rem Blong ketika panas naik turun gunung, saya 2 x blong untung gag tewas

aditya teguh iswara, 5 Februari 2015 pada 6:49 pm: Dari pengalaman yg pernah saya alami, saya terpeleset “kebanting karena ban depan ngerem duluan pada waktu pengereman dimedan jalan yg berpasir, yg memang kondisi pada waktu itu rem belakang saya sdh dalam “agak haus”.

Sumber dari artikel “Aman di jalan licin tanpa ABS dengan memperhatikan prioritas pengereman dan bahaya pemakaian CBS di jalan licin”

boo, 30 Juni 2016 pukul 00:20 : nah agree…mnurut ane mah ga usah pake cbs cbsan lah kalo matic 125 cc…ngejar murah tapi ga aman, udh 2x jatuh gara2 cbs di wtf ane…akhirnya skr tanpa cbs deh wtf helm in ane…pas nglepas cbsnya sempet ditanya sama mekanik hondanya, kenapa dilepas mas, kan ini fitur, saya jawab lah fitur kok bikin bahaya yo mending ga usah…now I can brake better turn harder run faster and feel more comfortable…semoga ga ada yg celaka selain saya deh gara2 rem cbs ini…

oh iya btw bener tuh liat kecelakaan r25 kmrn kok kayaknya banyak orang yg hanya mengagungkan rem depan semata ya?

Sumber dari artikel “Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman”

Muh, 9 September 2016 pukul 11:01: Artikel yang bagus. Betul banget CBS sangat berbahaya bagi yang kurang Hati2x terlebih di lokasi yang becek, berpasir atau licin.
Sy masih g mudeng apa yang di pikir oleh teknisi honda. Sy coba sendiri 2x pada track licin ( aspal berpasir dan jalan bet on saat habis hujan, kecepatan 40-60 km/s) dan hasilnya motor meluncur “membersihkan” aspal. Karna ketika rem kiri ditekan otomatis rem kanan jg tertekan yang mengakibatkan ban depan slip dan tidak ada cara lain untuk menghentikan lalu motor tanpa me-lock ban depan. Sedangkan kan dalam track licin pengereman dengan Roda depan sangat beresiko. namun bentuk fisik motor cukup membantu ketika pengendara terjatuh karna masih sedikit terlindungi namun masih meninggalkan luka di tangan dan kaki walaupun dengan jaket dan protector lengkap.

Andre, 10 November 2016 pukul 13:45:
Saya jatoh gara2 cbs honda beat. Menurut sy setuju dgn salah satu komentar di bwah. Tuas rem cbs ny pindah ke kanan. Soal nya. Pengalaman saya waktu saya jatoh. Jatoh waktu rem posisi agak nikung dan jalan berkerikil licin habis ujan. Kecepatan 60 di jalan perumahan. Ban depan ngesot. Sakit banget hikhikkk.

Sumber dari artikel “Combi brake system (CBS) cuma untuk yang rajin ngecek rem!!!”

inue satrio, 22 Februari 2012 pukul 20:52: dpn rumah pernah ada yg ndlosooor karna cbs ini…… karna ngerem mendadak n terlalu pakem… pas ditanya dia abis service n diotak atik tugch rem ama mekaniknya…..

bro, 5 Agustus 2012 pukul 12:42:
dari pengalamanku make cbs saat motor turun stelan rem gak pas justru saat rem belakang belum sampe separo rem deman dah ketarik.. hasilnya ane sukses ndlongsor saat di turunan dan berpasir, ini juga bukan hanya ane kemaren temen juga gitu.. gara gara ksmpas rem belakang dah berkurang dan lupa belum di stel al hasil nungsep.

oleemz, 11 September 2012 pukul 08:24: Betul2… ane mungkin salah satu korbannya. sudah 3 kali ane hampir Ndlosoooor dan 2 kali terpelanting, sukses Nyungsep gara2 sistem CBS. karna kesalahan teknisi AHAS yang nyetel rem sama2 100% depan belakang. Awalnya sih ane masih menikmati sistem CBS karna masih setingan Pabrik. tapi setelah ganti kampas dan ane sendiri gak paham tentang rasio rem depan&belakang hasilnya begini. kaki tangan pada lecet.

cus, 15 September 2012 pukul 08:00: ane pengguna vario thecnocbs juga,pas pertama2 emang enak tuh pake cbs.lama2 pas tikungan ane rem malah nyelosor tuh motor rem depan kaya lbih pakem.mendingan tak buka aja system cbsnya.

Sumber dari “Sistem Rem Vario CBS???? Apakah Berbahaya”

wandy, 19 April 2011 pukul 11:41 AM : menurut pengalaman saya rem cbs berbahaya jika jalanan sedang licin or berpasir….karena akibat cbs motor saya jatuh karena pada saat rem blkng saya tarik ternyata ban dpn langsung mengunci sehingga control hilang. jadi untuk yang mau beli vario saya sarankan jgn yang CBS….saat ini cbs dimotor saya sdh di copot…BERBAHAYA

Muhammad AN, 15 Juni 2011 pukul 5:37 PM : saya juga korban CBS, saya gak bohong…,mohon dihentikan saja utk produksi vario CBS series sebelum lebih banyak korban lagi

Mang Iye, 11 Agustus 2011 pukul 7:31 AM: Kalau kita kecelakaan karena kesalahan design pabrik motor, kemana kita harus komplain yah. Beruntung biaya operasi kaki saya yang patah diganti kantor, biaya operasinya lebih mahal daripada harga motornya. Apakah CBS ini sudah melalui uji test untuk semua kondisi jalan?

arry lessu, 29 Maret 2014 pukul 11:08 AM: istri saya lg naik motor tau2 jatuh dari motor CBS nya karena cakram depan langsung ngunci

pujo, 9 November 2014 pukul 6:43 PM: baru saja saya jatuh di jalan waktu hujan, tepatya depan grandmall solo, biasanya saya pakai vario seri lama ngga masalah waktu rem dadak waktu hujan, saya baru pakai cbs kisaran 3 bulan, saya ngalemin sendiri waktu rem ndadak rem depan ikut ngerem alhasil motor langsung nggleot ke samping dan JATUH.. -_- untuk ngga apa2, menurut saya sistem cbs emang dirancang untuk meningkatkan keamanan agar tidak selip tapi menurut saya setingan pabrik terlalu kencang untuk bagian rem depan,

dwie derek, 14 April 2015 pukul 2:43 PM: combi brake memang berbahaya, temen saya sekarang dirawat di RS Khusus Tulang di Solo Jateng karena tulang kaki kiri patah, dan menurut kronologis kejadian kemungkinan karena sistem combi brake pada Honda PCX yang dikendarainya. saya juga pernah hampir jatuh karena sistem ini

black, 19 September 2015 pukul 9:15 PM: smaalem saya jatoh gara2 rem blkang hbis terus rem depan tiba tiba ngunci..dan akhir.a tergelincir lah aku…cbr sbenar.a aman gak sih…apa memang udah takdir…kalo mw jtoh..

Sumber dari “Gara-gara rem CBS jadi kecelakaan?”

baca postingan dari seseorang yang sedang mengalami kecelakaan karena salah satu fitur di sepeda motor. Orang ini mengatakan kalau kecelakaan yang dialamainya karena fitur CBS ( Combined Brake System ) pada motornya.

Sumber dari “Mengerem Sambil Menikung…… Bisa ???????”

duppy | February 28, 2014 at 11:26: Motorku ųϑãђ dateng gan 4hari yang ℓαℓυ, kmaren wktu a̲̅ƙϋ ℳά̲υ͡ belok ditikungan, didepanku ada motor jadi aku ngerem mendadak pakek rem dua2nya, aku jatuh.. Motorku jadi berret sek orang2nya..
Minta tolong ϑoº°˚˚°ºoñk, penggunaan yang tepat υηтυк rem CBS itu gmana, rem mana yang paling enak digunakan n rem mana yang bahaya digunakan,,

Sumber dari group “welovehonda”

Helmi Saifur Rahman‎ to welovehonda Indonesia
August 28, 2013 ·
CBS trnyata berbahaya …. ane beli beat cbs … cbsnya pngn di copot krna ga enak n brbahaya kl ngebut

Yuli Prasetyo Tecknologi honda membahayakan. Saya sudah lihat 4 korban gara2 rem honda beat. Jalanan licin mau ngerem mendadak pasti nyusruk. Kl gx jatoh pasti mustahil
February 18, 2015 at 6:33am · Like · 2

Abina Wawa Alkatiri gua meleset kmrin naik vario 125 CBS.. situasi ujan jln licin.. pdhal gua narik rem cm sedikit.. ternyata rem CBS berbahaya di jln licin dan tikungan.. ane cek dan ane buka smuanya system cbs, ternyata rem cbs lebih banyak rem depan(bahaya) dri pada belakang.. distell tetep aje nihil.. gua mau ganti komponennya menjadi non cbs.. hnda kurang pentingkan keselamatan pengendara.. hbs kaki gua ni pada cium aspal.
February 20, 2015 at 6:12pm · Like · 3

Ari Kismo Memang bahaya sob. Gua pakek beat cbs. Kalau buat turun d jalan licin dg kcepatan sangat rendah ban depan pasti ngunci terus nylonong aja sedangkan ban belakang belum kekunci. Soalnya cakram vs tromol walau beleakang di set ngetem duluan tapi pakem depan.

Udah aku setel2 juga gak bisa . tetep aja depan duluan yg ngerem. Kalau masih baru seh oke2 aja. Tapi setrlah setahun pemakaian baru deh bermasalah.

Mau aku copot kabel yg hubungin handle kiri dan kanan tuh efrknya hand brake nya gak fungsi. Gak cuma itu sih masalahnya.
August 7, 2015 at 8:50am · Like · 2

Antonio Cornelia setuju bro. ane juga jatuh gara2 fitu CBS ini. pas hujan tukan tuas rem blkng, rem dpn ikut ngunci. ndlosor akhirnya
November 11, 2015 at 7:02pm · Like · 1

 

Jadi harus ekstra hati hati bila menggunakan motor matik dengan sistem combi brake system. Atau dimatikan sekalian fitur tersebut.

Yang bilang handling makin aman dengan CBS itu ngawur! Karena CBSnya Vario dan Beat itu bukan inovasi tapi cuma akal akalan. Padahal jelas tidak cocok tapi dipaksakan seakan akan suatu fitur canggih padahal adalah fitur yang bikin mengendarai makin berbahaya. Sistem baru beneran aman kalau depan belakang sudah cakram dan naruhnya di tuas rem kanan.

Kalau kita komplin ke Honda setelah jatuh karena CBS, sering kita yang disalahkan karena dianggap kurang rajin perawatannya. Padahal jelas perawatan yang dianjurkan adalah sesuai periode berkala servis sesuai buku, sementara itu lama sebelum masa servis tiba rem belakang sudah aus duluan.

Ada juga yang menyarankan mengecek secara berkala. Namun yang menyarankan itu tidak memberitahu cara mengecek bagaimana. Masa ya sambil dipakai di jalan? Jangan jangan malah justru jatuh selagi mengetes.

Yang nggak ngerti (nggak pernah coba) malah ada yang menganggap bahwa saat rem kiri di tekan maka rem belakang dulu yang fungsi. Padahal di sistem combi brake Vario atau Beat, pada waktu rem belakang setelan masih benar sekalipun justru rem depan dulu yang duluan fungsi. Ini terjadi karena perbedaan tipe rem, cakram vs tromol / drum. Tidak ada solusi yang aman selain melepas CBS.

Sistem CBS akan jadi lebih aman bila diberi sistem ABS. Tapi bila sudah ada ABS, maka sistem CBS jadi tidak berguna (karena cuma akal akalan).

Sistem combi brake itu tidak bikin aman dan justru bikin mengendarai makin resiko jatuh. Kalau motor matiknya pakai CBS, jangan pernah mengerem di tikungan jalan licin! Perlakukan motor CBS seperti motor yang tidak ada rem belakangnya!

Update:
Penulis menemukan ternyata ada juga yang mengeluh Vario CBS rem belakangnya tidak pakem.

‎Fenty Mayasari Yuliana‎ to welovehonda Indonesia
February 1, 2012 ·
Vario cbs ku kq rem nya sering g pakem ya ? Tiap dservis mw ganti kmpas rem mekaniknya selalu blg g usah dganti cm dbershn aja tp tep aja kurang pakem , ktanya kelemahn cbs gt ya ?mohon pnjelasannya ya .
Thanx

Aji M S vario cbs mg gitu pny saya jg ko…
May 25, 2013 at 10:47pm · Like

Juang Artomoro punya juga sama kok..padahaal udah ganti kampas rem…
February 3, 2014 at 3:47pm · Like

Bilham Prakas Vebryangga katanya Combi Brake System tu kalo tarik tuas rem belakang bisa ngerem depan belakang sekaligus, tp kok nggak pakem ya? apa Combi Brake System tu artinya kalo ngerem belakang harus tarik tuas rem depan sama belakang?????
September 3, 2014 at 9:57am · Like

Alrasyid Muhammad Keluhan yang sama..malah sya sudah smpai ganti selang rem racing berbagai. Merk..tp ttp aja..apa kombi systemnya di cabut saja..seperti vario tekno biasa..?? Tanya kenapa..nyut..nyut…nyut..
October 5, 2014 at 8:13pm · Like

Sidiq Utaka Reichan ternyata bukan vario saya aja yg gtu ya :p
November 20, 2014 at 5:46pm · Like

Muhtar Muhsin Maaf bro emang kelemahan vario cbs gitu x
February 12, 2015 at 6:36am · Like

Inal Kut gbung sodaraku semuanya..ya saya jga bingung knapa vario cbs rem belakangnya ga pakem?..bagi yg tau minta solusi yg tepat donk..tuk mengatasi mslah ini(mkasih sblimya)
January 10 at 7:17pm · Like

Ferry Yand Beat pop ku jga gtu rem cbs nya kurang pakem
March 22 at 4:42pm · Like

Iwan Hidayat Wah, trnyta emng gitu ya? dulu sy pikir dgn cbs pengereman makin sip n aman… pantesaannn tempohr anak sy nabrak saat ada kndaraan yg ngerem mndadak…
April 7 at 8:58am · Like ·

Hengky Lintang memang CBS ini tidak pakem buktinya di generasi berikutnya CBS dihilangkan…solusinya dirubah fungsi CBS menjadi seperti pada umumnya..rem depan belakang terpisah. minta tlg ke mekanik yang ngerti untuk merubahnya, menurut teman saya yg mekanik ahass yg perlu diganti antara lain. Stang, tuas rem dan kabel rem yang terpisah…
August 5 at 2:04pm · Edited · Like

Catur Bakti Wijaya Kusuma Gampang dimanualkan saja di jumper punya saya vario cbs asal kasusnya sama pas diutak Atik dan dicoba cobi alhasil siap ngebut rem pakem.
August 27 at 10:01pm · Like

Irsan Walah.. Punyaku juga gak pakem euy… Pusingggg… Mana jalan didaerahku naik turun gunung….
November 2 at 5:53pm · Like

Yogpram solusi biar rem belakang pakem tp tidak merusak sistem cbs nya gmn ya kawan2.. ?
November 2 at 7:35pm · Like

Parah nih.

Menurut Honda begini katanya:
ART Riding di Jalan Berlubang, Tips Pengereman, Upayakan Tidak Mendadak!

Bagi pengendara cewek, dalam pengamatan Dudut, seringkali khawatir terjatuh ketika menggunakan rem depan. Mereka kebanyakan hanya mengandalkan satu rem, yakni rem belakang. Honda sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi yakni menerapkan teknologi combi brake, yakni menekan satu tuas rem (belakang), dengan pintar teknologi ini akan melakukan pengereman di dua sektor secara bersamaan, depan-belakang.
“Teknologi ini bisa juga dimanfaatkan untuk mereka yang terkadang lupa atau takut menggunakan rem secara terpisah,” jelas instruktur berkacamata ini lebih lanjut.

Katanya tujuan dari CBS itu adalah agar orang yang takut pakai rem depan cukup pakai rem belakang. Tapi dengan adanya CBS justru pemakaian rem belakang jadi bisa bikin jatuh juga, percuma ada CBS. Malah ada komplin rem belakang malah jadi nggak pakem, jadi malah memaksa orang pakai rem depan lagi, tidak menyelesaikan masalah, tapi malah memperparah.

Seharusnya solusi yang benar itu adalah bagaimana caranya pengguna bisa merasa aman untuk pakai rem depan. Mestinya bukan CBS tapi ABS. Yang depan saja cukup.

27 thoughts on “Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!

  1. sebenarnya fitur cbs ini memiliki kesamaan dengan komponen yang bernama katup proporsional (proportioning valve) pada sistem rem hidrolik mobil. katup proporsional tidak dapat distel, cbs bisa. cara kerja katup proporsional ini membagi tekanan hidrolik pengereman ke tiap roda sesuai porsi masing-masing. saya beri contoh mobil sedan dengan konfigurasi mesin dan penggerak FF (front front) akan memiliki beban yang berkumpul pada rangka dan kaki2 mobil bagian depan. sehingga oleh katup proporsi tersebut tekanan hidrolik dari pedal terlebih dahulu diberikan pada rem depan, kemudian barulah rem belakang yg mendapat porsinya. ketika sistem rem tidak menggunakan katup proporsi, maka gaya penekanan rem depan dan rem belakang sama besar. sehingga rem bagian belakang kendaraan yg cenderung lebih ringan akan mengunci terlebih dahulu. kondisi seperti ini dapat menyebabkan kendaraan bouncing dan hilang kestabilan.
    pada kasus honda dengan cbsnya saran saya sebaiknya kenali kendaraan brosis dengan seksama, ketika servis jangan sungkan utk minta ke mekanik agar cbs disesuaikan dg gaya riding brosis sekalian (terbiasa main rem depan atau belakang) karena scr teknis kestabilan kendaraan bermotor dapat dikontrol oleh gerak tubuh pengendaranya. oya saya juga pengguna teknologi cbs ini, tuas rem belakang yg masih menggunakan tromol dg kawat sling memang perlu perhatian khusus. setiap kampas mengalami keausan, freeplay tuas rem belakang akan bertambah, begitu jg konfigurasi cbs. secara pribadi lebih suka setelan cbs saya sendiri dibanding dibawa ke beres

    Suka

    • Terima kasih sharingnya.

      Sayangnya sistem di CBS yang ada di matik Honda tidak ada pengaturan otomatis tersebut, cuma bisa disetel manual. Dulu rasanya pernah keluar model Vario CBS yang pakai begituan (EBD) dijual 16 juta lalu yang CBS biasa 15 juta.

      Yang perlu diseimbangkan tidak cuma tenaga pengereman namun juga waktu aktifasi pengereman. Kalau di mobil lebih aman understeer, sehingga rem depan aktif duluan tidak masalah. Kalau di motor dari pengalaman saya lebih aman yang belakang duluan.

      Sementara itu di CBS nya Vario dan Beat rasanya tidak mungkin untuk bisa membuat rem belakang aktif terlebih dahulu. Sehingga menurut saya lebih aman bila CBS yang semacam itu dimatikan.

      Bila setelan rem belakang dibuat sangat ketat, biar disentuh sedikit sudah aktif, maka karena sistemnya tromol, rem akan jadi menghambat laju kendaraan. Ini bisa membuat as panas dan resiko bikin rumah rem rusak/aus. Kalau dilonggarkan sedikit, maka rem depat yang jadi aktif duluan. Dilema.

      Untuk gaya pengendaraan, sepertinya lebih ke distribusi daya pengereman. Untuk ini rasanya untuk semua kendaraan, daya pengereman ban depan selalu lebih besar daripada belakang. Belakang pakai tromol atau cakram lebih kecil.

      Suka

  2. […] Pada kondisi spontan yang riskan kesalahan maka sistem CBS justru bikin celaka, karena implementasi model akal akalan itu justru mengganggu waktu aktifasi pengereman. Di motor matik yang lebih rawan jatuh malah rem depan yang duluan aktif, ini sangat membahayakan karena roda depan bisa lepas traksi duluan. Sebagai akibatnya banyak yang celaka karena CBS itu. Mereka yang celaka sepakat menyarankan untuk mematikan fitur ABS saja. Keluhan mereka bisa dibaca di artikel berikut: Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati! […]

    Suka

        • Saya tanya itu justru karena motor saya salah satunya Honda Beat. Sama sekali nggak kebayang di saat apa CBS bisa lebih unggul daripada bila tanpa CBS.

          Saat CBS dipakai rem depan duluan yang aktif, setelah itu juga rem depan cuma setengah aktif. Dipakai di jalan kering kurang pakem, di pakai di jalan licin resiko bikin jatuh. Nggak jelas gunanya. Sudah gitu dua hari kemarin ke bengkel katanya tidak bisa dimatikan karena resiko bikin macet rem.

          CBS Indonesia teknologi ngawur. Jangan disamakan dengan CBSnya motor Honda luar negeri. Nggak sama.

          Suka

          • Lebih unggul rem CBS disaat menggunakan handle rem sebelah kiri, kalau setting rem CBS benar otomatis begitu handle rem kiri di tarik rem depannya ikut aktif walaupun tidak sekuat rem belakangnya. Porsi seting rem CBS yang benar sekitar 70% untuk rem belakang 30% rem depan, jadi untuk mengimbangi rem belakang sehingga meminimalisir “ngesot’.
            Udah sono pergi ke bengkel bilang sama mekaniknya suruh setting rem CBSnya yang benar!

            Suka

            • Problemnya adalah waktu aktifasi dan bukan distribusi daya pengereman. Dan karena sistem rem yang beda, cakram yang depan yang aktif lebih dahulu daripada rem tromol belakang. Itu berbahaya terutama di jalan licin.

              Juga ada bahaya mengerem berlebihan bila tuas rem kiri dan kanan dilakukan tidak berbarengan. Bila pemakai kebiasaan menggunakan satu tuas rem saja, maka pada saat kritis menggunakan dua tuas rem insting akan menekan tuas rem seperti biasa padahal pada saat CBS dipakai bersamaan dengan tuas rem kanan daya masuk ke rem depan jadi berlebihan. Resiko jatuh lagi.

              Nggak bisa disamakan dengan sistem CBS Honda luar negeri yang tuas rem kiri dan kanan terintegrasi.

              Tidak setuju dengan metode di “Teknik Pengereman Ideal Pada Sepeda Motor Roda Dua”

              Beberapa hari yang lalu saya minta bengkel mematikan CBS tapi dibilang tidak bisa sama mekaniknya. dibilang resiko ngelock.

              Mungkin itu sebabnya demo safety riding nggak pernah pakai motor matik yang ada CBSnya.

              Suka

  3. saya lebih preferr rem depan baru belakang terlebih dahulu, saat hujan pun saya seperti itu, hard brake pas hujan pun seperti itu, rem belakang hanya ketika low speed. di safety riding pun seperti itu setahu saya, 70% front 30% rear, namun saya selalu mengkondisikan sesuai speed dan feeling, makin high speed makin banyak proporsi rem depan saya, commonly depan baru belakang.

    Suka

    • Saya rasa cara itu hanya cocok bila jalan tidak licin. karena kalau jalan licin, mengandalkan rem belakang akan lebih aman. Karena pada saat itu, sekali ban depan selip, kembalinya lebih susah.

      Saya rasa cara riding seperti itu tidak safety. Contoh dimana pengereman roda depan bikin celaka adalah kasus tabrakan R25 dan ayla:
      Hubungan antara kecelakaan Ayla vs R25 dengan recall part rem Yamaha R25 dan perilaku motor saat ban depan ngelock karena tanpa ABS

      Di contoh tersebut motor sepertinya jatuh karena terlalu mengandalkan rem depan. Bila pakai rem belakang masih akan bisa sempat membanting ke kiri setelah mengkoreksi. Sementara itu yang di video terlihat bahwa karena ban depan selip, motor sudah tidak bisa dikendalikan lagi walau pengendara masih berusaha mencoba mengendalikan. Di contoh itu motor juga lagi kencang. kecelakaan R25 terjadi karena terlalu banyak proporsi rem depannya.

      Suka

    • Sekarang Coba braking pake rem depan pas jalan aspal berpasir atau aspal yg ada lumpurnya (biasanya pas ujan gerimis kecil, airnya tidak sampai ngalir).
      Pernah jatuh parah 1x, hampir jatuh sampai beberapa kali.
      Padahal cuma colek rem depan dikit.

      Untung wario wtf rem depannya performanya parah.. kalo pakem kaya merk sebelah,akan lebih byk yg celaka..

      Saya pribadi kalo pake motor yamaha pas kondisi kering, jarang pake rem blakang.
      Tapi kalo pake wario wtf, dua2nya harus dipake.. rem depannya suka ngeloyor

      Suka

    • Kalau Yamaha bikin rem kombinasi depan belakang yang pakai tuas rem belakang ya akan saya protes juga. Ngawur soalnya. Kesannya maju tapi malah mencelakakan. Combi Brake System aslinya tidak begitu.

      Pingin lihat juga bagaimana instruktur safety riding mendemokan pengereman ekstrem pakai Vario CBS atau Beat CBS.

      Suka

        • Iya, pro capacitor itu alat penambah tenaga yang bekerja dengan merubah sifat bensin, oli dan bunga api. Setelah pemasangan akselerasi akan meningkat, top speed juga bisa bertambah. Cocok sekali bila setelan bensinnya irit karena sifatnya seperti bila nambah bensin.

          Walau tidak dipasang langsung ke oli mesin, banyak yang bilang suara mesin lebih halus.

          Pemasangan di kabel busi membuat pengapian di rpm rendah lebih lancar sehingga tarikan terasa lebih enak.

          Suka

  4. Alhamdulillah, dari awal kwmunculannya. 2012 silam, saya pengguna wtf125 cbs tidak mengalami seperti cerita diatas. Dan sekarang saya upgrade wtf saya jadi 150 cbs juga aman aman saja.menurut saya cbs tidak seburuk yg dicerita. Justru karena cbs itu, nyonya jadi lebih baik cara berkendara nya, sebelum nya dengan matic non cbs 2x nyonya nyungsep dan gigi depan sampai rompal.

    Suka

  5. […] Tanpa pembersihkan karburator atau throttle body, rasanya servis akan jadi jauh lebih murah. Bahkan kalau kita bisa membersihkan filter udara sendiri, maka servis ke bengkel pun rasanya tidak terlalu perlu. Pelumasan atau pengecekan kita lakukan sendiri. Yang penting ganti oli dilakukan berkala. […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s